UMBJMUMBJM

Healthy-Mu JournalHealthy-Mu Journal

Sinar ultraviolet (UV) dari matahari merupakan salah satu faktor utama penyebab kerusakan kulit, termasuk photoaging, hiperpigmentasi, dan kanker kulit. Radiasi UVB (280–315 nm) bertanggung jawab atas eritema kulit (kemerahan), sementara UVA (315–400 nm) berkontribusi terhadap penuaan kulit melalui peningkatan produksi spesies oksigen reaktif (ROS). Penggunaan tabir surya merupakan langkah preventif yang efektif untuk melindungi kulit dari dampak buruk sinar UV. Tabir surya umumnya mengandung agen penyerap UV seperti avobenzone, octinoxate, dan oxybenzone. Namun, kekhawatiran terhadap potensi toksisitas dan dampak lingkungan dari bahan sintetis tersebut telah mendorong peningkatan minat pada bahan aktif alami. Ekstrak tumbuhan, terutama yang kaya flavonoid, fenolik, dan alkaloid, diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan kemampuan menyerap sinar UV, sehingga potensial digunakan sebagai bahan aktif dalam tabir surya alami. Salah satu tanaman potensial adalah Nauclea subdita (Korth.) Steud., yang dikenal sebagai Bangkal di Kalimantan Selatan. Kulit kayu tanaman ini secara tradisional digunakan dalam berbagai praktik pengobatan, dan studi fitokimia menunjukkan bahwa kulit kayu Bangkal mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, dan triterpenoid. Flavonoid diketahui efektif sebagai agen photoprotektif dengan kemampuan menyerap radiasi UV dan menetralkan ROS.

Ekstrak kulit kayu bangkal dapat diformulasikan dalam sediaan sunscreen stick.Hasil evaluasi mutu fisik semua sediaan memiliki hasil yang baik dan sesuai dengan persyaratan yang ada.Semua sediaan memiliki bentuk, warna, dan bau yang sesuai serta homogen kecuali pada F3 yang tidak homogen.Memiliki pH yang sesuai dengan pH kulit (4,5-6,5) dan daya lekat yang tidak kurang dari 4 detik.Pada uji tabir surya, didapatkan nilai SPF pada F1 dengan proteksi minimal, F2 dengan proteksi sedang, dan F3 dengan proteksi ekstra.Maka dapat disimpulkan bahwa semua formula dapat melindungi kulit dari sinar UV.

Berdasarkan hasil penelitian ini, saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan adalah: (1) Menganalisis lebih lanjut senyawa aktif dalam ekstrak kulit kayu bangkal dan mengidentifikasi senyawa spesifik yang berkontribusi terhadap aktivitas tabir surya. (2) Mengoptimalkan formulasi sunscreen stick dengan mengeksplorasi variasi konsentrasi ekstrak dan bahan tambahan untuk meningkatkan efektivitas proteksi UV dan stabilitas produk. (3) Melakukan studi klinis untuk mengevaluasi keamanan dan tolerabilitas sunscreen stick berbasis ekstrak kulit kayu bangkal pada kulit manusia, serta mengukur tingkat kepuasan pengguna dan efektivitas perlindungan terhadap paparan sinar UV dalam kondisi nyata.

  1. Inovasi Sunscreen Stick Berbasis Ekstrak Kulit Kayu Bangkal (Nauclea subdita (Korth.) Steud.) sebagai... journal.umbjm.ac.id/index.php/healthy/article/view/1376Inovasi Sunscreen Stick Berbasis Ekstrak Kulit Kayu Bangkal Nauclea subdita Korth Steud sebagai journal umbjm ac index php healthy article view 1376
  2. Healthy-Mu Journal. healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine... doi.org/10.35747/hmjHealthy Mu Journal healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine doi 10 35747 hmj
  3. Healthy-Mu Journal. healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine... journal.umbjm.ac.id/index.php/healthyHealthy Mu Journal healthy mu journal issn sinta fields study pharmacy nursing midwifery nutrition medicine journal umbjm ac index php healthy
Read online
File size317.58 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test