UNSURYAUNSURYA

JSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas SuryadarmaJSI (Jurnal sistem Informasi) Universitas Suryadarma

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan Sistem Informasi Geografis menggunakan metode pengembangan berbasis WebGis dan Peta Interaktif, khususnya dengan perangkat lunak Google My Maps. Yang dapat digunakan untuk memetakan objek pariwisata alam yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ulu. Dengan memanfaatkan teknologi SIG, penelitian ini berfokus pada pengumpulan, analisis, dan penyajian data spasial yang berkaitan dengan objek-objek pariwisata alam yang ada di daerah tersebut. Kabupaten Ogan Komering Ulu memiliki potensi pariwisata yang melimpah, namun informasi mengenai lokasi dan karakteristik objek wisata tersebut masih terbatas dan tidak terintegrasi. Dataset yang digunakan untuk penelitian ini yaitu pengumpulan data primer dan sekunder. Data primer didapat melalui survei lapangan dan dilakukannya wawancara bersama pengelola objek wisata, sedangkan data sekunder diambil dari dokumen-dokumen pemerintah dan literatur terkait. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa SIG dapat digunakan untuk menyajikan informasi yang lengkap mengenai objek pariwisata. Penelitian ini memberikan rekomendasi bagi pemangku kepentingan untuk memanfaatkan teknologi SIG dalam strategi pengembangan pariwisata yang berkelanjutan.

Sistem Informasi Geografis Pariwisata Alam Kabupaten Ogan Komering Ulu mampu menyediakan informasi secara efektif dan menjadi panduan dalam mencari objek pariwisata di wilayah tersebut.Visualisasi spasial yang dihasilkan turut mendukung pengambilan keputusan dalam pembangunan pariwisata yang lebih tepat sasaran.Sistem ini diharapkan dapat membantu pemerintah daerah, khususnya dinas pariwisata, sebagai alat promosi untuk memajukan objek wisata di Kabupaten Ogan Komering Ulu.

Pertama, perlu dikaji bagaimana integrasi data real-time seperti kapasitas pengunjung harian atau kondisi cuaca dapat diintegrasikan ke dalam sistem Google My Maps untuk membantu wisatawan merencanakan kunjungan secara lebih optimal dan menghindari kerumunan. Kedua, penting untuk meneliti efektivitas sistem berbasis SIG ini dalam meningkatkan kesadaran masyarakat lokal terhadap pentingnya pelestarian lingkungan di sekitar destinasi wisata alam melalui pendekatan edukasi digital yang terintegrasi dalam peta. Ketiga, perlu dikembangkan studi mengenai adaptasi sistem pemetaan ini untuk mendukung inklusi digital, khususnya bagi kelompok masyarakat yang memiliki keterbatasan akses teknologi atau literasi digital, sehingga manfaat sistem dapat dirasakan secara merata. Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi kemungkinan penggunaan antarmuka suara atau pesan berbasis SMS yang terhubung dengan sistem pemetaan, agar informasi wisata tetap dapat diakses tanpa ketergantungan pada perangkat canggih atau koneksi internet stabil. Studi juga bisa menilai dampak ekonomi mikro dari penggunaan sistem ini terhadap pelaku usaha lokal di sekitar objek wisata. Selain itu, perlu diteliti bagaimana sistem ini dapat diintegrasikan dengan platform media sosial untuk meningkatkan promosi secara organik. Pengembangan sistem yang mendukung konten multibahasa juga layak diteliti agar dapat menjangkau wisatawan mancanegara. Integrasi fitur ulasan dan penilaian langsung dari pengguna dapat menjadi bahan kajian untuk meningkatkan kualitas data. Penelitian juga dapat menguji kemampuan sistem dalam membantu evakuasi darurat atau penanganan bencana di kawasan wisata alam. Terakhir, penting untuk mengevaluasi keberlanjutan pengelolaan sistem ini oleh pemerintah daerah dalam jangka panjang, termasuk aspek teknis, biaya, dan sumber daya manusia.

Read online
File size664.88 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test