UNESAUNESA

Jurnal Manajemen InformatikaJurnal Manajemen Informatika

Masa balita merupakan fase penting dalam pertumbuhan anak yang membutuhkan perhatian khusus, termasuk pemantauan kesehatan secara rutin. Posyandu Keluarga Teratai selama ini masih menggunakan pencatatan manual melalui Buku KIA, yang dinilai kurang efektif dan rawan kesalahan. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan sistem penilaian balita sehat dengan metode AHP untuk menentukan bobot kriteria dan TOPSIS untuk pemeringkatan. Hasil AHP menunjukkan bahwa Berat Badan memiliki bobot tertinggi (0,322), dengan rasio konsistensi 0,095. Metode TOPSIS digunakan untuk menentukan peringkat solusi ideal, menghasilkan 23 balita sehat, 2 butuh perhatian, dan 3 butuh penanganan. Sistem ini diuji menggunakan Black Box Testing dengan hasil akurasi 100%, yang menunjukkan bahwa seluruh fungsinya berjalan dengan baik. Diharapkan sistem ini membantu kader posyandu dalam pemantauan serta meningkatkan kesadaran orang tua.

Penelitian ini berhasil merancang dan menguji sistem pendukung keputusan untuk menentukan peringkat balita sehat di Posyandu Keluarga Teratai.Sistem ini menggunakan metode AHP untuk pembobotan kriteria dan TOPSIS untuk pemeringkatan, dengan akurasi 100% berdasarkan pengujian Black Box.Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem dapat mengklasifikasikan balita menjadi tiga kategori.

Berdasarkan hasil penelitian, pengembangan sistem ini dapat ditingkatkan dengan mengintegrasikan metode kecerdasan buatan (AI) seperti Machine Learning untuk meningkatkan akurasi dan kecepatan penilaian status kesehatan balita. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan sistem yang mampu memberikan rekomendasi intervensi gizi atau kesehatan yang dipersonalisasi berdasarkan hasil penilaian. Penelitian lebih lanjut juga dapat mengeksplorasi penggunaan data historis pertumbuhan balita untuk memprediksi potensi masalah kesehatan di masa depan, sehingga memungkinkan tindakan preventif yang lebih efektif. Integrasi dengan sistem informasi kesehatan yang lebih luas, seperti data dari puskesmas atau rumah sakit, juga dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kondisi kesehatan balita secara keseluruhan dan meningkatkan efektivitas program kesehatan masyarakat.

Read online
File size704.6 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test