UMPRUMPR

Restorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu KomunikasiRestorica: Jurnal Ilmiah Ilmu Administrasi Negara dan Ilmu Komunikasi

Saat ini banyak sekali muncul talkshow-talkshow di televisi. Konsep talkshow pun sangat beragam. Salah satunya konsep talkshow Matanajwa ini merupakan Talkshow berita yang mengangkat mengenai suatu peristiwa atau isu. Setiap edisinya pun mempunyai tema yang sangat beragam salah satunya “UU Omnibus Law Cipta Kerja yang mengangkat sebuah berita atau peristiwa yang ramai diperbincangkan. Jurnal ini meneliti tentang bagaimana konstruksi realitas pada talkshow Matanajwa edisi “UjianReformasi di Trans7. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruktivisme dengan pendekatan kualitatif dan metode analisis framing model Robert N. Entman. Dalam penelitian ini yang menjadi focus penelitian adalah video talkshow Matanajwa edisi “UU Omnibus Law Cipta Kerja yang juga digunakan penelitian sebagai data. Hasil penelitian ini menunjukan sudut pandang bahwa program talkshow Matanajwa melihat peristiwa aksi demonstrasi mahasiswa terhadap penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja ini sebagai bentuk perjuangan mahasiswa demi mewakilkan suara rakyat. Secara garis besar dari segment yang dianalisis, Hampir keseluruhan segment yang ditayangkan oleh Matanajwa cenderung menampilkan citra negatif DPR dan memandang tindakan atau sikap pihak pemerintah sebagai penyebab masalah baik melalui prolog narasi, pertanyaan yang diajukan dan tayangan yang ditampilkkan. Matanajwa yang kini tayang di Trans7, terlihat tunduk pada kepentingan modal atau pasar, dan dari sisi realitas Matanajwa membuat konstruksi realitas keberpihakan pada mahasiswa.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa talkshow Matanajwa mengkonstruksi peristiwa aksi demonstrasi mahasiswa terhadap penolakan UU Omnibus Law Cipta Kerja sebagai bentuk perjuangan mahasiswa demi rakyat.Matanajwa menunjukkan keberpihakannya kepada mahasiswa melalui pemilihan kata, pertanyaan, dan tayangan alur aksi demonstrasi.Tayangan Matanajwa bukanlah realitas yang apa adanya, melainkan konstruksi media dengan tujuan membela mahasiswa.

Berdasarkan hasil penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menganalisis framing pada talkshow lain dengan topik yang berbeda, untuk melihat apakah pola konstruksi realitas serupa terjadi pada program lain. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan framing isu yang sama di berbagai media (televisi, media online, media sosial) untuk memahami bagaimana perbedaan platform memengaruhi penyajian informasi. Ketiga, penelitian dapat difokuskan pada dampak framing talkshow terhadap opini publik dan perilaku pemirsa, misalnya melalui survei atau wawancara mendalam. Penelitian ini penting untuk memahami bagaimana media massa membentuk persepsi masyarakat terhadap isu-isu penting dan memengaruhi partisipasi publik dalam proses demokrasi. Dengan memahami mekanisme framing dan dampaknya, kita dapat meningkatkan kesadaran kritis masyarakat terhadap informasi yang mereka terima dan mendorong media untuk menyajikan informasi yang lebih berimbang dan akurat.

Read online
File size215.26 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test