MANDALABHAKTIMANDALABHAKTI

One moment, please...One moment, please...

Penelitian ini bertujuan untuk memproyeksikan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia berdasarkan kebangsaan dengan memanfaatkan model Autoregressive Integrated Moving Average (ARIMA), sebagai dasar dalam merumuskan strategi promosi pariwisata nasional. Model ARIMA digunakan untuk menganalisis serta memproyeksikan pola kunjungan wisatawan dari berbagai negara ke Indonesia. Permasalahan yang diangkat adalah fluktuasi kunjungan wisatawan dari beragam negara yang menuntut pendekatan promosi berbasis data historis. Penelitian ini menerapkan pendekatan kuantitatif dengan data sekunder tahunan untuk periode 2006–2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk Singapura menggunakan model ARIMA (1,0,0), Hongkong model ARIMA (1,0,1), UEA model ARIMA (1,0,0), Inggris model ARIMA (1,0,1), dan Kanada model ARIMA (1,0,0). Proyeksi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dari Singapura, Hongkong, UEA, Inggris, dan Kanada menunjukkan kecenderungan penurunan setiap tahunnya. Hal ini mengindikasikan bahwa Kementerian Pariwisata perlu mengembangkan kebijakan yang berkaitan dengan strategi promosi pariwisata nasional untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

Berdasarkan hasil analisis ARIMA terhadap data kunjungan wisatawan mancanegara berdasarkan kebangsaan, diperoleh bahwa model ARIMA mampu memproyeksikan jumlah kunjungan secara cukup akurat untuk masing-masing negara asal wisatawan, dengan model terbaik yang berbeda-beda.Hasil peramalan menunjukkan kecenderungan menurun pada jumlah kunjungan dari negara-negara seperti Singapura, Hongkong, UEA, Inggris, dan Kanada dari tahun 2025 sampai 2029.Temuan ini memiliki makna strategis bagi Kementerian Pariwisata, sehingga diperlukan kampanye promosi yang lebih intensif dan pengembangan paket wisata yang lebih menarik untuk mengatasi penurunan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara dan mengembangkan sektor pariwisata secara berkelanjutan.

Berdasarkan analisis data kunjungan wisatawan mancanegara, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk meningkatkan efektivitas strategi promosi pariwisata nasional. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan model peramalan yang lebih kompleks, seperti model SARIMAX yang mempertimbangkan faktor-faktor eksternal seperti kondisi ekonomi global, nilai tukar mata uang, dan kebijakan visa. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan metode machine learning, seperti neural network, untuk memprediksi kunjungan wisatawan dengan mempertimbangkan data yang lebih beragam, termasuk data media sosial, ulasan online, dan tren perjalanan. Ketiga, penelitian dapat menginvestigasi dampak dari strategi promosi yang berbeda terhadap kunjungan wisatawan dari berbagai negara, dengan tujuan untuk mengidentifikasi strategi yang paling efektif untuk meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia.

  1. Prediksi Wisatawan Mancanegara di Indonesia Menggunakan Metode SARIMAX dengan Efek Variasi Kalender Libur... doi.org/10.18860/jrmm.v4i6.34937Prediksi Wisatawan Mancanegara di Indonesia Menggunakan Metode SARIMAX dengan Efek Variasi Kalender Libur doi 10 18860 jrmm v4i6 34937
  2. How Travel-Related Factors and the Socioeconomic Characteristics of Tourists Shape Tourism Demand? New... journals.sagepub.com/doi/10.1177/21582440251335471How Travel Related Factors and the Socioeconomic Characteristics of Tourists Shape Tourism Demand New journals sagepub doi 10 1177 21582440251335471
Read online
File size1.21 MB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test