UNIK KEDIRIUNIK KEDIRI

Jurnal Mahasiswa KesehatanJurnal Mahasiswa Kesehatan

Obat jerawat yang mengandung antibiotik sintetik dapat menimbulkan berbagai efek yang tidak diinginkan seperti iritasi dan resistensi. Daun sirsak (Annona muricata L.) mengandung golongan senyawa metabolit sekunder yang memiliki efek antiinflamasi dan antibakteri yang berpotensi sebagai antijerawat. Dibutuhkan sediaan yang lebih praktis dan awet dalam penyimpanan. Gel dipilih karena memberi sensasi rasa dingin pada kulit dan mudah diaplikasikan di kulit. Gelling agent berpengaruh pada stabilitas gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi HPMC (Hydroxy Propyl Methyl Cellulose) yang menghasilkan sediaan gel yang stabil dan hasil stabilitas fisik gel yang diperoleh. Sediaan gel dibuat dengan konsentrasi ekstrak daun sirsak 12% dengan variasi konsentrasi Hydroxy Propyl Methyl Cellulose yaitu 2,5%, 3% dan 3,5%. Konsentrasi Hydroxy Propyl Methyl Cellulose ditentukan secara trial and error. Masing-masing formula dibuat dan dilakukan uji sifat fisik yang meliputi organoleptis, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat dan daya sebar. Gel ekstrak daun sirsak diperoleh stabil selama 3 siklus pengujian meliputi organoleptis, homogenitas, viskositas, daya lekat dan daya sebar. pH gel stabil selama 3 siklus untuk konsentrasi Hydroxy Propyl Methyl Cellulose 2,5% dan 3,5% namun pada formula dengan konsentrasi Hydroxy Propyl Methyl Cellulose 3% pH gel tidak stabil selama 3 siklus.

HPMC dengan konsentrasi 2,5%, 3% dan 3,5% dapat menghasilkan sediaan gel ekstrak daun sirsak (Annona muricata L.Gel ekstrak daun sirsak dengan variasi konsentrasi HPMC sebagai gelling agent stabil selama penyimpanan 3 siklus secara organoleptis, homogenitas, viskositas, daya lekat dan daya sebar.pH gel stabil selama 3 siklus untuk konsentrasi HPMC 2,5% dan 3,5% namun pada formula dengan konsentrasi HPMC 3% pH gel tidak stabil selama 3 siklus.

Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, keterbatasan, dan juga bagian saran penelitian lanjutan, berikut adalah beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan:. . Pertama, perlu dilakukan pengujian aktivitas antibakteri dan antiinflamasi gel ekstrak daun sirsak untuk mengonfirmasi khasiat gel ekstrak daun sirsak sebagai antijerawat. Hal ini penting untuk memastikan bahwa sediaan gel yang diformulasikan benar-benar efektif dalam mengatasi masalah jerawat. Kedua, perlu dilakukan optimasi formulasi optimum untuk gelling agent HPMC. Penelitian ini dapat dilakukan dengan menggunakan metode desain eksperimen untuk menentukan kombinasi konsentrasi HPMC yang paling optimal untuk menghasilkan gel dengan sifat fisik yang diinginkan. Ketiga, perlu memodifikasi konsentrasi HPMC dengan penurunan konsentrasi atau dengan penambahan humektan selain gliserin seperti propilenglikol agar dapat menurunkan viskositas dan memperluas daya sebar. Penambahan humektan dapat membantu menjaga kelembaban kulit dan meningkatkan kenyamanan saat penggunaan gel. Dengan demikian, pengembangan sediaan gel ekstrak daun sirsak dapat terus ditingkatkan untuk menghasilkan produk yang lebih efektif dan aman bagi konsumen.

  1. #pola asuh#pola asuh
  2. #ekstrak etanol#ekstrak etanol
Read online
File size235.35 KB
Pages13
Short Linkhttps://juris.id/p-33U
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test