FISIP UNMULFISIP UNMUL
Progress in Social DevelopmentProgress in Social DevelopmentFilm, sebagai media hiburan dan pendidikan, memiliki peran unik dalam merefleksikan realitas sosial. Meskipun film “Nagabonar Jadi 2 secara eksplisit menampilkan berbagai isu sosial, pemahaman mendalam tentang dinamika yang mendasarinya dan implikasinya terhadap pembangunan sosial seringkali tidak sepenuhnya diartikulasikan. Penelitian ini memilih pendekatan kualitatif deskriptif dalam mengabstraksi dan menganalisis film, menggunakan observasi adegan dan alur cerita serta kerangka kerja teoritis pembangunan sosial. Penelitian ini menyoroti ketiadaan refleksi pembangunan sosial dalam film Indonesia sebagai media pendidikan kritis bagi masyarakat. Analisis menunjukkan bahwa film tersebut secara efektif merepresentasikan kontestasi pandangan fundamental antara nilai-nilai tradisional (Nagabonar) dan modernitas (Bonaga). Kontestasi ini termanifestasi dalam isu-isu seperti konflik penggunaan lahan (makam keluarga), kesenjangan perkotaan-pedesaan, akses ke pendidikan, pergeseran budaya, dan integritas pelayanan publik. Penemuan bahwa isu-isu sosial ini lebih tepat diidentifikasi sebagai “kontestasi perspektif merupakan kontribusi yang berbeda dalam bidang studi pembangunan sosial, menawarkan perspektif baru dalam menganalisis film sebagai objek studi pembangunan. Dari perspektif pembangunan sosial, kontestasi ini menggarisbawahi urgensi pendekatan holistik, penghormatan terhadap kearifan lokal, peningkatan modal manusia dan sosial, serta sinergi publik-swasta untuk pembangunan yang inklusif dan adil.
Film “Nagabonar Jadi 2 secara kompleks dan mendalam merepresentasikan kontestasi perspektif sebagai isu sentral dalam dinamika pembangunan sosial di Indonesia.Analisis film menunjukkan bahwa perbedaan mendasar antara nilai-nilai tradisional dan modernitas, yang ditunjukkan oleh Nagabonar dan Bonaga, muncul dalam berbagai dimensi sosial.Hal ini menggarisbawahi pentingnya pendekatan holistik dan terintegrasi dalam pembangunan, serta perlunya menghormati kearifan lokal dan meningkatkan modal manusia untuk mencapai pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Berdasarkan analisis film Nagabonar Jadi 2, terdapat beberapa arah penelitian lanjutan yang menarik untuk dieksplorasi. Pertama, penelitian dapat difokuskan pada bagaimana representasi nilai-nilai lokal dalam film dapat dimanfaatkan sebagai strategi untuk mempromosikan pembangunan berkelanjutan yang berakar pada budaya masyarakat. Hal ini dapat dilakukan dengan menganalisis bagaimana film-film lain merepresentasikan nilai-nilai lokal dan dampaknya terhadap kesadaran masyarakat tentang pentingnya pelestarian budaya. Kedua, penelitian dapat mengkaji lebih dalam mengenai peran sektor swasta dalam pembangunan sosial, khususnya dalam konteks konflik antara kepentingan ekonomi dan nilai-nilai sosial. Penelitian ini dapat mengeksplorasi model-model bisnis yang bertanggung jawab secara sosial dan bagaimana mereka dapat berkontribusi pada pembangunan yang lebih inklusif. Ketiga, penelitian dapat meneliti bagaimana media sosial dapat digunakan sebagai platform untuk memfasilitasi dialog antara berbagai pemangku kepentingan dalam proses pembangunan, termasuk pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil. Penelitian ini dapat mengidentifikasi strategi-strategi komunikasi yang efektif untuk membangun konsensus dan mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan pembangunan. Dengan menggabungkan ketiga saran penelitian ini, diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif tentang bagaimana film dapat menjadi alat yang efektif untuk mempromosikan pembangunan sosial yang berkelanjutan dan berkeadilan.
- Progress in Social Development. contested perspectives film nagabonar study social development progress... doi.org/10.30872/psd.v6i2.123Progress in Social Development contested perspectives film nagabonar study social development progress doi 10 30872 psd v6i2 123
- Analisis Semiotika Representasi Kemiskinan Pada Film Sedeng Sang | Harmoni: Jurnal Ilmu Komunikasi dan... ifrelresearch.org/index.php/harmoni-widyakarya/article/view/2549Analisis Semiotika Representasi Kemiskinan Pada Film Sedeng Sang Harmoni Jurnal Ilmu Komunikasi dan ifrelresearch index php harmoni widyakarya article view 2549
- REPRESENTASI KESENJANGAN SOSIAL DALAM FILM PARASITE (ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES) | Patmawati |... doi.org/10.35329/mitzal.v5i2.1896REPRESENTASI KESENJANGAN SOSIAL DALAM FILM PARASITE ANALISIS SEMIOTIKA ROLAND BARTHES Patmawati doi 10 35329 mitzal v5i2 1896
| File size | 337.51 KB |
| Pages | 6 |
| DMCA | Report |
Related /
PRINPRIN Studi ini dilakukan berdasarkan tinjauan literatur dengan mengamati dokumen-dokumen dari film tersebut. Film ini berdurasi 1 jam 57 menit dan naskah aslinyaStudi ini dilakukan berdasarkan tinjauan literatur dengan mengamati dokumen-dokumen dari film tersebut. Film ini berdurasi 1 jam 57 menit dan naskah aslinya
UPI YAIUPI YAI Representasi Presiden Joko Widodo dalam film tersebut menunjukkan adanya indikasi penyalahgunaan kekuasaan dan keberpihakan politik yang mengancam netralitasRepresentasi Presiden Joko Widodo dalam film tersebut menunjukkan adanya indikasi penyalahgunaan kekuasaan dan keberpihakan politik yang mengancam netralitas
IAIN PONTIANAKIAIN PONTIANAK Meskipun memang biasanya film-film kartun dirajai oleh Jepang tetapi Amerika juga termasuk yang banyak menciptakan film-film kartun selain dari Eropa danMeskipun memang biasanya film-film kartun dirajai oleh Jepang tetapi Amerika juga termasuk yang banyak menciptakan film-film kartun selain dari Eropa dan
UIRUIR Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana agama berperan sebagai sumber legitimasi moral dan sosial dalam menghadapi serta menolakPenelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam bagaimana agama berperan sebagai sumber legitimasi moral dan sosial dalam menghadapi serta menolak
UKIUKI Abstrak ini menyimpulkan bahwa media sosial menjadi faktor utama dalam transformasi pola komunikasi yang signifikan di kalangan generasi milenial. MediaAbstrak ini menyimpulkan bahwa media sosial menjadi faktor utama dalam transformasi pola komunikasi yang signifikan di kalangan generasi milenial. Media
FISIP UNMULFISIP UNMUL Hal ini menunjukkan bahwa meskipun penambangan memberikan kontribusi ekonomi bagi sebagian besar warga, juga terdapat konsekuensi dalam bentuk ketimpanganHal ini menunjukkan bahwa meskipun penambangan memberikan kontribusi ekonomi bagi sebagian besar warga, juga terdapat konsekuensi dalam bentuk ketimpangan
UNISDAUNISDA Metode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu teknik pengamatan dan teknik catat dengan mengumpulkan data-dataMetode yang digunakan yaitu metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan yaitu teknik pengamatan dan teknik catat dengan mengumpulkan data-data
PRINPRIN Kegiatan ini dilakukan selama 3 hari sejak 22 sampai dengan 24 Februari 2023 bersama Dialektika Institute.melalui pelatihan ini, dapat terlihat bahwa filmKegiatan ini dilakukan selama 3 hari sejak 22 sampai dengan 24 Februari 2023 bersama Dialektika Institute.melalui pelatihan ini, dapat terlihat bahwa film
Useful /
UKIUKI Peningkatan tersebut ditandai oleh nilai n-gain kelas eksperimen sebesar 0,72 (kategori tinggi) dan kelas kontrol 0,48 (kategori sedang). Model pembelajaranPeningkatan tersebut ditandai oleh nilai n-gain kelas eksperimen sebesar 0,72 (kategori tinggi) dan kelas kontrol 0,48 (kategori sedang). Model pembelajaran
PRINPRIN Kegiatan pelatihan ini berhasil memberikan manfaat yang baik bagi para peserta dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam pembukuan sederhana.melalui pelatihanKegiatan pelatihan ini berhasil memberikan manfaat yang baik bagi para peserta dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam pembukuan sederhana.melalui pelatihan
UMMUMM Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan cangkang telur dapat meningkatkan kuat tekan paving block hingga 30% pada komposisi 20%, namun pada komposisiHasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan cangkang telur dapat meningkatkan kuat tekan paving block hingga 30% pada komposisi 20%, namun pada komposisi
STIAMISTIAMI Munculnya stereotip bahwa daya tarik pariwisata Kota Tanjungpinang masih kurang dibandingkan dengan Kabupaten Bintan yang memiliki beragam atraksi wisataMunculnya stereotip bahwa daya tarik pariwisata Kota Tanjungpinang masih kurang dibandingkan dengan Kabupaten Bintan yang memiliki beragam atraksi wisata