ITKESWHSITKESWHS
Abdimas MedikaAbdimas MedikaPenyebaran COVID-19 di Indonesia saat ini mengalami peningkatan. Akibat tingginya peningkatan kasus COVID-19, salah satunya berdampak pada proses pembelajaran terkhusus praktikum laboratorium. Pada praktikum laboratorium mengukur keahlian dan keterampilan mahasiswa sangatlah dibutuhkan secara langsung. Sehingga kegiatan praktikum dapat dilakukan secara luring dengan penerapan perilaku 3M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak). Hal ini sebagai upaya untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Sehingga penerapan praktik 3M harus perlu ditingkatkan pemahamannya kepada mahasiswa melalui sosialisasi dan edukasi dengan pemanfaatan media informasi. Untuk memastikan kesehatan, setiap orang yang masuk ke laboratorium harus dicek kesehatannya minimal dengan thermogun. Mahasiswa yang akan melakukan praktikum harus dalam kondisi sehat, sebagai skrining awal maka mahasiswa akan melakukan pemeriksaan rapid antigen.
Kegiatan ini dapat memberikan pengetahuan dan wawasan kepada mahasiswa tentang pentingnya penerapan protocol kesehatan 3M yaitu menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak sehingga mahasiswa tetap terlindung dari penyebaran COVID-19 yang bisa saja mereka dapatkan saat beraktifitas fasilitas umum secara umum dan dikampus secara khusus.Mahasiswa termotivasi untuk menerapkan protocol kesehatan, karena hal ini bukan hanya melindungi diri sendiri, akan tetapi dapat melindungi orang yang berada disekitarnya.Sehingga dapat memutus mata rantai penularan COVID-19.Penerapan protokol kesehatan COVID-19 merupakan strategi dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19 di masa pandemic COVID-19.
Penelitian lanjutan dapat mengkaji efektivitas kombinasi protokol kesehatan 3M dengan metode pengujian lain seperti PCR untuk memastikan keamanan praktikum. Selain itu, studi tentang dampak jangka panjang penggunaan rapid antigen pada mahasiswa yang sering mengakses laboratorium dapat dikembangkan. Terakhir, penelitian tentang adaptasi protokol kesehatan di lingkungan pendidikan berbasis teknologi digital untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang kepatuhan protokol kesehatan selama masa pandemi.
| File size | 1005.05 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
JBASICJBASIC Hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah mampu membantu siswa memahami konsep kewarganegaraan secara lebih mendalam dan kontekstual. SecaraHal ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis masalah mampu membantu siswa memahami konsep kewarganegaraan secara lebih mendalam dan kontekstual. Secara
SINESIASINESIA Temuan ini menunjukkan penerapan praktikum efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perubahan fisika dan kimia. Penerapan metode pembelajaranTemuan ini menunjukkan penerapan praktikum efektif meningkatkan hasil belajar siswa pada materi perubahan fisika dan kimia. Penerapan metode pembelajaran
UMSRAPPANGUMSRAPPANG Mewujudkan Desa Dagan yang lestari dan berbudaya baik dalam pengelolaan sampah membutuhkan proses yang panjang. Proses tersebut meliputi tahap persiapan,Mewujudkan Desa Dagan yang lestari dan berbudaya baik dalam pengelolaan sampah membutuhkan proses yang panjang. Proses tersebut meliputi tahap persiapan,
UNISMUHUNISMUH The study highlights challenges students face, such as a lack of trained library professionals, the absence of research skills in curricula, and low studentThe study highlights challenges students face, such as a lack of trained library professionals, the absence of research skills in curricula, and low student
UNISMUHUNISMUH This study demonstrates the intricate role of speech acts in shaping interpersonal dynamics, highlighting their function in conveying emotions, assertingThis study demonstrates the intricate role of speech acts in shaping interpersonal dynamics, highlighting their function in conveying emotions, asserting
ITKESWHSITKESWHS Selama masa pandemi Covid-19, sistem layanan kesehatan anak di Indonesia mengalami penurunan akibat penundaan pelaksanaan posyandu. Hal ini menyebabkanSelama masa pandemi Covid-19, sistem layanan kesehatan anak di Indonesia mengalami penurunan akibat penundaan pelaksanaan posyandu. Hal ini menyebabkan
ITKESWHSITKESWHS Penyebaran penyakit ini cenderung meningkat setiap tahunnya dan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaranPenyebaran penyakit ini cenderung meningkat setiap tahunnya dan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB). Upaya pemerintah dalam pencegahan penyebaran
STIKESSUAKAINSANSTIKESSUAKAINSAN Penelitian ini menunjukkan bahwa 72% mahasiswa memiliki skor tingkat kepuasan kategori tinggi, 10 % sangat tinggi, 18 % kategori cukup, tidak ada kategoriPenelitian ini menunjukkan bahwa 72% mahasiswa memiliki skor tingkat kepuasan kategori tinggi, 10 % sangat tinggi, 18 % kategori cukup, tidak ada kategori
Useful /
UNIVERSITASPGRIDELTAUNIVERSITASPGRIDELTA Seiring dengan perkembangan pendidikan, penggunaan model pembelajaran yang efektif menjadi kunci dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarahSeiring dengan perkembangan pendidikan, penggunaan model pembelajaran yang efektif menjadi kunci dalam meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi sejarah
ITKESWHSITKESWHS Evaluasi yang diberikan adalah tentang gizi seimbang, kebiasaan hidup sehat pada masa pandemi covid-19 melalui pre test dan post test. Untuk mengetahuiEvaluasi yang diberikan adalah tentang gizi seimbang, kebiasaan hidup sehat pada masa pandemi covid-19 melalui pre test dan post test. Untuk mengetahui
STIKESSUAKAINSANSTIKESSUAKAINSAN Masa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis, maupun intelektual. Masalah kesehatan reproduksi padaMasa remaja merupakan periode pertumbuhan dan perkembangan yang pesat baik secara fisik, psikologis, maupun intelektual. Masalah kesehatan reproduksi pada
STIKESSUAKAINSANSTIKESSUAKAINSAN Studi pendahuluan menunjukkan bahwa dari 25 ibu dengan bayi usia 7-12 bulan, hanya 32% yang memberikan ASI eksklusif, sedangkan 68% tidak memberikan ASIStudi pendahuluan menunjukkan bahwa dari 25 ibu dengan bayi usia 7-12 bulan, hanya 32% yang memberikan ASI eksklusif, sedangkan 68% tidak memberikan ASI