POLTEKKES SMGPOLTEKKES SMG

Jurnal Lintas KeperawatanJurnal Lintas Keperawatan

Latar Belakang : Pandemi covid-19 menyebabkan perubahan pada kehidupan manusia. Mulai dari pola makan, pola aktivitas dan gaya hidup berubah pasca pandemi tersebut. Perubahan gaya hidup manusia cenderung mengarah pada gaya hidup dengan aktivitas fisik minimal. Artinya masyarakat lebih banyak melakukan aktivitas fisik didalam ruangan dan mobilitas rendah. Hal ini mengakibatkan kadar gula didalam tubuh tinggi akibat tidak digunakan sebagai sumber energi untuk melaksanakan aktivitas fisik. Kondisi ini memungkinkan terjadinya peningkatan kejadian diabetes mellitus Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara riwayat, pola makan dan sedentary lifestyle pada kejadian diabetes mellitus di Kota Pekalongan. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Subjek penelitian adalah penderita diabetes mellitus di wilayah Puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan dengan teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dibantu oleh enumerator. Hasil : Hasil penelitian ini menunjukan bahwa usia, pola makan dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang berarti pada kejadian diabetes mellitus, sementara gaya hidup memiliki hubungan tetapi tidak berarti dalam kejadian diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan. Simpulan : Gaya hidup sehat dapat mencegah terjadinya diabetes mellitus. Gaya hidup sehat juga dapat menurunkan risiko terjadinya perburukan pada penderita diabetes mellitus.

Penelitian ini dapat menyimpulkan bahwa usia, pola makan dan aktivitas fisik memiliki hubungan yang berarti pada kejadian diabetes mellitus, sementara gaya hidup memiliki hubungan tetapi tidak berarti dalam kejadian diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Kusuma Bangsa Kota Pekalongan.Gaya hidup sehat dapat mencegah terjadinya diabetes mellitus.Gaya hidup sehat juga dapat menurunkan risiko terjadinya perburukan pada penderita diabete mellitus.

Penelitian selanjutnya dapat memperdalam pemahaman mengenai hubungan antara gaya hidup dan diabetes mellitus dengan beberapa pendekatan baru. Pertama, mengingat temuan bahwa pola makan dan aktivitas fisik signifikan, namun gaya hidup sehat secara umum tidak, perlu dilakukan eksplorasi lebih rinci terhadap komponen gaya hidup. Ini bisa melibatkan studi yang meneliti bagaimana aspek gaya hidup modern lainnya, seperti kualitas tidur, tingkat stres kronis, dan durasi penggunaan perangkat elektronik, secara spesifik memengaruhi resistensi insulin dan metabolisme glukosa. Sebuah studi kualitatif mendalam atau survei kuantitatif dengan instrumen yang lebih granular tentang kebiasaan sehari-hari dapat mengungkap faktor-faktor yang mungkin terlewatkan. Kedua, untuk menguatkan hubungan kausal, penelitian longitudinal akan sangat bermanfaat. Dengan melacak sekelompok individu selama beberapa tahun, peneliti dapat mengamati bagaimana perubahan progresif dalam pola makan dan tingkat aktivitas fisik, atau bahkan dampak penuaan alami pada fungsi tubuh, berkorelasi dengan munculnya atau perburukan diabetes mellitus. Ini akan memberikan bukti yang lebih kuat daripada studi cross-sectional. Ketiga, melengkapi saran sebelumnya mengenai Long COVID, sebuah studi dapat menginvestigasi dampak interaktif antara sindrom Long COVID dan gaya hidup pasien terhadap perkembangan diabetes. Misalnya, bagaimana kelelahan pasca-COVID membatasi aktivitas fisik, atau bagaimana perubahan persepsi rasa memengaruhi pilihan makanan, dan dampaknya terhadap kontrol gula darah. Penelitian ini dapat menggunakan desain kasus-kontrol atau kohort untuk membandingkan pasien DM dengan dan tanpa riwayat Long COVID, sambil mempertimbangkan faktor gaya hidup mereka.

Read online
File size255.35 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test