UNJUNJ

Jurnal Sains GeografiJurnal Sains Geografi

Mixue merupakan Franchise Dessert yang berkembang di Indonesia sejak 2020. Didirikan oleh Zhang Hongchao di Tiongkok pada tahun 2018 dan sekarang sudah masuk ke negara-negara Asia. Perkembangan dalam segi penjualan dan konsumen sangat besar dan berpotensi tinggi dalam dunia bisnis. Mixue di Indonesia sudah memiliki lebih dari 300 gerai, tidak hanya menyediakan es krim, Mixue menyediakan berbagai varian minuman yang membuat konsumen antusias membeli produk mulai dari kalangan anak-anak hingga dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jarak keterjangkauan gerai Mixue terhadap pemukiman di Kota Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan metode NNA (Nearest Neighbor Analysis) dan buffering titik-titik lokasi. Nearest neighbor analysis (NNA) merupakan teknik analisis yang bertujuan untuk menentukan pola penyebaran suatu lokasi, dimana pola tersebut dapat berupa mengelompok (cluster), acak (random), hingga seragam (uniform). Persebaran lokasi Mixue dianalisis untuk mengetahui bagaimana pola sebaran titik lokasi terhadap seluruh area Jakarta Timu. Pengkajian kedekatan dan keterjangkauan lokasi menggunakan teknik buffering.

Persebaran Mixue di wilayah Jakarta Timur dapat dikatakan sangat tinggi dan menjangkau seluruh cakupan area di Jakarta Timur.Adapun pola sebaran lokasi bersifat acak, dipengaruhi oleh model franchise yang memberikan fleksibilitas tinggi bagi para pemilik modal dalam menentukan lokasi usaha.Meskipun mempunyai pola acak, namun Mixue kerap berdekatan dengan jalan kolektor, dimana dapat diartikan bahwa aksesibilitas menjadi hal yang penting bagi keberlangsungan bisnis gerai.Keterjangkauan Mixue dipecah menjadi 3 kelas, yaitu sangat dekat (500 meter), dekat (1 kilometer) dan jauh (2 kilometer).Hasil penelitian menunjukkan bahwa lebih dari 50% wilayah berada pada kelas keterjangkauan yang dekat.Hal ini berarti bahwa lebih dari 50% wilayah di Jakarta Timur dapat mengakses Mixue sejauh 1 kilometer.Pada kelas jauh (2 kilometer), lebih dari 90% wilayah telah terjangkau Mixue, dimana hal ini berarti hampir seluruh wilayah di Jakarta Timur dapat mengakses Mixue setidak-tidaknya sejauh 2 kilometer.

Berdasarkan hasil penelitian ini, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat dilakukan untuk menganalisis faktor-faktor sosial ekonomi yang memengaruhi keberhasilan gerai Mixue di berbagai lokasi di Jakarta Timur. Hal ini dapat membantu Mixue dalam memahami preferensi konsumen dan menyesuaikan strategi pemasaran mereka. Kedua, penelitian dapat dilakukan untuk mengevaluasi dampak keberadaan gerai Mixue terhadap bisnis es krim lokal di Jakarta Timur. Hal ini dapat memberikan wawasan tentang persaingan pasar dan membantu bisnis lokal dalam mengembangkan strategi untuk bersaing dengan Mixue. Ketiga, penelitian dapat dilakukan untuk mengembangkan model prediksi lokasi gerai Mixue yang optimal di Jakarta Timur, dengan mempertimbangkan faktor-faktor seperti kepadatan penduduk, aksesibilitas, dan potensi pasar. Model ini dapat membantu Mixue dalam merencanakan ekspansi bisnis mereka di masa depan.

  1. Model Konstruksi Ruang Kecamatan Sekarbela Berdasarkan Interaksi Ruang Menggunakan Near Neighbourhood... e-journal.hamzanwadi.ac.id/index.php/gdk/article/view/6080Model Konstruksi Ruang Kecamatan Sekarbela Berdasarkan Interaksi Ruang Menggunakan Near Neighbourhood e journal hamzanwadi ac index php gdk article view 6080
  1. #lokasi usaha#lokasi usaha
  2. #titik lokasi#titik lokasi
Read online
File size735.5 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-3sv
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test