JBASICJBASIC

Jurnal BasiceduJurnal Basicedu

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan meningkatkan ketahanan gizi dan kualitas pembelajaran siswa, tetapi laporan insiden keracunan makanan terkait pelaksanaan MBG di beberapa wilayah menunjukkan bahwa tujuan tersebut rentan terganggu bila jaminan keamanan pangan lemah. Penelitian ini menganalisis dampak kasus keracunan pada kesehatan peserta didik dan kualitas pembelajaran melalui kajian literatur relevan. Metode deskriptif-kuantitatif digunakan untuk mensintesis temuan penelitian dan laporan lapangan terkait pelaksanaan MBG. Hasil kajian menunjukkan bahwa kasus keracunan menyebabkan gangguan fisik mual, pusing, muntah, dan diare yang berujung pada penurunan stamina, efek psikologis berupa kecemasan dan ketidakpastian terhadap konsumsi makanan sekolah, serta penurunan kehadiran dan kemampuan konsentrasi sehingga pembelajaran menjadi tidak optimal. Selain itu insiden tersebut menurunkan kepercayaan orang tua terhadap program dan memunculkan kebutuhan perbaikan tata kelola penyediaan makanan. Keracunan dalam konteks MBG berdampak multidimensi yang dapat menghambat pencapaian tujuan pendidikan. Implikasi kebijakan yang mendesak adalah penguatan standar keamanan pangan melalui SOP nasional yang operasional, audit berlapis pada rantai pasok, sertifikasi dan pelatihan teknis bagi penyedia makanan sekolah, serta mekanisme pelaporan dan respons cepat terhadap insiden; langkah-langkah ini perlu dimasukkan sebagai indikator kinerja program agar MBG dapat berjalan aman, efektif, dan berkelanjutan.

Penelitian ini menegaskan bahwa dampak kasus keracunan dalam Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bersifat gangguan fisik jangka pendek, tetapi juga berimplikasi terhadap rasa aman psikologis siswa, menurunkan kehadiran, kepercayaan orang tua, serta melemahkan kualitas konsentrasi dan hasil belajar.Temuan ini memperlihatkan bahwa keamanan pangan adalah variabel penentu utama keberhasilan MBG.ketika standar higienitas, pengawasan rantai distribusi, dan sertifikasi penyedia lemah, maka tujuan gizi dan tujuan pembelajaran tidak tercapai.Implikasi kebijakan yang perlu ditegaskan adalah bahwa pemerintah pusat dan daerah wajib membangun sistem pengawasan pangan berbasis SOP nasional, melatih penyedia makanan sekolah, dan menerapkan evaluasi berbasis indikator mutu keamanan pangan yang terstandar.tanpa ini, MBG berisiko menjadi program yang mahal namun tidak efektif.Selain itu, mekanisme pemantauan dan audit keamanan pangan harus menjadi indikator kinerja program, bukan hanya jumlah siswa penerima.Keberhasilan MBG seharusnya diukur lewat keamanan konsumsi, efektivitas pelaksanaan, dan dampak langsung terhadap proses belajar di kelas, bukan hanya output distribusi makanan.Penelitian lanjutan dapat menggunakan data empiris lapangan untuk mengukur dampak jangka panjang kasus keracunan terhadap capaian belajar siswa.Dengan penguatan regulasi, pengawasan berlapis, dan tata kelola teknis-koperatif lintas sektor, MBG berpotensi menjadi intervensi pendidikan dan kesehatan publik yang benar-benar meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.

Untuk meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), perlu dilakukan penguatan regulasi dan pengawasan berlapis terhadap keamanan pangan. Selain itu, tata kelola teknis-koperatif lintas sektor juga harus diperkuat untuk memastikan bahwa MBG dapat berjalan aman dan efektif. Penelitian lanjutan dapat fokus pada pengukuran dampak jangka panjang kasus keracunan terhadap capaian belajar siswa, serta mengeksplorasi strategi-strategi baru untuk meningkatkan kualitas makanan dan keamanan pangan dalam program MBG.

  1. (PDF) Sistem Pemantauan Kualitas Makanan MBG Berbasis Teknologi Digital. pdf sistem pemantauan kualitas... researchgate.net/doi/10.13140/RG.2.2.31350.05441PDF Sistem Pemantauan Kualitas Makanan MBG Berbasis Teknologi Digital pdf sistem pemantauan kualitas researchgate doi 10 13140 RG 2 2 31350 05441
  2. MPLEMENTASI KEBIJAKAN MAKAN BERGIZI GRATIS (MBG)(STUDI KASUS PADA SDN 3 KEPANJEN KABUPATEN MALANG | Febryanti... doi.org/10.14710/dialogue.v7i1.26628MPLEMENTASI KEBIJAKAN MAKAN BERGIZI GRATIS MBG STUDI KASUS PADA SDN 3 KEPANJEN KABUPATEN MALANG Febryanti doi 10 14710 dialogue v7i1 26628
Read online
File size265.8 KB
Pages6
DMCAReport

Related /

ads-block-test