HARPRESSIDHARPRESSID

Asian Academic Summit ProceedingAsian Academic Summit Proceeding

Kebijakan aksi afirmatif untuk penerimaan perguruan tinggi merupakan praktik umum di seluruh dunia untuk mengurangi diskriminasi dengan memberikan akses kepada peluang pendidikan yang seharusnya tidak tersedia bagi individu dari kelompok yang kurang beruntung. Penelitian ini bertujuan menentukan pelaksanaan kebijakan afirmasi pendidikan secara global dengan mengumpulkan artikel dari berbagai sumber. Data dianalisis menggunakan aplikasi Nvivo 12. Hasil menunjukkan bahwa pelaksanaan kebijakan afirmasi di dunia sangat beragam; berbagai negara menerapkan afirmasi pendidikan karena protes, kerusuhan, dan demi keadilan. Preferensi pelaksanaan juga bervariasi, meliputi kualitas lulusan, kesiapan kerja, dan pilihan jurusan yang tersedia. Dampak kebijakan afirmatif memperoleh respons positif, negatif, maupun kombinasi keduanya. Sasaran kebijakan afirmasi pendidikan meliputi minoritas, mahasiswa Afrika, mahasiswa Afrika‑Amerika, dan mahasiswa Asia. Keunggulan penelitian ini terletak pada penggunaan pendekatan netnografi yang biasanya berfokus pada masalah sosial, namun di sini difokuskan pada kebijakan. Kelemahan penelitian adalah jumlah data yang hanya 30 artikel, sehingga diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengumpulkan lebih banyak data.

Implementasi kebijakan afirmasi pendidikan di dunia sangat beragam, dipengaruhi oleh latar belakang serta tujuan pembuat kebijakan.Negara‑negara mengadopsi kebijakan ini dengan pertimbangan yang berbeda, seperti kualitas lulusan, kesiapan kerja, dan ketersediaan jurusan, serta motivasi protes, kerusuhan, atau keadilan.Kebijakan tersebut menargetkan kelompok minoritas, termasuk mahasiswa Afrika, Afrika‑Amerika, dan Asia, dan memperoleh respons yang positif, negatif, atau kombinasi keduanya.

Penelitian selanjutnya dapat menguji bagaimana kebijakan afirmasi pendidikan memengaruhi hasil akademik mahasiswa minoritas dengan menggunakan data longitudinal yang mencakup lebih dari satu dekade, sehingga dapat mengidentifikasi tren jangka panjang dan faktor-faktor penentu keberhasilan. Selain itu, studi komparatif antara negara dengan tingkat penerapan kebijakan yang tinggi dan rendah dapat dilakukan untuk memahami peran konteks sosial‑politik, misalnya dengan menganalisis perbedaan persepsi publik melalui survei skala nasional. Selanjutnya, pendekatan mixed‑methods yang menggabungkan analisis netnografik dengan wawancara mendalam terhadap pemangku kepentingan universitas dapat memperkaya pemahaman tentang mekanisme pelaksanaan kebijakan dan tantangan operasional yang belum teridentifikasi dalam penelitian awal yang hanya mengkaji 30 artikel.

  1. Equal opportunities or affirmative action? The induction of minority ethnic teachers: Journal of Education... tandfonline.com/doi/full/10.1080/0260747042000229735Equal opportunities or affirmative action The induction of minority ethnic teachers Journal of Education tandfonline doi full 10 1080 0260747042000229735
  2. Affirmative Action Debates in American Government Introductory Textbooks - Sherri L. Wallace, Marcus... doi.org/10.1177/0021934716649645Affirmative Action Debates in American Government Introductory Textbooks Sherri L Wallace Marcus doi 10 1177 0021934716649645
  1. #persepsi publik#persepsi publik
  2. #implementasi kebijakan#implementasi kebijakan
Read online
File size250.63 KB
Pages5
Short Linkhttps://juris.id/p-2ZG
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test