STIATA BALONGSTIATA BALONG

JAPBJAPB

E-Government merupakan perkembangan yang pesat dan harus diikuti oleh sistem pemerintahan di Indonesia, salah satunya dalam bidang kearsipan. Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terpadu (Srikandi) merupakan aplikasi yang diciptakan untuk memberikan kemudahan dalam penyelenggaraan persuratan dan arsip, serta diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan akuntabilitas dalam kearsipan. Kabupaten Tabalong telah mengadopsi kebijakan ini semenjak tahun 2023 dan terus berjalan sampai saat ini. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendeskripsikan Implementasi Pengelolaan Arsip melalui Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) Di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tabalong pada Bagian Organisasi. Jenis Penelitian yang digunakan penulis dalam penelitian ini yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data penelitian menggunakan data primer dan data sekunder yang meliputi 5 informan yang berasal dari Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tabalong. Teknik analisis data meliputi pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan atau verifikasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi Pengelolaan Arsip melalui Aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) Di Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Tabalong pada Bagian Organisasi sudah terimplementasi.

Namun, terdapat beberapa faktor penghambat seperti kurangnya pemahaman staf, kurangnya responsivitas dalam menyelesaikan permasalahan teknis, dan pembagian kerja yang belum merata.Oleh karena itu, diperlukan peningkatan bimbingan teknis, peningkatan responsivitas staf, dan pembagian kerja yang lebih jelas dan terkoordinasi.

Berdasarkan hasil penelitian dan tinjauan terhadap latar belakang, metode, hasil, serta keterbatasan penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak implementasi Srikandi terhadap efisiensi dan efektivitas pengelolaan arsip secara kuantitatif, misalnya dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk mencari arsip sebelum dan sesudah implementasi. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pelatihan yang lebih komprehensif dan berkelanjutan bagi staf pengelola arsip, dengan mempertimbangkan kebutuhan spesifik dan tingkat keahlian mereka. Ketiga, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan implementasi Srikandi di Kabupaten Tabalong dengan daerah lain yang telah menerapkan sistem serupa, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan tantangan yang umum dihadapi. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kualitas pengelolaan arsip di Indonesia, mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih baik, dan mewujudkan pelayanan publik yang lebih efisien dan transparan. Dengan demikian, pemanfaatan teknologi informasi dalam bidang kearsipan dapat dioptimalkan untuk mendukung pembangunan nasional.

Read online
File size897.33 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test