UMKUMK

Indonesian Journal of Technology, Informatics and Science (IJTIS)Indonesian Journal of Technology, Informatics and Science (IJTIS)

Penerimaan pegawai baru adalah hal yang penting bagi perusahaan untuk memperoleh calon pegawai baru dalam menduduki suatu jabatan. Pada sebagian perusahaan, proses penerimaan pegawai baru masih belum dilakukan secara profesional. Hal ini terjadi karena tidak ada model standar yang sistematis untuk menilai kelayakan calon pegawai baru. Aplikasi sistem pendukung keputusan penerimaan pegawai baru yang dibangun menggunakan metode Simple Additive Weighting (SAW). Metode ini dipilih karena dapat menentukan nilai bobot untuk setiap atribut, kemudian dilanjutkan dengan proses perankingan yang akan menyeleksi alternatif terbaik dari sejumlah alternatif, dalam hal ini alternatif yang dimaksud adalah yang berhak diterima sebagai pegawai baru berdasarkan kriteria-kriteria yang ditentukan. Berdasarkan hasil pengujian, sistem yang dibangun dapat mempermudah dan mempercepat proses penyeleksian penerimaan pegawai baru dan membantu manajer divisi Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengambilan keputusan untuk menentukan pegawai baru di suatu perusahaan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode Simple Additive Weighting (SAW) dapat digunakan untuk memecahkan masalah rekrutmen karyawan baru pada GBI Kudus berdasarkan kriteria yang telah ditentukan.Perancangan ini dapat digunakan untuk pembuatan sistem pendukung keputusan dengan aplikasi menggunakan metode SAW.Dengan demikian, proses seleksi dapat lebih terstruktur dan objektif, membantu dalam pengambilan keputusan yang lebih baik.Penerapan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas proses rekrutmen karyawan baru di GBI Kudus.

Penelitian selanjutnya dapat difokuskan pada pengembangan sistem informasi berbasis web atau mobile yang mengimplementasikan metode SAW untuk penerimaan karyawan, sehingga dapat diakses secara luas dan mudah digunakan oleh pihak terkait. Selain itu, penelitian dapat diperluas dengan mengintegrasikan metode SAW dengan metode lain, seperti metode Analytical Hierarchy Process (AHP), untuk menentukan bobot kriteria secara lebih akurat dan mempertimbangkan preferensi dari para pengambil keputusan. Terakhir, studi lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas sistem yang dibangun dalam jangka panjang dan mengidentifikasi potensi peningkatan yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan kinerja sistem.

Read online
File size182.5 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test