DINASTIREVDINASTIREV

Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan PolitikJurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik

Mekanisme Investor-State Dispute Settlement (ISDS) telah menjadi instrumen penting dalam penyelesaian sengketa antara investor asing dan negara tuan rumah. ISDS memberikan hak kepada investor asing untuk menggugat negara di pengadilan arbitrase internasional apabila kebijakan negara tersebut dianggap merugikan. Meskipun bertujuan untuk melindungi investor dari tindakan diskriminatif dan ekspropriasi, ISDS menghadapi kritik terkait ketidakseimbangan kekuasaan antara investor asing dan negara tuan rumah, khususnya di negara berkembang. Kritik ini meliputi biaya arbitrase yang tinggi, proses yang tidak transparan, dan potensi gangguan terhadap kebijakan publik negara. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak ISDS dalam kegiatan investasi asing, dengan fokus pada ketidakseimbangan antara perlindungan investor dan kedaulatan negara. Penelitian ini juga mengkaji reformasi yang diperlukan untuk menciptakan sistem yang lebih adil dan transparan, seperti pembentukan pengadilan investasi internasional yang permanen. Kasus sengketa seperti Philip Morris vs. Australia dan Occidental Petroleum vs. Ekuador menjadi contoh bagaimana ISDS mempengaruhi kebijakan publik dan hubungan internasional. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan bagi pengembangan kebijakan investasi yang lebih seimbang dan adil di masa depan.

Mekanisme Investor-State Dispute Settlement (ISDS) berperan penting dalam melindungi hak-hak investor asing melalui jalur hukum yang memungkinkan pengajuan klaim terhadap negara tuan rumah jika hak mereka dilanggar.Meskipun bertujuan memberikan perlindungan, ISDS menghadapi tantangan signifikan seperti ketidakseimbangan kekuasaan antara investor dan negara, biaya arbitrase yang tinggi, serta kurangnya transparansi dalam proses penyelesaian sengketa.Reformasi dalam mekanisme ISDS sangat diperlukan untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keadilan, termasuk pengembangan mekanisme penyelesaian sengketa alternatif dan pembentukan pengadilan investasi internasional yang permanen.

Penelitian lanjutan perlu dilakukan untuk mengkaji efektivitas berbagai model reformasi ISDS yang sedang diusulkan, termasuk dampaknya terhadap aliran investasi asing dan kemampuan negara-negara berkembang untuk menegosiasikan perjanjian investasi yang lebih menguntungkan. Selain itu, studi komparatif mengenai praktik penyelesaian sengketa investasi di berbagai negara dapat memberikan wawasan tentang pendekatan terbaik untuk menyeimbangkan perlindungan investor dengan kedaulatan negara dan kepentingan publik. Terakhir, penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi potensi penggunaan teknologi, seperti kecerdasan buatan dan blockchain, untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi proses arbitrase ISDS, serta mengurangi biaya yang terkait dengan penyelesaian sengketa investasi.

  1. Vol. 5 No. 3 (2025): (JIHHP) Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora dan Politik | Jurnal Ilmu Hukum, Humaniora... dinastirev.org/JIHHP/issue/view/105Vol 5 No 3 2025 JIHHP Jurnal Ilmu Hukum Humaniora dan Politik Jurnal Ilmu Hukum Humaniora dinastirev JIHHP issue view 105
Read online
File size188.2 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test