ITKESWHSITKESWHS

Abdimas MedikaAbdimas Medika

Penyakit Tuberculosis merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium Tuberculosis yang menyerang paru-paru. Tuberculosis merupakan penyakit tertua yang saat ini masih menjadi beban bagi beberapa negara. Kelompok rentan terhadap Tuberculosis merupakan kelompok umur produktif 15-54 Tahun. Maka melalui pengabdian masyarakat ini dengan mengetahui bahwa adanya kelompok umur rentan penyebaran Tuberkulosis sehingga ada inisiatif melakukan sosialisasi bersifat edukasi interaktif yang memberikan wadah untuk menakar pentingnya mencegah rantai penyebaran Tuberculosis sejak dini, serta dalam upaya eliminasi TBC ini dapat dipahami diberbagai tingkat komunitas yang berada di masyarakat. Tujuan dari kegiatan ini menjangkau secara luas penyebaran informasi peran penting komunitas masyarakat dalam eliminasi Tuberculosis. Jangkauan yang dihasilkan dari edukasi melalui media sosial ini dengan total akun jangkauan sebanyak 967 akun yang terdiri dari 556 pengikut dan 411 bukan pengikut. Pada dasarnya dalam upaya eliminasi tuberculosis ini berpedoman untuk bagaimana membuat orang sehat tetaplah sehat tanpa harus terjangkit/terinfeksi bakteri tuberculosis dan bagaimana membuat orang sakit bisa sembuh yang mana penderita TBC bisa disembuhkan dengan rutin minum obat. Serta dengan adanya model diskusi ini menyadarkan kita pentingnya melakukan peran aktif dalam eliminasi tuberculosis melalui upaya Kerjasama lintas sector dan komunitas.

Kegiatan ini berhasil menjangkau khalayak banyak terlaksananya sosialisasi peran komunitas dalam upaya eliminasi TBC untuk mengakhiri epidemi Tuberculosis.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi efektivitas penggunaan beberapa platform media sosial, seperti Instagram, TikTok, dan Facebook, dalam meningkatkan pengetahuan serta mengubah perilaku pencegahan Tuberkulosis di kalangan remaja Kalimantan Timur. Penelitian ini dapat membandingkan tingkat jangkauan, interaksi, dan retensi informasi antar platform untuk menentukan strategi komunikasi yang paling optimal. Selanjutnya, studi dapat menilai dampak keterlibatan tenaga kesehatan sebagai narasumber dalam diskusi daring, khususnya dari program TOSS TB, terhadap peningkatan deteksi dini kasus Tuberkulosis di komunitas lokal. Dengan mengukur perubahan jumlah kasus teridentifikasi sebelum dan sesudah intervensi, dapat diketahui kontribusi edukasi berbasis narasumber profesional. Selain itu, penelitian dapat mengembangkan model prediksi kejadian Tuberkulosis dengan memadukan data partisipasi media sosial dan data surveilans kesehatan, guna menilai kelayakan target eliminasi pada tahun 2050. Model ini akan membantu pembuat kebijakan merancang intervensi yang tepat waktu dan terfokus. Semua penelitian ini diharapkan memberikan bukti ilmiah yang kuat untuk memperkuat upaya multisektor dalam mengakhiri epidemi Tuberkulosis.

  1. Risk Factors of Pulmonary Tuberculosis in the Working Area of Perumnas Public Health Center Kendari City... doi.org/10.36566/mjph/vol4.iss2/257Risk Factors of Pulmonary Tuberculosis in the Working Area of Perumnas Public Health Center Kendari City doi 10 36566 mjph vol4 iss2 257
  2. Pendidikan Kesehatan Tuberkulosis untuk Kader Kesehatan | Yani | Media Karya Kesehatan. https sehariku... jurnal.unpad.ac.id/mkk/article/view/22038Pendidikan Kesehatan Tuberkulosis untuk Kader Kesehatan Yani Media Karya Kesehatan https sehariku jurnal unpad ac mkk article view 22038
  3. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENYEBARAN PENYAKIT TUBERKULOSIS (TBC) DI PROVINSI JAWA BARAT | E-Jurnal... doi.org/10.24843/mtk.2020.v09.i03.p294FAKTOR FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENYEBARAN PENYAKIT TUBERKULOSIS TBC DI PROVINSI JAWA BARAT E Jurnal doi 10 24843 mtk 2020 v09 i03 p294
Read online
File size298.13 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test