UTPUTP

JURNAL ILMIAH AGRINECAJURNAL ILMIAH AGRINECA

Sistem Salibu merupakan metode budidaya padi inovatif yang dapat meningkatkan produktivitas tanpa perlu replanting; namun, keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh pengelolaan pemupukan, terutama dosis urea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dosis pupuk urea yang berbeda terhadap pertumbuhan dan hasil padi Salibu menggunakan varietas Inpari 42 Agritan. Eksperimen dilakukan di lahan sawah menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan satu faktor terdiri dari empat tingkat dosis urea: kontrol; 7,5; 15; dan 22,5 g/rumpun, masing-masing diulang tiga kali. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah anakan, panjang malai, bobot kering keseluruhan, bobot biji kering keseluruhan, bobot 1.000 biji benih, dan bobot kering tajuk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 15 g/rumpun menghasilkan hasil terbaik dalam hal bobot kering biji keseluruhan dan bobot 1.000 biji benih. Dosis 22,5 g/rumpun belum menghasilkan bobot kering tajuk tertinggi. Berdasarkan analisis regresi kuadratik, dosis optimal untuk bobot kering biji keseluruhan adalah 22,04 g/rumpun, sedangkan dosis optimal untuk bobot 1.000 biji benih adalah 13,80 g/rumpun. Kesimpulannya, aplikasi urea secara signifikan memengaruhi pertumbuhan dan hasil padi Salibu, dengan dosis optimal yang bervariasi antar parameter. Penelitian lebih lanjut disarankan untuk mengevaluasi efektivitas rentang dosis optimal ini di bawah kondisi agroekologi yang berbeda, untuk mendukung rekomendasi pemupukan yang lebih adaptif dan berkelanjutan.

Pemberian dosis pupuk urea pada 22,04 g/rumpun merupakan perlakuan yang optimal untuk meningkatkan bobot biji kering per rumpun pada sistem tanam Salibu.000 biji bernas tertinggi ditemukan pada dosis 13,8 g/rumpun.Namun, pemberian pupuk urea dengan dosis 22,5 g/rumpun belum mampu menghasilkan bobot kering tajuk tertinggi.Hal ini menunjukkan dengan peningkatan dosis urea tidak selalu sejalan dengan peningkatan bobot kering tajuk.Penelitian selanjutnya disarankan mengkaji variasi dosis urea yang lebih sempit di sekitar titik optimal serta pengaruhnya terhadap efisiensi penggunaan nitrogen.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang dapat dilakukan untuk lebih memahami dan mengoptimalkan sistem budidaya padi Salibu. Pertama, perlu dilakukan penelitian untuk menguji efektivitas rentang dosis urea optimal yang ditemukan dalam penelitian ini pada berbagai kondisi agroekologi yang berbeda, seperti variasi jenis tanah, ketinggian, dan iklim. Hal ini penting untuk menghasilkan rekomendasi pemupukan yang lebih adaptif dan sesuai dengan kondisi setempat. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada interaksi antara dosis urea dengan varietas padi lain selain Inpari 42 Agritan, untuk mengetahui apakah terdapat varietas yang lebih responsif terhadap dosis urea tertentu. Ketiga, penelitian dapat mengkaji pengaruh pemberian pupuk urea pada berbagai fase pertumbuhan padi Salibu, untuk menentukan waktu pemberian yang paling efektif dalam meningkatkan hasil panen.

  1. Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk Urea Dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Tanaman Gandum (Triticum aestivum... doi.org/10.29303/jima.v1i2.1441Pengaruh Kombinasi Dosis Pupuk Urea Dan Pupuk Kandang Terhadap Pertumbuhan Tanaman Gandum Triticum aestivum doi 10 29303 jima v1i2 1441
  2. Maximizing the Rice Yield (Oryza Sativa L.) using NPK Fertilizer. maximizing rice yield oryza sativa... doi.org/10.2174/1874331502115010033Maximizing the Rice Yield Oryza Sativa L using NPK Fertilizer maximizing rice yield oryza sativa doi 10 2174 1874331502115010033
Read online
File size454.87 KB
Pages8
DMCAReport

Related /

ads-block-test