UNIKSUNIKS
JUHANPERAKJUHANPERAKDalam kehidupan bermasyarakat dimungkinkan terjadinya suatu tindak kejahatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok sebagai akibat dari adanya gesekan kepentingan. Salah satu kejahatan yang dilakukan oleh individu atau kelompok adalah tindak pidana penggelapan. Kejahatan penggelapan kendaraan bermotor dipengaruhi adanya peluang dan kemudahan karena hanya berdasarkan rasa percaya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana modus operandi tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor roda 2 (dua) studi kasus putusan nomor 71/Pid.B/2021/PN Tlk, dan bagaimana pertimbangan hakim dalam tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor roda 2 (dua) studi kasus putusan nomor 71/Pid.B/2021/PN Tlk. Untuk penulisan ini, penulis menggunakan jenis penelitian hukum normatif, yaitu menggunakan berbagai data sekunder seperti peraturan perundang-undangan, keputusan pengadilan, teori hukum, dan dapat berupa pendapat para serjana, kemudian penelitian ini bersifat deskriptif analitis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada beberapa modus operandi yang dilakukan untuk melakukan tindak pidana penggelapan, diantaranya dengan modus meminjam, modus ingin memiliki kendaraan bermotor roda dua, dan dengan cara menggadaikan. Selanjutnya pertimbangan hakim dalam tindak pidana penggelapan pada putusan nomor 71/Pid.B/2021/PN Tlk terdiri dari 2 (dua), yaitu pertimbangan yuridis dan pertimbangan non yuridis. Pertimbangan yuridis antara lain dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum, keterangan saksi, keterangan terdakwa, barang bukti yang diperoleh, dan Pasal 372 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Tindak Pidana Penggelapan. Sedangkan pertimbangan non yuridis antara keadaan terdakwa, yaitu dalam keadaan sehat jasmani dan rohani, serta menimbang hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan.
Penelitian ini mengidentifikasi tiga modus operandi utama dalam tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor roda dua, yaitu meminjam dengan alasan palsu, keinginan untuk memiliki, serta menggadaikan tanpa izin, yang seringkali dipicu oleh penyalahgunaan kepercayaan.B/2021/PN Tlk menunjukkan bahwa pelaku meminjam sepeda motor untuk keperluan sepele, namun kemudian membawa kabur dan menggadaikannya untuk kebutuhan pribadi, menyebabkan kerugian bagi korban.Dalam mengambil keputusan, hakim mempertimbangkan aspek yuridis seperti dakwaan dan bukti, serta aspek non-yuridis meliputi kondisi terdakwa dan faktor pemberat atau yang meringankan.
Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih dalam aspek sosiologis dan psikologis yang melatarbelakangi tindak pidana penggelapan kendaraan bermotor, khususnya terkait motivasi pelaku di luar alasan ekonomi semata. Misalnya, sebuah studi kualitatif dapat menelaah faktor-faktor keputusan pelaku untuk melakukan penggelapan, termasuk sejauh mana pola pikir ingin memiliki atau penyalahgunaan kesempatan benar-benar mendominasi tindakan mereka. Penting untuk memahami apakah ada profil demografi atau kondisi sosial tertentu yang lebih rentan mendorong seseorang menjadi pelaku penggelapan, yang bisa menjadi dasar pengembangan program pencegahan yang lebih terarah.. . Selain itu, mengingat bahwa penggelapan seringkali didasarkan pada eksploitasi rasa percaya, penelitian mendatang bisa berfokus pada dinamika kepercayaan antara korban dan pelaku. Bagaimana mekanisme pembentukan kepercayaan yang kemudian disalahgunakan dalam konteks pinjam-meminjam kendaraan? Sebuah studi komparatif mengenai kasus-kasus penggelapan dapat menganalisis pola hubungan sosial atau faktor-faktor kerentanan korban yang membuat mereka mudah mempercayai pelaku. Penemuan ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang cara melindungi masyarakat dari penyalahgunaan kepercayaan.. . Terakhir, berdasarkan analisis pertimbangan hakim, akan sangat bermanfaat jika dilakukan studi perbandingan putusan di berbagai pengadilan untuk kasus penggelapan serupa. Penelitian ini dapat mengeksplorasi konsistensi atau variasi dalam penjatuhan hukuman, khususnya bagaimana bobot pertimbangan non-yuridis seperti meresahkan masyarakat atau penyesalan terdakwa diterapkan dalam praktik. Apakah ada standar implisit yang digunakan hakim, ataukah ada diskresi yang luas? Pemahaman tentang praktik putusan ini akan berkontribusi pada peningkatan konsistensi dan keadilan dalam sistem peradilan pidana.
| File size | 250.75 KB |
| Pages | 10 |
| DMCA | Report |
Related /
UNIKSUNIKS Rasio belanja operasi dan rasio belanja modal menunjukkan kriteria yang kurang serasi, sedangkan rasio efisiensi belanja menunjukkan kriteria yang cukupRasio belanja operasi dan rasio belanja modal menunjukkan kriteria yang kurang serasi, sedangkan rasio efisiensi belanja menunjukkan kriteria yang cukup
STIAPEMBANGUNANPALUSTIAPEMBANGUNANPALU Diversi merupakan pendekatan restorative justice yang bertujuan untuk melindungi kepentingan terbaik anak, mencegah stigma pemenjaraan, dan memberikanDiversi merupakan pendekatan restorative justice yang bertujuan untuk melindungi kepentingan terbaik anak, mencegah stigma pemenjaraan, dan memberikan
UNIKSUNIKS Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang datanya diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melaluiPenelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang datanya diperoleh dari wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui
UNTADUNTAD Pemberdayaan, perlindungan, dan penghapusan tetap menjadi tiga pilar utama yang harus dijalankan secara komprehensif agar angka pekerja anak dapat berkurang.Pemberdayaan, perlindungan, dan penghapusan tetap menjadi tiga pilar utama yang harus dijalankan secara komprehensif agar angka pekerja anak dapat berkurang.
UNTADUNTAD Meskipun pemerintah telah melakukan upaya pemberdayaan dengan memberikan pelatihan, pemberian alat bantu produksi dan pendampingan lahan produksi, penggunaanMeskipun pemerintah telah melakukan upaya pemberdayaan dengan memberikan pelatihan, pemberian alat bantu produksi dan pendampingan lahan produksi, penggunaan
UIGMUIGM Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, merupakan salah satu wilayah endemis dengan beban kasus tinggi di Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat iniKabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan, merupakan salah satu wilayah endemis dengan beban kasus tinggi di Indonesia. Kegiatan pengabdian masyarakat ini
UNTADUNTAD Furthermore, the lack of knowledge among the community and mine operators regarding complaint procedures and SOPs further exacerbates the situation. Conclusion:Furthermore, the lack of knowledge among the community and mine operators regarding complaint procedures and SOPs further exacerbates the situation. Conclusion:
TEKNOKRATTEKNOKRAT Aplikasi seperti Mendeley juga berkaitan dengan alat manajemen referensi yang penting. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan peneliti terhadapAplikasi seperti Mendeley juga berkaitan dengan alat manajemen referensi yang penting. Namun, keterbatasan pengetahuan dan keterampilan peneliti terhadap
Useful /
UIGMUIGM Peserta kegiatan berperan aktif dalam kegiatan baik dalam sosialisasi maupun pelatihan. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengetahuiPeserta kegiatan berperan aktif dalam kegiatan baik dalam sosialisasi maupun pelatihan. Evaluasi dilakukan sebelum dan sesudah kegiatan untuk mengetahui
UIGMUIGM Peserta pelatihan menyatakan kepuasan terhadap kegiatan ini dan berharap adanya kelanjutan kegiatan serupa dengan materi pelatihan berbeda di tahun-tahunPeserta pelatihan menyatakan kepuasan terhadap kegiatan ini dan berharap adanya kelanjutan kegiatan serupa dengan materi pelatihan berbeda di tahun-tahun
UYPUYP BUMDes Ketapanrame di Kabupaten Mojokerto menunjukkan model inovatif dalam pemanfaatan media sosial sebagai strategi komunikasi bisnis untuk memperkuatBUMDes Ketapanrame di Kabupaten Mojokerto menunjukkan model inovatif dalam pemanfaatan media sosial sebagai strategi komunikasi bisnis untuk memperkuat
UNTADUNTAD Although transparency regulations are available, their implementation is less than optimal due to the limited understanding of village officials and theAlthough transparency regulations are available, their implementation is less than optimal due to the limited understanding of village officials and the