UINMADURAUINMADURA

Mabny: Journal of Sharia Management and BusinessMabny: Journal of Sharia Management and Business

Kegiatan wirausaha di Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri merupakan salah satu program kemandirian ekonomi pesantren yang diberikan oleh Bank Indonesia untuk meningkatkan kemajuan program kemandirian ekonomi pesantren dari segi finansial dan menciptakan minat berwirausaha bagi pemuda. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan produktivitas usaha agar semakin berkembang dan mampu bersaing di pasar. Untuk mengembangkan usaha kerajinan tenun, manajer unit usaha Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Mojo Kediri perlu memperbaiki strategi usaha dengan tujuan meningkatkan penjualan dan pendapatan. Upaya peningkatan kualitas strategi usaha dilakukan dengan menganalisis sembilan elemen kunci Bisnis Model Canvas dan dianalisis mendalam menggunakan analisis SWOT untuk uji kekuatan, kelemahan, ancaman, dan kesempatan. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang disajikan secara deskriptif dan menghasilkan empat implikasi menejerial yang perlu perbaikan strategi usaha.

Penelitian ini menghasilkan strategi untuk mengembangkan usaha kerajinan Ponpes Al-Falah Ploso Mojo Kediri.Pengembangan strategi usaha perlu dilaksanakan dengan meningkatkan komunikasi terhadap pelanggan untuk menciptakan pelanggan yang loyal.Selain itu, usaha kerajinan tenun Ponpes Al-Falah perlu mematenkan sebuah merek untuk meningkatkan penjualan dan menjangkau segmen pasar yang lebih luas.Semua strategi ini dialokasikan pada strategi BMC yaitu, Key Partners, Customer Segments, Key Resources dan Channels.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dilakukan. Pertama, penelitian lebih lanjut dapat dilakukan untuk menguji efektivitas implementasi strategi pemasaran digital, khususnya melalui platform e-commerce, dalam memperluas jangkauan pasar produk kerajinan tenun pesantren. Kedua, studi komparatif dapat dilakukan dengan membandingkan model bisnis kerajinan pesantren Al-Falah dengan pesantren lain yang berhasil mengembangkan unit usaha ekonominya, untuk mengidentifikasi praktik terbaik dan peluang kolaborasi. Ketiga, penelitian mendalam mengenai preferensi konsumen terhadap produk kerajinan tenun, termasuk desain, kualitas, dan harga, dapat membantu pengrajin pesantren dalam menyesuaikan produk mereka dengan kebutuhan pasar dan meningkatkan daya saing. Penelitian-penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan usaha kerajinan pesantren, meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren, dan melestarikan warisan budaya tenun Indonesia.

Read online
File size306.3 KB
Pages11
DMCAReport

Related /

ads-block-test