POLTEKKESGORONTALOPOLTEKKESGORONTALO

JOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASESJOURNAL OF NONCOMMUNICABLE DISEASES

Obesitas yang terjadi pada anak sekolah disebabkan oleh pola makan yang salah yaitu anak menyukai jajanan yang tinggi lemak dan tinggi gula. Selain itu, kelebihan asupan energi dan lemak yang disertai dengan kurangnya aktivitas juga mempengaruhi kejadian obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kebiasaan konsumsi makanan cepat saji dan status obesitas pada anak sekolah dasar di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian ini menggunakan survei deskriptif. Populasinya adalah seluruh siswa di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango. Variabel penelitian independen yaitu kebiasaan mengkonsumsi fast food dan status obesitas pada anak sekolah dasar. Hasil penelitian menunjukkan kebiasaan mengkonsumsi fast food anak sekolah pada kategori sering sebanyak 25 orang (83,3%) dan kategori kurang sebanyak 5 orang (16,7%). Status gizi obesitas anak sekolah yang mengalami obesitas (3,3%) dan tidak obesitas (96,7%). Kesimpulan penelitian bahwa sebagian besar anak sekolah memiliki kebiasaan sering mengkonsumsi makanan cepat saji dan berstatus obesitas yaitu 1 orang (3,3%).

Kebiasaan konsumsi makanan siap saji pada anak sekolah dasar di Desa Tanggilingo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango sebagian besar dengan kategori sering sebanyak 25 orang sebesar (83,3%).Sedangkan yang kategori kurang sebanyak 5 orang sebesar (16,7%).Status obesitas pada anak sekolah dasar di Desa Tanggilingo kecamatan kabila kabupaten bone bolango sebanyak 1 orang (3,3%).Sedangkan yang tidak obesitas sebanyak 29 orang sebesar (96,7%).

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk memperdalam pemahaman mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi obesitas pada anak sekolah dasar. Pertama, penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dapat dilakukan untuk mengidentifikasi faktor-faktor sosioekonomi, perilaku makan, dan tingkat aktivitas fisik yang berkontribusi terhadap obesitas pada anak sekolah dasar di berbagai wilayah. Hal ini penting untuk memahami apakah ada perbedaan pola makan dan gaya hidup yang signifikan antara anak-anak di daerah perkotaan dan pedesaan. Kedua, penelitian kualitatif dengan pendekatan grounded theory dapat digunakan untuk mengeksplorasi persepsi orang tua dan guru mengenai obesitas pada anak sekolah dasar, serta strategi yang mereka gunakan untuk mencegah atau mengatasi masalah ini. Dengan memahami perspektif mereka, intervensi yang lebih efektif dapat dirancang untuk melibatkan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan obesitas. Ketiga, penelitian longitudinal dapat dilakukan untuk melacak perkembangan status gizi anak sekolah dasar dari waktu ke waktu, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memprediksi risiko obesitas di masa depan. Penelitian ini akan memberikan bukti yang lebih kuat mengenai dampak jangka panjang dari kebiasaan makan dan gaya hidup pada kesehatan anak-anak.

Read online
File size887.69 KB
Pages5
DMCAReport

Related /

ads-block-test