ISBIISBI
Bookchapter ISBI BandungBookchapter ISBI BandungPendidikan merupakan pilar fundamental dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Namun, lingkungan pendidikan tidak selalu terbebas dari berbagai bentuk kekerasan, termasuk kekerasan simbolik yang bersifat halus dan seringkali tidak disadari. Penelitian ini mengkaji peran modal sosial dan modal budaya dalam upaya memahami dan meminimalkan kekerasan simbolik pada Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Bandung. Dengan pendekatan kualitatif dan desain etnografi, data dikumpulkan melalui observasi partisipan, FGD, dan wawancara mendalam. Analisis data menggunakan kerangka teoritis Pierre Bourdieu, khususnya konsep habitus, ranah, dan berbagai bentuk modal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekerasan simbolik termanifestasi melalui ejekan, pemberian label negatif, perbedaan perlakuan guru, dan penghinaan. Modal sosial dan budaya dapat berfungsi sebagai alat untuk melawan kekerasan simbolik, namun memerlukan upaya sistematis untuk mengonversi potensi tersebut menjadi kekuatan kolektif. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman komprehensif tentang bagaimana interaksi antara modal sosial dan modal budaya dapat membentuk lingkungan sekolah yang lebih inklusif dan adil.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kekerasan simbolik di SMP Kabupaten Bandung berakar pada ketimpangan modal sosial dan budaya, serta termanifestasi dalam relasi kuasa yang timpang.Revitalisasi modal sosial melalui penguatan norma kooperatif dan solidaritas, serta optimalisasi modal budaya lokal sebagai instrumen dekonstruksi, terbukti efektif dalam menciptakan lingkungan sekolah yang lebih setara.Upaya pemberantasan kekerasan simbolik memerlukan rekonstruksi ekosistem sekolah secara menyeluruh, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, dan komitmen berkelanjutan untuk mewujudkan pendidikan yang memanusiakan.
Berdasarkan temuan penelitian, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai bagaimana habitus siswa yang terpapar kekerasan simbolik memengaruhi performa akademik dan perkembangan psikososial mereka. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model intervensi berbasis sekolah yang melibatkan partisipasi aktif siswa, guru, dan orang tua dalam mengidentifikasi dan mengatasi praktik-praktik kekerasan simbolik. Ketiga, penelitian komparatif antara sekolah-sekolah dengan tingkat keragaman sosial-budaya yang berbeda dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor kontekstual yang memperburuk atau mengurangi risiko terjadinya kekerasan simbolik. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang lebih inklusif, adil, dan aman bagi semua siswa. Dengan memahami secara mendalam akar permasalahan dan mengembangkan solusi yang tepat sasaran, kita dapat mewujudkan visi pendidikan sebagai agen transformasi sosial yang memberdayakan individu dan membangun masyarakat yang lebih beradab.
- Kekerasan dalam Pendidikan; Sejarah, Perkembangan dan Solusi | EL-BANAT: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan... ejournal.kopertais4.or.id/susi/index.php/elbanat/article/view/3339Kekerasan dalam Pendidikan Sejarah Perkembangan dan Solusi EL BANAT Jurnal Pemikiran dan Pendidikan ejournal kopertais4 susi index php elbanat article view 3339
- RELASI PENDIDIK DENGAN PESERTA DIDIK DALAM PANDANGAN PAULO FREIRE (1921-1997) (Suatu Telaah Filosofis... doi.org/10.25078/sa.v3i1.2160RELASI PENDIDIK DENGAN PESERTA DIDIK DALAM PANDANGAN PAULO FREIRE 1921 1997 Suatu Telaah Filosofis doi 10 25078 sa v3i1 2160
- Telaah Kritis Kekerasan Simbolik antara Guru dan Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas | Jurnal Moral... doi.org/10.21067/jmk.v8i2.8177Telaah Kritis Kekerasan Simbolik antara Guru dan Peserta Didik di Sekolah Menengah Atas Jurnal Moral doi 10 21067 jmk v8i2 8177
- DOI Name 10.62335 Values. name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix... doi.org/10.62335DOI Name 10 62335 Values name values index type timestamp data serv crossref email support desc prefix doi 10 62335
| File size | 545.4 KB |
| Pages | 24 |
| DMCA | Report |
Related /
ISBIISBI Dengan koreografi, tata rias, busana, dan musik yang disesuaikan, sajian ini menjadi daya tarik pariwisata. Namun, sajian ini juga dipengaruhi oleh permintaanDengan koreografi, tata rias, busana, dan musik yang disesuaikan, sajian ini menjadi daya tarik pariwisata. Namun, sajian ini juga dipengaruhi oleh permintaan
UNIMAUNIMA Pendekatan ini menggabungkan bangunan fisik dengan ornamen khas Minahasa, dilengkapi fasilitas pendukung seperti ruang panggung, workshop, foodcourt, danPendekatan ini menggabungkan bangunan fisik dengan ornamen khas Minahasa, dilengkapi fasilitas pendukung seperti ruang panggung, workshop, foodcourt, dan
HAMZANWADIHAMZANWADI Upaya pelestarian budaya daerah Sasak melalui kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 2 Selong dianggap berhasil karena dilihat dari jumlah peserta selalu meningkatUpaya pelestarian budaya daerah Sasak melalui kegiatan ekstrakurikuler di SMPN 2 Selong dianggap berhasil karena dilihat dari jumlah peserta selalu meningkat
ISBIISBI Hal ini membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut. Tema ini juga memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut karena kekayaanHal ini membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut. Tema ini juga memiliki peluang yang sangat besar untuk dikembangkan lebih lanjut karena kekayaan
UMTSUMTS Wisata pedesaan adalah kunjungan wisatawan ke daerah pedesaan untuk menikmati berbagai daya tarik yang ada, seperti keindahan alam, budaya lokal, dan aktivitasWisata pedesaan adalah kunjungan wisatawan ke daerah pedesaan untuk menikmati berbagai daya tarik yang ada, seperti keindahan alam, budaya lokal, dan aktivitas
UNIVEDUNIVED Generasi remaja sudah memahami rasa nasionalis tetapi secara tidak sadar meninggalkan budaya lokal akibat modernisasi. Penelitian ini bertujuan mengetahuiGenerasi remaja sudah memahami rasa nasionalis tetapi secara tidak sadar meninggalkan budaya lokal akibat modernisasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui
OJSSTIKESBANYUWANGIOJSSTIKESBANYUWANGI Tujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi peran lintas sektor dalam kesehatan mental remaja suku Osing sebagai daerah zero suicide cases, serta mengkajiTujuan penelitian ini adalah mengeksplorasi peran lintas sektor dalam kesehatan mental remaja suku Osing sebagai daerah zero suicide cases, serta mengkaji
FIB UNMULFIB UNMUL Ciri khas Mamanda Kutai, yaitu adanya Ladon (pantun yang disenandungkan) pada awal pertunjukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristikCiri khas Mamanda Kutai, yaitu adanya Ladon (pantun yang disenandungkan) pada awal pertunjukannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik
Useful /
UNIVEDUNIVED Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif komunikasi pemasaran tersebut dalam memengaruhi perilaku konsumen, terutama dalam mendorongPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif komunikasi pemasaran tersebut dalam memengaruhi perilaku konsumen, terutama dalam mendorong
FIB UNMULFIB UNMUL Terdapat sebuah desa budaya di Samarinda bernama Pampang, yang sebagian besar dihuni oleh masyarakat Dayak Kenyah. Dalam banyak hal, pemerintah mengurusTerdapat sebuah desa budaya di Samarinda bernama Pampang, yang sebagian besar dihuni oleh masyarakat Dayak Kenyah. Dalam banyak hal, pemerintah mengurus
FIB UNMULFIB UNMUL Keberagaman mulai dari definisi dongkari hingga penggunaan terminologis setiap unsur dongkari. Dongkari menjadi indikator kecakapan, ketangkasan, kecerdasan,Keberagaman mulai dari definisi dongkari hingga penggunaan terminologis setiap unsur dongkari. Dongkari menjadi indikator kecakapan, ketangkasan, kecerdasan,
AKBIDHIPEKALONGANAKBIDHIPEKALONGAN Namun hal ini masih belum sepenuhnya mampu merubah kebiasaan masyarakat dalam memberikan MP-ASI kepada bayi secara benar. Disarankan untuk mengikutsertakanNamun hal ini masih belum sepenuhnya mampu merubah kebiasaan masyarakat dalam memberikan MP-ASI kepada bayi secara benar. Disarankan untuk mengikutsertakan