UBTUBT
Edukasia : Jurnal PendidikanEdukasia : Jurnal PendidikanPembelajaran daring berfungsi sebagai penghubung antara pendidik dan peserta didik melalui jaringan internet yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja, terutama saat pandemi COVID-19 yang melarang pembelajaran tatap muka. Media pembelajaran daring yang digunakan adalah Google Classroom. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk menganalisis efektivitas pembelajaran daring menggunakan Google Classroom berdasarkan pengalaman peserta didik. Metode pengumpulan data adalah survei kepada peserta didik kelas XTKJ1 SMK Negeri 2 Tarakan. Hasil survei menunjukkan bahwa pembelajaran tatap muka lebih efektif daripada pembelajaran daring menggunakan Google Classroom, namun secara umum pembelajaran daring menggunakan Google Classroom memuaskan dan menyenangkan peserta didik. Di samping itu, ada beberapa hal yang harus ditingkatkan agar pembelajaran daring menggunakan Google Classroom menjadi efektif, di antaranya dengan mengkombinasikan dengan teknologi lain seperti video konferensi agar peserta didik lebih memahami materi yang disampaikan oleh pendidik.
Pembelajaran Fisika secara daring di kelas X TKJ1 SMK Negeri 2 Tarakan menggunakan aplikasi Google Classroom dan WhatsApp sebagai sarana komunikasi, penyampaian tugas, serta rekapitulasi nilai peserta didik berjalan efektif dengan tingkat partisipasi 93,7%.Penilaian pengetahuan Fisika dilakukan melalui aplikasi Google Form dan file PDF.Rerata nilai pengetahuan Fisika peserta didik adalah 85,95, dan 85% peserta didik telah mencapai KKM.Oleh karena itu, pelaksanaan pembelajaran Fisika secara daring di kelas X TKJ1 SMK Negeri 2 Tarakan dapat dikatakan cukup efektif.
Berdasarkan pengalaman dalam melaksanakan pembelajaran daring, Google Classroom memberikan alternatif pembelajaran yang mempermudah komunikasi antara guru dan peserta didik. Namun, beberapa kendala seperti gangguan sinyal dan keterbatasan akses internet perlu diatasi. Untuk penelitian lanjutan, perlu dilakukan studi komparatif efektivitas pembelajaran daring dengan metode blended learning yang mengkombinasikan pembelajaran daring dan tatap muka. Selain itu, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan modul pembelajaran daring interaktif berbasis Google Classroom yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik kelas X TKJ1. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi penggunaan fitur-fitur Google Classroom yang belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan keterlibatan dan motivasi belajar peserta didik.
| File size | 343.01 KB |
| Pages | 17 |
| DMCA | Report |
Related /
STISASABANGSTISASABANG Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual dan motivasi belajar secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadapDengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penggunaan media visual dan motivasi belajar secara bersama-sama memberikan pengaruh yang signifikan terhadap
UMPRUMPR Sampel penelitian ini terdiri dari 285 peserta didik sesuai tabel Krecjie Morgan. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik proportional random sampling.Sampel penelitian ini terdiri dari 285 peserta didik sesuai tabel Krecjie Morgan. Pengambilan sampel ditentukan dengan teknik proportional random sampling.
UNESAUNESA Peserta didik awalnya belum memiliki cara bagaimana menyelesaikan masalah serta mempertimbangkan fakta-fakta yang ada, setelah adanya layanan memilikiPeserta didik awalnya belum memiliki cara bagaimana menyelesaikan masalah serta mempertimbangkan fakta-fakta yang ada, setelah adanya layanan memiliki
UNESAUNESA Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, bahwa bahan ajar multimedia kebencanaan dalam pembelajaran IPS yang perlu dikembangkan sesuai hasil need assessmentBerdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, bahwa bahan ajar multimedia kebencanaan dalam pembelajaran IPS yang perlu dikembangkan sesuai hasil need assessment
HAMZANWADIHAMZANWADI Hasil uji kelayakan produk pada uji coba kelompok kecil yang dilakukan pada 6 peserta didik memperoleh persentase nilai sebesar 81,3%, sedangkan hasilHasil uji kelayakan produk pada uji coba kelompok kecil yang dilakukan pada 6 peserta didik memperoleh persentase nilai sebesar 81,3%, sedangkan hasil
UNWIRUNWIR Data yang dikumpulkan adalah hasil pretest, posttest dan penilaian kreativitas dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil yang diperoleh berdasarkanData yang dikumpulkan adalah hasil pretest, posttest dan penilaian kreativitas dari kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil yang diperoleh berdasarkan
STKIP JBSTKIP JB Karakter toleransi harus dimiliki oleh peserta didik, terutama generasi milenial. Toleransi bermakna memungkinkan membangun sebuah kelompok yang dipastikan,Karakter toleransi harus dimiliki oleh peserta didik, terutama generasi milenial. Toleransi bermakna memungkinkan membangun sebuah kelompok yang dipastikan,
MAHADEWAMAHADEWA Populasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas X SMA Negeri 6 Denpasar yang terdiri dari 4 kelas, yang berjumlah 128 orang. Sampel dalam penelitianPopulasi dalam penelitian ini yaitu seluruh kelas X SMA Negeri 6 Denpasar yang terdiri dari 4 kelas, yang berjumlah 128 orang. Sampel dalam penelitian
Useful /
UBTUBT Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Brainstorming dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XII Teknik Alat BeratPenelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan metode pembelajaran Brainstorming dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas XII Teknik Alat Berat
UBTUBT Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan tiga kali pertemuan supervisi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan guru dari 20,0% (rata-rataPenelitian ini dilakukan dalam dua siklus dengan tiga kali pertemuan supervisi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan guru dari 20,0% (rata-rata
UMPRUMPR Peserta dengan kebutuhan khusus kerap memiliki kendala dalam belajar, seperti mereka yang disleksia. Film Taare Zamen Par menjadi media percontohan publicPeserta dengan kebutuhan khusus kerap memiliki kendala dalam belajar, seperti mereka yang disleksia. Film Taare Zamen Par menjadi media percontohan public
UMPRUMPR Sebagai makhluk sosial, siswa tidak hidup dengan keseragaman budaya yang sama, tetapi di lingkungan sekolah siswa menjumpai keberagaman sebagai individuSebagai makhluk sosial, siswa tidak hidup dengan keseragaman budaya yang sama, tetapi di lingkungan sekolah siswa menjumpai keberagaman sebagai individu