JPRJPR

Jurnal Plastik RekonstruksiJurnal Plastik Rekonstruksi

Pendahuluan: Teknik perbaikan celah langit-langit mulut bergantung pada panjang dan lebar langit-langit serta jenis celah langit-langit menurut klasifikasi Veau. Teknik bedah yang paling umum meliputi Furlow double opposing Z-plasty, Bardach palatoplasty, von Langenbeck palatoplasty, dan V-Y pushback. Salah satu komplikasi yang paling sering terjadi setelah perbaikan celah langit-langit mulut adalah fistula oronasal (ONF). Artikel ini bertujuan untuk membandingkan risiko pembentukan ONF pascaoperasi setelah perbaikan celah langit-langit mulut. Metode: Kami mencari manuskrip yang melibatkan pasien dengan pembentukan ONF setelah palatoplasti Furlow, Bardach, von Langenbeck, dan V-Y pushback. Pencarian literatur elektronik dilakukan melalui basis data PubMed, Scopus, dan Cochrane untuk studi-studi yang diterbitkan hingga November 2022. Hasil: Meta-analisis menggunakan 17 studi, termasuk analisis terhadap 3.207 langit-langit mulut yang telah diperbaiki. Teknik Furlow dikaitkan dengan risiko pembentukan fistula oronasal (ONF) yang secara statistik lebih rendah dibandingkan dengan teknik von Langenbeck dan V-Y pushback (RR=0,06 [0,43-0,84], p<0,01 dan RR=0,30 [0,15-0,62], p<0,01, masing-masing). Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik mengenai pembentukan ONF antara teknik Furlow dan teknik Bardach (RR=1,45 [0,48-0.43], p=0,51). Kesimpulan: Teknik Furlow dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah untuk pembentukan fistula oronasal (ONF) dibandingkan dengan teknik von Langenbeck dan V-Y pushback. Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik dalam pembentukan ONF antara teknik Furlow dan teknik Bardach.

Teknik Furlow dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah untuk pembentukan fistula oronasal (ONF) dibandingkan dengan teknik von Langenbeck dan V-Y pushback.Tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik dalam pembentukan ONF antara teknik Furlow dan teknik Bardach.Studi ini menunjukkan bahwa teknik Furlow dapat dipertimbangkan sebagai pilihan yang layak untuk mengurangi risiko pembentukan ONF pascaoperasi setelah perbaikan celah langit-langit mulut.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor risiko spesifik yang berkontribusi terhadap pembentukan ONF setelah palatoplasti Furlow, seperti usia pasien, jenis celah, atau teknik bedah yang spesifik. Kedua, studi prospektif dengan ukuran sampel yang lebih besar dan tindak lanjut jangka panjang diperlukan untuk mengkonfirmasi temuan ini dan mengevaluasi dampak jangka panjang dari teknik Furlow terhadap pertumbuhan maksilofasial dan perkembangan bicara. Ketiga, penelitian yang membandingkan efektivitas biaya dari berbagai teknik palatoplasti, termasuk Furlow, Bardach, von Langenbeck, dan V-Y pushback, dapat memberikan informasi berharga bagi pengambilan keputusan klinis dan alokasi sumber daya kesehatan. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang manajemen celah langit-langit mulut dan meningkatkan hasil klinis bagi pasien.

  1. Postoperative Oronasal Fistula Formation Following The Furlow and Other Three Palatoplasty Techniques:... jprjournal.com/index.php/jpr/article/view/3Postoperative Oronasal Fistula Formation Following The Furlow and Other Three Palatoplasty Techniques jprjournal index php jpr article view 3
Read online
File size986.53 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test