JCEHJCEH

Journal of Community Engagement in HealthJournal of Community Engagement in Health

Perawatan antenatal (ANC) yang berkualitas merupakan faktor penting untuk memastikan wanita hamil siap menghadapi persalinan yang aman serta mencegah komplikasi yang memerlukan penanganan medis khusus. Tingkat kunjungan antenatal yang rendah sebagian disebabkan oleh kurangnya kesadaran akan pentingnya pemeriksaan ANC tepat waktu. Penelitian layanan masyarakat ini bertujuan meningkatkan kualitas kunjungan antenatal bagi wanita hamil di Puskesmas Gurah, Kabupaten Kediri. Kegiatan dilaksanakan dari 30 September hingga 30 Oktober 2024 dengan melibatkan 10 wanita hamil trimester pertama, melalui tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil menunjukkan bahwa setelah menerima edukasi, pengetahuan wanita hamil mengenai kunjungan antenatal meningkat. Edukasi dapat meningkatkan partisipasi wanita hamil, yang diharapkan meningkatkan cakupan layanan ANC sesuai target yang ditetapkan.

Program residensi mengungkap bahwa cakupan layanan Antenatal Care (ANC) di Puskesmas Gurah pada semester pertama 2024 belum mencapai target, disebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu hamil, distribusi materi CIE yang terbatas, dan kurangnya tindak lanjut data kesehatan pra‑nikah.Intervensi berupa edukasi dan penyebaran informasi perawatan kehamilan terbukti secara signifikan meningkatkan pengetahuan dan partisipasi ibu hamil dalam jadwal kunjungan ANC.Diharapkan cakupan layanan ANC akan meningkat untuk memenuhi target, dengan evaluasi melibatkan ibu hamil, pembimbing akademik, dan tenaga kesehatan di Puskesmas Gurah.

Penelitian selanjutnya dapat menyelidiki dampak jangka panjang program edukasi ini terhadap frekuensi kunjungan ANC serta outcome maternal dan neonatal selama setidaknya dua belas bulan, dengan desain kohort terkontrol. Selain itu, diperlukan evaluasi komparatif antara metode edukasi tatap muka tradisional dengan penggunaan aplikasi mobile health sebagai media penyampaian informasi kehamilan, untuk menilai efektivitas, keterjangkauan, dan penerimaan di wilayah pedesaan. Penelitian juga dapat mengeksplorasi peran keterlibatan pasangan suami serta faktor sosio‑kultural dalam mempertahankan kepatuhan kunjungan ANC setelah intervensi, menggunakan pendekatan campuran kuantitatif dan kualitatif. Variabel-variabel seperti tingkat pendidikan suami, dukungan emosional, serta persepsi risiko kehamilan dapat diukur melalui kuesioner terstandardisasi dan wawancara mendalam. Hasil dari studi tersebut diharapkan dapat menghasilkan rekomendasi kebijakan yang lebih terfokus pada pemberdayaan keluarga dan pemanfaatan teknologi digital dalam layanan antenatal. Seluruh temuan juga dapat diintegrasikan ke dalam program pelatihan tenaga kesehatan di Puskesmas, sehingga pendekatan edukatif menjadi bagian rutin dalam pelayanan rutin. Dengan demikian, upaya peningkatan cakupan ANC tidak hanya bergantung pada penyuluhan satu kali, melainkan pada strategi berkelanjutan yang melibatkan seluruh elemen sosial‑kesehatan.

  1. Factors Associated with the Four-Visit ANC in Indonesia: A population-based study | Asia Pacific Journal... doi.org/10.24083/apjhm.v17i1.1131Factors Associated with the Four Visit ANC in Indonesia A population based study Asia Pacific Journal doi 10 24083 apjhm v17i1 1131
  2. Husband’s involvement in wife’s antenatal care visits in Indonesia: What factors are related?... journals.sagepub.com/doi/10.1177/22799036221104156HusbandAos involvement in wifeAos antenatal care visits in Indonesia What factors are related journals sagepub doi 10 1177 22799036221104156
Read online
File size156.06 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test