STAI YPBWISTAI YPBWI

Jurnal Studi Pendidikan DasarJurnal Studi Pendidikan Dasar

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji kompetensi pedagogik guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) dalam mengimplementasikan Kurikulum Merdeka dan mengidentifikasi tantangan serta strategi yang diperlukan untuk penguatannya. Kurikulum Merdeka mengharuskan guru untuk merancang pembelajaran yang berpusat pada siswa, mengelola kelas secara efektif, dan melakukan evaluasi berdasarkan asesmen diagnostik dan formatif. Penelitian ini mengungkap berbagai tantangan yang dihadapi oleh guru MI, seperti pemahaman yang terbatas tentang kurikulum baru, kurangnya pelatihan berkelanjutan, literasi digital yang terbatas, dan beban administratif yang tinggi. Lebih lanjut, penelitian ini mengusulkan strategi untuk memperkuat kompetensi pedagogik, termasuk pelatihan berbasis praktik reflektif, pengembangan komunitas belajar guru, dukungan pendampingan dan pembinaan, dan penyediaan sumber belajar yang memadai. Temuan penelitian menunjukkan bahwa dukungan dari berbagai pemangku kepentingan sangat penting untuk meningkatkan kompetensi pedagogik guru MI, memastikan implementasi Kurikulum Merdeka yang optimal dan dampak positif pada kualitas pendidikan dasar di Indonesia.

Implementasi Kurikulum Merdeka di Madrasah Ibtidaiyah (MI) menuntut guru untuk memiliki kompetensi pedagogik yang kuat dan adaptif.Kurikulum ini menekankan pada pembelajaran yang berpusat pada peserta didik, berdiferensiasi, serta berbasis asesmen formatif dan diagnostik.Oleh karena itu, keberhasilan pelaksanaannya sangat bergantung pada sejauh mana guru mampu memahami, mengelola, dan mengembangkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan siswa.Kompetensi pedagogic menjadi fondasi utama dalam menghadapi tantangan implementasi Kurikulum Merdeka.Tantangan yang dihadapi guru MI meliputi keterbatasan pemahaman terhadap kurikulum baru, kurangnya pelatihan berkelanjutan, keterbatasan literasi teknologi, serta beban administratif yang tinggi.Namun demikian, berbagai strategi telah diidentifikasi untuk menguatkan kompetensi pedagogik guru, antara lain melalui pelatihan berbasis praktik reflektif, penguatan komunitas belajar, coaching dan mentoring, serta penyediaan sumber belajar yang relevan.Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, peningkatan kompetensi pedagogik guru MI menjadi hal yang memungkinkan dan harus diupayakan secara sistematis dan berkelanjutan.

Untuk meningkatkan Merdeka, disarankan untuk mengembangkan program pelatihan berkelanjutan yang fokus pada praktik reflektif dan kolaboratif. Program ini dapat mencakup pelatihan dalam merancang pembelajaran berdiferensiasi, mengembangkan proyek berbasis Profil Pelajar Pancasila, serta menggunakan teknologi digital sebagai penunjang kegiatan belajar. Selain itu, penting untuk membentuk komunitas belajar guru yang aktif dan kolaboratif, di mana guru dapat berbagi pengalaman, sumber belajar, dan strategi pembelajaran yang efektif. Dukungan dari kepala madrasah dan pengawas juga diperlukan dalam bentuk supervisi akademik yang konstruktif, membantu guru dalam perencanaan pembelajaran, dan mendorong penerapan pendekatan pembelajaran aktif dan merdeka belajar. Pemerintah dan pemangku kebijakan dapat memastikan tersedianya program pengembangan profesional berkelanjutan (continuous professional development/CPD), penyediaan perangkat ajar yang komprehensif, serta perumusan kebijakan insentif bagi guru yang aktif berinovasi dan meningkatkan kompetensinya. Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) juga perlu mengintegrasikan kurikulum dan metode pembelajaran berbasis Kurikulum Merdeka dalam program pendidikan calon guru, sehingga lulusan LPTK siap terjun dengan kompetensi pedagogik yang sesuai tuntutan zaman.

Read online
File size546.56 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test