UNSURYAUNSURYA

JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas SuryadarmaJSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong transformasi layanan perbankan dari konvensional ke digital. Generasi Z, sebagai generasi yang tumbuh terbiasa menggunakan teknologi dalam kehidupan sehari-hari menjadi target utama layanan ini. Dikarenakan, adopsi aplikasi mobile banking seperti MyBCA relatif tinggi. Dalam penelitian ini dilakukan analisa penyebab yang memengaruhi adopsi MyBCA oleh Generasi Z di Indonesia menggunakan Technology Acceptance Model (TAM). Data diperoleh dari responden melalui teknik purposive sampling dan dianalisis menggunakan SEM. Berdasarkan data karakteristik responden, diketahui bahwa mayoritas peserta penelitian merupakan mahasiswa (61%) yang tergolong dalam kategori usia Generasi Z. Sebagian besar dari mereka tercatat menggunakan aplikasi MyBCA secara rutin, yaitu sebanyak 1–2 kali per minggu (64,3%). Variabel Perceived Ease of Use, Perceived Credibility, dan Normative Pressure tidak memengaruhi secara signifikan terhadap Attitude Toward Use. Attitude Toward Use tidak memengaruhi Adoption Intention secara signifikan. Temuan ini memberikan masukan bagi pengembangan strategi peningkatan adopsi mobile banking di kalangan Generasi Z.

Dalam riset yang dilaksanakan untuk menilai tingkat penerimaan Generasi Z Indonesia dalam adopsi, dengan fokus khusus pada penggunaan aplikasi MyBCA.Kerangka teoritis dalam penelitian ini menggunakan Technology Acceptance Model (TAM) yang telah dilakuakn penambahan variabel eksternal, yaitu Self-Efficacy (keyakinan diri), Perceived Credibility (persepsi terhadap kredibilitas), dan Normative Pressure (tekanan normatif).Seluruh hubungan antar variabel diuji menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM) untuk memperoleh gambaran menyeluruh terhadap perilaku adopsi teknologi.Berdasarkan data karakteristik responden, diketahui bahwa mayoritas peserta penelitian merupakan mahasiswa (61%) yang tergolong dalam kategori usia Generasi Z.Sebagian besar dari mereka tercatat menggunakan aplikasi MyBCA secara rutin, yaitu sebanyak 1–2 kali per minggu (64,3%).Temuan ini memberikan indikasi bahwa aplikasi MyBCA telah terintegrasi dalam keseharian aktivitas finansial responden, mencerminkan tingkat pemanfaatan yang cukup intensif dalam pengelolaan kebutuhan perbankan digital mereka.Namun demikian, hasil pengujian model memberikan temuan baru yakni dinyatakan tidak semua variabel memengaruhi secara signifikan terhadap niat adopsi.Perceived Ease of Use dan Perceived Credibility tidak berpengaruh signifikan terhadap sikap terhadap penggunaan (Attitude Toward Use), yang menunjukkan bahwa generasi ini telah memiliki ekspektasi dasar terhadap kemudahan dan keandalan dalam aplikasi perbankan digital.Di sisi lain, Perceived Usefulness memengaruhi signifikan terhadap sikap, yang menandakan bahwa kegunaan nyata dari aplikasi dalam kehidupan sehari-hari menjadi penentu utama dalam membentuk sikap positif pengguna.Variabel Self-Efficacy juga menunjukkan pengaruh signifikan terhadap sikap terhadap penggunaan, namun arah hubungan yang ditemukan negatif.Hal ini menandakan bahwa pengguna dengan tingkat kepercayaan diri yang tinggi dalam penggunaan teknologi cenderung memiliki ekspektasi yang lebih besar dan bersikap lebih kritis terhadap kualitas fitur aplikasi.Sementara itu, Normative Pressure tidak menunjukkan pengaruh signifikan, yang mencerminkan bahwa Generasi Z lebih mandiri dalam pengambilan keputusan penggunaan teknologi, serta tidak terlalu dipengaruhi oleh tekanan sosial atau norma lingkungan.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan studi lanjutan yang berfokus pada pengembangan model teoritis yang lebih komprehensif dan adaptif guna menangkap dinamika adopsi teknologi di kalangan pengguna digital yang terus berkembang. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam memahami perilaku adopsi teknologi finansial oleh Generasi Z di Indonesia. Temuan ini dapat menjadi acuan bagi pengembang aplikasi, lembaga keuangan, serta peneliti di masa mendatang dalam merancang strategi inovatif yang sesuai dengan ekspektasi dan kebutuhan pengguna muda untuk meningkatkan tingkat adopsi yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi faktor-faktor psikologis dan ekspektasi tinggi Generasi Z terhadap penerimaan teknologi finansial, serta pengaruh latar belakang pendidikan dan status sebagai mahasiswa terhadap sikap selektif dalam menilai kualitas fitur aplikasi. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai perilaku adopsi teknologi finansial di kalangan Generasi Z dan membantu dalam pengembangan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan adopsi mobile banking di kalangan generasi muda.

  1. PERANCANGAN SISTEM INFORMASI CUTI KARYAWAN BERDASARKAN SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM DI UNIVERSITAS... journal.universitassuryadarma.ac.id/index.php/jsi/article/view/1083PERANCANGAN SISTEM INFORMASI CUTI KARYAWAN BERDASARKAN SIKLUS HIDUP PENGEMBANGAN SISTEM DI UNIVERSITAS journal universitassuryadarma ac index php jsi article view 1083
  2. One moment, please.... one moment please wait request verified doi.org/10.5267/j.ijdns.2021.8.007One moment please one moment please wait request verified doi 10 5267 j ijdns 2021 8 007
  3. Determinants of Customer Decisions to Save at Sharia Digital Banks | EKONOMIKA SYARIAH : Journal of Economic... ejournal.uinbukittinggi.ac.id/index.php/febi/article/view/7608Determinants of Customer Decisions to Save at Sharia Digital Banks EKONOMIKA SYARIAH Journal of Economic ejournal uinbukittinggi ac index php febi article view 7608
  4. The Intention to Use Digital Banking Services among Gen Z in Indonesia Based on Technology Acceptance... doi.org/10.51353/jmbm.v5i1.692The Intention to Use Digital Banking Services among Gen Z in Indonesia Based on Technology Acceptance doi 10 51353 jmbm v5i1 692
Read online
File size574.32 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test