UNIBUNIB

Jurnal Kumparan FisikaJurnal Kumparan Fisika

Salah satu kemampuan yang harus dimiliki oleh mahasiswa calon guru adalah kemampuan penalaran ilmiah. Meskipun demikian, kemampuan ini masih belum dilatihkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan penalaran ilmiah mahasiswa calon guru pada materi suhu dan kalor. Penelitian ini merupakan studi deskriptif dengan melibatkan 57 mahasiswa yang mengikuti perkuliahan fisika umum di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tahun ajaran 2021/2022 selama empat bulan. Berbeda dengan kegiatan praktikum yang biasanya verifikatif, perkuliahan ini menggunakan modul Higher Order Thinking Laboratory (HOT-LAB) yang memuat Real World Problem pada tahap pra-praktikum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola penalaran ilmiah mahasiswa adalah penalaran probabilistik sebesar 84% yang terdiri dari 56% pada level 2 dimana merupakan kemampuan mahasiswa menjelaskan secara kualitatif, dan 44% pada level 3 dimana kemampuan mahasiswa menjelaskan secara kuantitatif. Sedangkan 16% pola penalaran mahasiswa adalah penalaran korelasi. Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pola penalaran ilmiah mahasiswa calon guru dalam menyelesaikan permasalahan yang diberikan adalah penalaran probabilistik.

Berdasarkan hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan bahwa pola penalaran ilmiah mahasiswa adalah probabilistic reasoning sebesar 84% dan 16% adalah pola penalaran correlational reasoning.Level penalaran ilmiah mahasiswa pada pola probabilistic reasoning terdapat pada dua level, yaitu level 2 (approximate) sebesar 56% dan 44% berada pada level 3 (quantitatif).Sedangkan pada pola correlational reasoning, level penalaran ilmiah mahasiswa seluruhnya berada pada level 4 (two Cell).Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar pola penalaran ilmiah mahasiswa calon guru dalam menyelesaikan permasalahan suhu dan kalor yang diberikan adalah probabilistic reasoning.

Untuk penelitian lanjutan, disarankan untuk menerapkan kembali pengambilan data dengan rentang waktu yang lebih lama. Selain itu, penggunaan HOT-LAB dapat dilakukan dalam mata kuliah praktikum yang lain. Penelitian lebih lanjut dapat dilakukan pada mahasiswa yang terlibat dalam studi ini dalam rentang waktu yang lebih lama, dan juga pada mahasiswa yang menggunakan praktikum HOT-LAB di mata kuliah lain. Hal ini dapat memberikan gambaran yang lebih komprehensif tentang kemampuan penalaran ilmiah mahasiswa dalam menyelesaikan permasalahan suhu dan kalor.

  1. JENIS PENALARAN ILMIAH APA YANG DIGUNAKAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN SUHU DAN KALOR?:... ejournal.unib.ac.id/kumparan_fisika/article/view/26182JENIS PENALARAN ILMIAH APA YANG DIGUNAKAN MAHASISWA DALAM MENYELESAIKAN PERMASALAHAN SUHU DAN KALOR ejournal unib ac kumparan fisika article view 26182
Read online
File size449.98 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test