RISETPRESSRISETPRESS

Pancasila International Journal of Applied Social SciencePancasila International Journal of Applied Social Science

Penelitian ini menyelidiki perbedaan gender dalam strategi penanganan kemiskinan di antara rumah tangga petani di Akoko South Local Government Area, Ondo State, Nigeria. Teknik sampel multi-tahap digunakan untuk memilih 120 responden, terdiri dari jumlah yang sama dari rumah tangga yang dikepalai pria dan wanita dari enam komunitas yang dipilih secara acak. Data primer dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, indeks kemiskinan Foster-Greer-Thorbecke (FGT), dan model regresi logistik. Temuan mengungkapkan disparitas gender yang signifikan dalam karakteristik rumah tangga, aktivitas ekonomi, dan tingkat kemiskinan. Usia rata-rata rumah tangga yang dikepalai wanita adalah 44,7 tahun, dibandingkan dengan 53,4 tahun untuk rumah tangga yang dikepalai pria. Pencapaian pendidikan relatif tinggi, dengan 56,7% kepala rumah tangga wanita dan 46,6% kepala rumah tangga pria memiliki pendidikan tingkat ketiga. Rumah tangga yang dikepalai pria mencatat pendapatan rata-rata yang lebih tinggi (₦56,664,100) dan insiden kemiskinan yang lebih rendah (30%) daripada rumah tangga yang dikepalai wanita (53,4%). Indeks FGT lebih lanjut menunjukkan kedalaman kemiskinan yang lebih besar di antara rumah tangga yang dikepalai wanita (0,534). Kegiatan mata pencaharian berbeda, dengan 70% rumah tangga yang dikepalai pria terlibat dalam tenaga kerja pertanian dan proporsi yang sama dari rumah tangga yang dikepalai wanita terlibat dalam penjualan produk pertanian. Regresi logistik mengidentifikasi status perkawinan, tingkat pendapatan, dan partisipasi dalam pengolahan tanaman sebagai penentu signifikan status kemiskinan. Mengurangi jumlah makanan sehari-hari adalah strategi penanganan yang paling umum. Penelitian ini menekankan kebutuhan akan kebijakan pengembangan pedesaan yang responsif terhadap gender yang mempromosikan akses yang adil terhadap kredit, sumber daya produktif, dan pelatihan. Program pemberdayaan yang ditargetkan untuk rumah tangga yang dikepalai wanita dapat memperkuat ketahanan dan mendukung pengurangan kemiskinan yang berkelanjutan di komunitas pedesaan.

Penelitian ini menyelidiki strategi penanganan kemiskinan berdasarkan gender di antara rumah tangga petani di Akoko South-West Local Government Area, Ondo State, Nigeria.Temuan menunjukkan bahwa baik kepala rumah tangga pria maupun wanita berada dalam rentang usia aktif secara ekonomi dan memiliki tingkat pendidikan yang moderat hingga tinggi, menunjukkan potensi yang kuat untuk produktivitas dan inovasi dalam pertanian.Namun, disparitas gender tetap ada dalam dimensi mata pencaharian kunci seperti akses dan kendali atas lahan, fasilitas kredit, dan peluang penghasilan.Rumah tangga yang dikepalai wanita lebih terlibat dalam pengolahan tanaman dan pemasaran produk pertanian, sementara rumah tangga yang dikepalai pria memiliki lahan pertanian yang lebih besar dan lebih terlibat dalam tenaga kerja pertanian.Meskipun kontribusi ini, rumah tangga yang dikepalai wanita mengalami insiden kemiskinan yang lebih tinggi (53,3%) dibandingkan dengan rumah tangga yang dikepalai pria (30%), mencerminkan kesenjangan gender yang berkelanjutan dalam akses dan kendali atas sumber daya.Indeks kemiskinan Foster-Greer-Thorbecke (FGT) dan hasil regresi logistik menekankan pendapatan, ukuran keluarga, dan akses terhadap layanan kesehatan sebagai penentu signifikan kemiskinan di antara rumah tangga yang dikepalai wanita, sementara pendapatan, status perkawinan, dan pengolahan tanaman adalah penentu utama di antara rumah tangga yang dikepalai pria.Hasil ini menekankan interaksi kompleks antara gender, faktor sosioekonomi, dan hasil kemiskinan di pedesaan Nigeria.Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya mengatasi disparitas gender, mempromosikan inklusi keuangan, dan mendukung diversifikasi mata pencaharian untuk meningkatkan ketahanan dan kesejahteraan rumah tangga petani pedesaan.

Berdasarkan temuan dan analisis dalam penelitian ini, berikut adalah saran penelitian lanjutan yang dapat dipertimbangkan:. . 1. Mengembangkan kebijakan inklusi keuangan yang responsif terhadap gender: Penelitian ini menekankan kebutuhan akan kebijakan yang mempromosikan akses yang adil terhadap kredit dan sumber daya produktif untuk rumah tangga petani, terutama bagi wanita. Studi lanjutan dapat mengeksplorasi strategi konkret untuk meningkatkan akses keuangan bagi rumah tangga yang dikepalai wanita, seperti program kredit mikro yang ditargetkan, pelatihan keuangan, dan kemitraan dengan lembaga keuangan untuk memastikan layanan yang inklusif dan terjangkau.. . 2. Pemberdayaan gender-spesifik dan pembangunan kapasitas: Temuan menunjukkan bahwa rumah tangga yang dikepalai wanita memiliki akses yang terbatas terhadap sumber daya dan peluang. Penelitian lanjutan dapat menyelidiki efektivitas program pemberdayaan yang ditargetkan untuk wanita, termasuk pelatihan keterampilan, akses pasar, dan dukungan jaringan. Studi ini dapat mengeksplorasi cara-cara untuk memperkuat ketahanan dan meningkatkan partisipasi ekonomi wanita dalam pertanian dan sektor-sektor lainnya.. . 3. Distribusi adil input pertanian dan program dukungan: Penelitian ini menunjukkan disparitas gender dalam akses dan kendali atas sumber daya, seperti lahan dan kredit. Studi lanjutan dapat menganalisis efektivitas program distribusi input pertanian yang adil, seperti akses yang setara terhadap bibit berkualitas, pupuk, dan teknologi pertanian. Penelitian ini juga dapat menyelidiki peran organisasi petani dan koperasi dalam memastikan distribusi yang adil dan aksesibilitas sumber daya bagi semua anggota, termasuk wanita.. . 4. Promosi diversifikasi mata pencaharian: Penelitian ini menunjukkan bahwa rumah tangga petani mengandalkan berbagai strategi penghasilan. Studi lanjutan dapat mengeksplorasi peluang diversifikasi mata pencaharian di luar pertanian, seperti pengembangan usaha kecil dan menengah, pariwisata pedesaan, atau industri kreatif. Penelitian ini dapat menganalisis cara-cara untuk mendukung transisi ke mata pencaharian alternatif yang berkelanjutan dan menguntungkan bagi rumah tangga petani, terutama bagi wanita.. . 5. Meningkatkan akses layanan kesehatan dan kesejahteraan keluarga: Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa akses terhadap layanan kesehatan adalah faktor penting dalam menentukan status kemiskinan. Studi lanjutan dapat menyelidiki cara-cara untuk meningkatkan akses layanan kesehatan bagi rumah tangga petani, terutama di daerah pedesaan. Penelitian ini juga dapat menganalisis peran layanan kesehatan dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan ketahanan rumah tangga, termasuk akses terhadap layanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.. . Dengan menggabungkan saran-saran ini, penelitian lanjutan dapat berkontribusi pada pengembangan kebijakan dan intervensi yang lebih efektif untuk mengurangi kesenjangan gender, meningkatkan ketahanan rumah tangga petani, dan mendukung pengurangan kemiskinan yang berkelanjutan di pedesaan Nigeria.

  1. Evaluating the Heterogeneous Impacts of Adoption of Climate-Smart Agricultural Technologies on Rural... mdpi.com/2077-0472/12/11/1853Evaluating the Heterogeneous Impacts of Adoption of Climate Smart Agricultural Technologies on Rural mdpi 2077 0472 12 11 1853
  2. An Empirical Analysis of Food Security and Poverty Status Among Rural Farming Households in Owo Local... risetpress.com/index.php/pancasila/article/view/1802An Empirical Analysis of Food Security and Poverty Status Among Rural Farming Households in Owo Local risetpress index php pancasila article view 1802
Read online
File size525.1 KB
Pages23
DMCAReport

Related /

ads-block-test