FISIP UNMULFISIP UNMUL

Progress in Social DevelopmentProgress in Social Development

Various studies that discuss Stunting in developing countries, especially in Indonesia, target the prevalence of stunting which is still at 30.8% above the world average prevalence of 22.2%. This condition is still far from the figure set by the World Health Organization which targets a stunting rate of less than 20%. Stunting is a chronic nutritional problem in toddlers caused by inadequate nutritional intake for a long time and is caused by providing food that does not meet balanced nutritional needs. Stunting is caused by poor nutrition during pregnancy, anemia during pregnancy, not getting exclusive breastfeeding, children getting less nutrition during MPASI, poor sanitation, recurrent diarrhea, not routinely immunized, premature babies, poor parenting practices, and poverty. Meanwhile, stunting in toddlers has an impact on increasing the risk of mortality and morbidity, low cognitive abilities, the risk of chronic diseases in adulthood, reproductive health disorders and low productivity. Based on the results of the 2022 Indonesian Nutritional Status Survey (SSGI), the prevalence of stunting in West Nusa Tenggara reached 32.7% or 1.3% of the stunting rate in 2021. In Central Lombok Regency, the prevalence of stunting was 37% based on e-PPGM data as of August 2022. The high figure has received attention from various parties, one of which is the community empowerment program implemented by PT Pertamina Patra Niaga AFT BIL as a state-owned company that contributes to reducing the prevalence of stunting in Penujak Village, Central Lombok Regency. This study uses a qualitative descriptive approach that combines purposive sampling data collection techniques on program beneficiaries. The findings from the PT Pertamina Patra Niaga AFT BIL community empowerment model apply a comprehensive model that can be used as an example of the implementation of a stunting-free program in Indonesia. Through the supplementary feeding program (PMT) for 12 months, it resulted in an increase in Nutrition of 47% in 2024.

Program pemberdayaan masyarakat merupakan upaya yang dilakukan oleh pemangku kepentingan untuk melakukan program dan kegiatan sebagai bentuk kontribusi dalam penanggulangan stunting.PT Pertamina Patra Niaga AFT BIL telah berkontribusi dalam penanggulangan stunting di Desa Penujak melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT).Program PMT selama 12 bulan berhasil meningkatkan gizi sebesar 47% pada tahun 2023 dan menurunkan angka stunting dari 239 menjadi 123 balita.

Penelitian lanjutan dapat difokuskan pada evaluasi dampak jangka panjang program PMT terhadap perkembangan kognitif dan fisik anak-anak yang menerima intervensi. Selain itu, studi komparatif dapat dilakukan untuk membandingkan efektivitas model pemberdayaan masyarakat PT Pertamina Patra Niaga AFT BIL dengan model serupa di daerah lain, guna mengidentifikasi praktik terbaik dan potensi peningkatan. Terakhir, penelitian kualitatif mendalam dapat dilakukan untuk memahami persepsi dan pengalaman ibu-ibu dalam menerima dan memanfaatkan program PMT, serta faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan program dari perspektif masyarakat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan untuk upaya pencegahan dan penanggulangan stunting di Indonesia, dengan mempertimbangkan konteks sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat setempat.

Read online
File size756.93 KB
Pages12
DMCAReport

Related /

ads-block-test