POLITANI KOEPOLITANI KOE

PSNP : Prosiding Seminar Nasional PenelitianPSNP : Prosiding Seminar Nasional Penelitian

Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) telah mengakibatkan kerugian ekonomi yang luar biasa di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemeriksaan atau uji guna mengidentifikasi keberadaan virus PMK di wilayah Indonesia terutama wilayah atau daerah yang masih dinyatakan bebas dari Penyakit PMK termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Uji secara cepat untuk mendeteksi PMK sangat penting untuk mengendalikan wabah PMK serta mencegah penyebarannya. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeteksi antibodi protein non-struktural terhadap virus PMK di Provinsi Nusa Tenggara Timur khususnya di Pulau Timor. Tahapan metode penelitian dilakukan dengan mengumpulkan 150 sampel darah sapi dari beberapa lokasi yang merupakan sentra ternak sapi di Kabupaten Kupang termasuk dari lokasi karantina di Tanau serta RPH Bimoku. Serum dari 150 sampel darah yang terkumpul dilakukan pengujian dengan Metode Sandwich Lateral Flow Immunochromatographic Assay Terhadap Protein Antibodi Non-Struktural. Hasil uji apabila dari sampel serum dinyatakan positif terinfeksi PMK ditunjukkan dengan keberadaan antibodi terhadap virus PMK dengan adanya dua garis merah pada penampang kit uji. Hasil pengujian yang dilakukan ditemukan 6 sampel positif adanya reaksi antibodi protein non struktural terhadap virus PMK pada serum koleksi dari 150 sampel darah sapi yang diuji, dengan angka seropositif sebesar 4 %.

Penelitian menggunakan metode sandwich lateral flow immunochromatographic assay terhadap protein antibodi non‑struktural pada 150 sampel serum sapi berhasil mendeteksi antibodi anti‑3ABC.Enam sampel menunjukkan hasil positif (garis T muncul), 143 sampel negatif, dan satu sampel tidak valid.Dari hasil tersebut, seropositif virus PMK di Pulau Timor, NTT, diperkirakan sebesar 4 %.

Penelitian selanjutnya dapat mengeksplorasi tiga arah utama. Pertama, dilakukan survei serologis pada hewan ternak lain seperti kambing, domba, dan babi di Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan menggunakan metode sandwich lateral flow immunochromatographic assay serta konfirmasi melalui ELISA untuk menilai apakah virus PMK menyebar lintas spesies. Kedua, dilakukan evaluasi kestabilan dan keandalan kit uji di kondisi lapangan yang beragam, misalnya suhu tinggi, kelembaban tinggi, dan paparan sinar UV, sehingga dapat menentukan batas operasional dan kebutuhan penyimpanan yang optimal. Ketiga, dilakukan analisis molekuler terhadap virus yang terdeteksi, termasuk amplifikasi gen 3ABC dan sequencing, untuk mengidentifikasi tipe virus, membandingkan dengan isolate regional, serta melacak jalur transmisi antar daerah. Ketiga fokus penelitian ini diharapkan memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang penyebaran, diagnosis, dan karakteristik patogen PMK, serta mendukung kebijakan pengendalian yang lebih efektif.

  1. Review of epidemiological risk models for foot-and-mouth disease: Implications for prevention strategies... doi.org/10.1371/journal.pone.0208296Review of epidemiological risk models for foot and mouth disease Implications for prevention strategies doi 10 1371 journal pone 0208296
  2. Emergency FMD Serotype O Vaccines Protect Cattle against Heterologous Challenge with a Variant Foot-and-Mouth... mdpi.com/2076-393X/9/10/1110Emergency FMD Serotype O Vaccines Protect Cattle against Heterologous Challenge with a Variant Foot and Mouth mdpi 2076 393X 9 10 1110
Read online
File size370.95 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test