GONTORGONTOR

Journal of Industrial Hygiene and Occupational HealthJournal of Industrial Hygiene and Occupational Health

Pentingnya penerapan K3 di tempat kerja yang belum memahami pentingnya K3. Oleh karena itu, penerapan K3 harus diterapkan khususnya terkait postur kerja. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui hubungan risiko postur kerja pada pekerjaan angkat angkut dengan metode OWAS terhadap risiko keluhan musculoskeletal dengan mengidentifikasi penilaian risiko keselamatan dan kesehatan kerja Industri Pembuatan Batu Bata. Metode penelitian kuantitatif dengan rancangan deskriptif analitik. Objek penelitian pekerja di sentra industri batu bata. Proses pengambilan data penelitian ini adalah identifikasi bahaya akibat salah dalam postur bekerja pada kegiatan angkat angkut batu bata dan penilaian risiko keluhan nyeri punggung atau musculoskeletal disorder menggunakan metode OWAS (Ovako Working Analysis System). Analisis OWAS menunjukkan bahwa postur kerja yang memerlukan tindakan perbaikan sekarang juga dengan kategori skor 4 terdapat 4 elemen kegiatan yaitu mengangkat, mengambil dan mengangkut batu bata dengan persentase keluhan paling dominan dan memiliki tingkat risiko musculoskeletal disorder paling tinggi yaitu keluhan pada bagian punggung mendapatkan persentase 56,6% dengan jumlah pekerja sebanyak 17 orang dan keluhan pada pinggang 60% dengan jumlah pekerja sebanyak 18 orang mengeluhkan sangat sakit. Risiko postur kerja yang salah dapat mengakibatkan keluhan musculoskeletal disorder dan hasil analisis menggunakan metode OWAS terbukti bahwa postur kerja dapat mempengaruhi keluhan pada pekerja angkat angkut batu bata.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat hubungan antara postur kerja dengan keluhan musculoskeletal ditinjau dari hasil penilaian menggunakan metode OWAS (Ovako Working Analysis System) yaitu postur kerja pada pekerja angkat angkut batu bata tingkat risiko musculoskeletal disorder paling tinggi yaitu pada bagian punggung, pinggang, dan kaki, serta perlu tindakan perbaikan sesegera mungkin.Penerapan metode OWAS dapat menjadi acuan penting dalam mengidentifikasi potensi risiko postur kerja yang dapat menyebabkan keluhan musculoskeletal pada pekerja.Dengan demikian, perusahaan perlu mengambil langkah-langkah perbaikan untuk mengurangi risiko tersebut dan meningkatkan kenyamanan serta kesehatan pekerja.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan saran penelitian lanjutan yang ada, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan: Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengidentifikasi faktor-faktor lain yang mempengaruhi risiko musculoskeletal disorder pada pekerja angkat angkut batu bata, seperti kondisi fisik, usia, dan pengalaman kerja. Kedua, penelitian dapat difokuskan pada pengembangan intervensi ergonomis yang efektif untuk mengurangi risiko postur kerja yang salah, seperti penggunaan alat bantu angkat, pelatihan postur kerja yang benar, dan modifikasi lingkungan kerja. Ketiga, penting untuk mengevaluasi efektivitas intervensi ergonomis yang telah diterapkan melalui penelitian longitudinal untuk memastikan keberlanjutan perbaikan dan mencegah timbulnya masalah kesehatan baru. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan kesehatan dan keselamatan kerja di industri pembuatan batu bata.

  1. #analisis risiko#analisis risiko
  2. #batu bata#batu bata
Read online
File size459.64 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-3aV
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test