UNDANAUNDANA

Buletin Ilmiah IMPASBuletin Ilmiah IMPAS

Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Metode Activity Based Costing (ABC) dalam perhitungan biaya produksi karena dapat menyediakan informasi terkait biaya yang lebih akurat dan menjadi acuan untuk menentukan harga jual menggunakan metode Cost Plus Pricing dan perhitungan keuntungan pada Usaha Mikro “Dua Putri Kelurahan Bakunase Kota Kupang. Hasil penelitian ini menunjukan perhitungan biaya produksi menggunakan metode Activity Based Costing meliputi tahapan pertama menelusuri biaya ke aktivitas terdiri dari mengidentifikasi aktivitas, pengalokasian biaya ke aktifitas, penentuan kelompok biaya yang homogen dan penentuan tarif kelompok dan tahapan kedua menelusuri biaya ke produk dimana pembebanan biaya overhead pabrik menggunakan cost driver dari masing-masing produk dan menghasilakan biaya produksi untuk bulan januari Rp.45.260.256, Februari Rp.40.997.256 dan Maret Rp.35.153.256 kemudian untuk penentuan harga jual produk menggunakan Metode Cost Plus Pricing lebih besar dibandingkan penetapan harga jual produk oleh usaha mikro dan keuntungan bersih yang diperoleh usaha mikro setelah dikurangi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya overhead dan pajak penghasilan selama tiga bulan untuk bulan Januari Rp.9.643.844, Februari Rp.8.593.544 dan Maret Rp.7.353.144.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa perhitungan biaya produksi dengan metode activity based costing melibatkan penelusuran biaya ke aktivitas dan produk, serta penggunaan cost driver.Penentuan harga jual dengan metode cost plus pricing menghasilkan nilai yang lebih tinggi dibandingkan harga jual yang ditetapkan oleh Usaha Mikro “Dua Putri.Perhitungan keuntungan menunjukkan adanya penurunan keuntungan selama periode penelitian akibat penurunan jumlah produksi.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan agar Usaha Mikro “Dua Putri secara konsisten menerapkan metode activity based costing untuk meningkatkan ketelitian perhitungan biaya produksi dan pengendalian biaya. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi fluktuasi volume produksi, seperti ketersediaan bahan baku kedelai dan permintaan pasar, untuk mengoptimalkan perencanaan produksi. Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada pengembangan model optimasi biaya produksi yang mempertimbangkan variabel-variabel eksternal seperti harga kedelai dan biaya transportasi, serta mengintegrasikan analisis sensitivitas untuk mengidentifikasi dampak perubahan variabel-variabel tersebut terhadap profitabilitas usaha. Dengan demikian, Usaha Mikro “Dua Putri dapat meningkatkan daya saing dan keberlanjutan bisnisnya di tengah dinamika pasar.

Read online
File size443.19 KB
Pages13
DMCAReport

Related /

ads-block-test