UMCUMC

SOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan KomunikasiSOSFILKOM : Jurnal Sosial, Filsafat dan Komunikasi

Dalam tengah desentralisasi dan otonomi daerah, hampir semua sektor wewenang pemerintah pusat diserahkan kepada pemerintah daerah, termasuk program keluarga berencana (KB). Pelaksanaan program KB di Kabupaten Tegal tidak optimal akibat perubahan perencanaan kelembagaan dan kurangnya komitmen politik dari pemerintah daerah. Program KB belum dianggap sebagai prioritas. Kurangnya komitmen politik menghasilkan kebijakan yang tidak mendukung pelaksanaan program KB, serta dampak pada kurangnya alokasi anggaran, kurangnya dukungan sumber daya manusia, tumpang tindih peraturan daerah, dan lembaga yang belum independen untuk program KB.

Kesimpulan yang dapat didapat dari penelitian secara kelembagaan adalah.(1) Bentuk dan jaringan kerja internal lembaga KB yaitu.Bentuk lembaga KB di Kabupaten Tegal masih berbaur dengan urusan lain di luar KB yaitu BPPKB, b.Adanya tumpang tindih dalam jaringan kerja BPPKB, yaitu antara bagan organisasi tupoksi BPPKB, dan c.Jaringan organisasi untuk menggerakkan KB ada dari tingkat kabupaten sampai di tingkat desa, namun juga dibarengi dengan makin lemahnya koordinasi melalui rakordes dan rakorcam maupun hilangnya TKBK di tingkat kecamatan dan desa, d.Jaringan kerja antar lembaga yang terbangun di BPPKB Kabupaten Tegal yaitu, melibatkan lembaga lain yang ada, baik lembaga pemerintahan maupun non pemerintahan.Sedangkan dari komitmen politik, yaitu (1) Dukungan politik.Dukungan politik yang berupa kebijakan masih belum fokus terhadap urusan KB, b.Perda No 9 Tahun 2007 tentang Retribusi Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan dan Puskesmas di Kabupaten Tegal, menghambat akses pelayanan KB bagi keluarga miskin, dan c.belum terimplementasi secara memadai, (2) Dukungan prioritas program, posisi program KB belum menjadi pilihan utama program prioritas Pemerintah Kabupaten Tegal, (3) Dukungan Pemda Kabupaten Tegal terhadap ketersediaan SDM di lingkungan BPPKB masih rendah, dan (4) Dari segi anggaran komitmen Pemda Kabupaten Tegal terhadap program KB masih rendah.Anggaran pelayanan KB untuk keluarga miskin masih bahkan cenderung menurun.Pembiayaan untuk program KB masih mengandalkan dukungan anggaran dari pusat.

Untuk meningkatkan efektivitas program keluarga berencana di Kabupaten Tegal, perlu dilakukan revisi kebijakan dan perencanaan kelembagaan yang lebih fokus pada urusan KB. Selain itu, penting untuk meningkatkan dukungan sumber daya manusia dan anggaran dari pemerintah daerah. Dengan demikian, program KB dapat menjadi prioritas utama dan lebih responsif terhadap kebutuhan keluarga miskin sebagai pengguna utama.

Read online
File size943.75 KB
Pages7
DMCAReport

Related /

ads-block-test