UNIPAUNIPA
JURNAL KEHUTANAN PAPUASIAJURNAL KEHUTANAN PAPUASIAPenelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana ketersediaan tumbuhan pewarna alami tenun ikat terhadap dukungan kelestarian ekosistem di sekitar kawasan hutan produksi (HP) Bifemnasi Sonmahole Kecamatan Botin Leobele. Penelitian ini menggunakan metode snowball sampling. Berdasarkan hasil hasil penelitian di sekitar kawasan HP Bifemnasi Sonmahole, terdapat 3 jenis tumbuhan yang biasanya dimanfaatkan sebagai pewarna alami kain tenun ikat yaitu Mengkudu (Morinda citrifolia L), Kemiri (Aleuritas moluccana L), dan Tarum (Indigofera spicata). Sedangkan tumbuhan Loba (Symplocos sp.) tidak ditemukan di sekitar Kawasan hutan produksi terbatas (HPT) Bifemnasi Sonmahole sehingga masyarakat membelinya dari pasar. Pengolahan tumbuhan pewarna alami untuk menghasilkan warna hitam yaitu memanfaatkan daun Tarum yang dicampur dengan bubuk kapur dan abu tungku dapur, dan warna merah dimanfaatkan dari percampuran akar mengkudu dan kulit Loba yang sebelumnya diramu dengan menggunakan campuran daging buah kemiri.
Penelitian ini menggunakan metode snowball sampling yang efektif dalam mengidentifikasi jenis tanaman pewarna alami di sekitar HP Bifemnasi Sonmahole.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat tiga jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai pewarna alami kain tenun ikat, yaitu Mengkudu (Morinda citrifolia L), Kemiri (Aleuritas moluccana L), dan Tarum (Indigofera spicata).) tidak ditemukan di sekitar kawasan hutan produksi terbatas, sehingga masyarakat mendapatkannya dari pasar, dan untuk menghasilkan warna hitam, daun Tarum dicampur dengan bubuk kapur dan abu tungku dapur, sedangkan warna merah dihasilkan dari campuran akar Mengkudu, kulit Loba dan daging buah kemiri.
Penelitian ini mengungkap potensi tumbuhan lokal sebagai pewarna alami tenun ikat, namun membuka ruang untuk eksplorasi lebih lanjut. Studi lanjutan dapat difokuskan pada identifikasi senyawa kimia aktif dalam tumbuhan pewarna, serta pengaruhnya terhadap kualitas dan ketahanan warna kain tenun. Mengingat keterbatasan ketersediaan Loba di sekitar hutan produksi, penelitian mengenai teknik budidaya Loba yang berkelanjutan juga relevan untuk dilakukan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan pengrajin tenun tanpa merusak ekosistem. Selain itu, perlu ada penelitian yang mendalami dampak penggunaan pewarna alami terhadap kesehatan pengrajin dan lingkungan dibandingkan dengan pewarna sintetis, agar tercipta proses produksi tenun ikat yang lebih ramah lingkungan dan aman bagi kesehatan. Serta melihat dari sudut pandang ekonomi, perlu ada penelitian tentang potensi pasar dan strategi pemasaran kain tenun ikat dengan pewarna alami, sehingga dapat meningkatkan pendapatan pengrajin dan melestarikan budaya tenun ikat.
| File size | 323.39 KB |
| Pages | 8 |
| Short Link | https://juris.id/p-2sQ |
| Lookup Links | Google ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard |
| DMCA | Report |
Related /
POLTESAPOLTESA Pemanfaatan digital marketing pada era industri 4. 0 dapat dijadikan alternatif strategi dalam pemasaran produk agar memudahkan pelaku usaha memantau danPemanfaatan digital marketing pada era industri 4. 0 dapat dijadikan alternatif strategi dalam pemasaran produk agar memudahkan pelaku usaha memantau dan
UNIKUUNIKU Artikel terbagi dalam tiga bidang: keanekaragaman hayati dan bioprospeksi, ekowisata serta jasa lingkungan dan sosial ekonomi kehutanan, dan silvikultur.Artikel terbagi dalam tiga bidang: keanekaragaman hayati dan bioprospeksi, ekowisata serta jasa lingkungan dan sosial ekonomi kehutanan, dan silvikultur.
UNIKUUNIKU Keindahan alam yang terdapat di Gunung Masurai perlu didukung dengan adanya kesiapan aksesibilitas dan infrastruktur yang dapat mempengaruhi peningkatanKeindahan alam yang terdapat di Gunung Masurai perlu didukung dengan adanya kesiapan aksesibilitas dan infrastruktur yang dapat mempengaruhi peningkatan
E JOURNALLPPMUNSAE JOURNALLPPMUNSA Hasil penelitian menujukkan bahwa perilaku petani sangat dipengaruhi oleh pengalaman kolektif, norma budaya, dan peran kelembagaan seperti kelompok taniHasil penelitian menujukkan bahwa perilaku petani sangat dipengaruhi oleh pengalaman kolektif, norma budaya, dan peran kelembagaan seperti kelompok tani
UNSULTRAUNSULTRA Permasalahan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan pengetahuan tentang proses karbonisasi, belum adanya standarisasi mutu produk, minimnya sarana pendukung,Permasalahan utama yang dihadapi meliputi keterbatasan pengetahuan tentang proses karbonisasi, belum adanya standarisasi mutu produk, minimnya sarana pendukung,
LATANSAMASHIROLATANSAMASHIRO Hasil program pengabdian menunjukkan bahwa inovasi produksi dengan ATBM mekatronika, penggunaan pewarna alami, dan pengembangan motif khas berhasil menjawabHasil program pengabdian menunjukkan bahwa inovasi produksi dengan ATBM mekatronika, penggunaan pewarna alami, dan pengembangan motif khas berhasil menjawab
PPLPPL Latar belakang kegiatan ini berawal dari potensi besar yang dimiliki desa, namun kurangnya pemahaman dan apresiasi terhadap kain tenun menyebabkan penurunanLatar belakang kegiatan ini berawal dari potensi besar yang dimiliki desa, namun kurangnya pemahaman dan apresiasi terhadap kain tenun menyebabkan penurunan
UNILAUNILA Produksi serasah di lokasi penelitian berbeda pada masing-masing stasiun. Rata-rata produksi berat kering serasah Ceriops tagal pada Stasiun I mencapaiProduksi serasah di lokasi penelitian berbeda pada masing-masing stasiun. Rata-rata produksi berat kering serasah Ceriops tagal pada Stasiun I mencapai
Useful /
UNIPAUNIPA Pengumpulan data di lapangan dilakukan selama 7 hari dengan luasan kawasan mencapai 8. 000 ha meliputi Kampung Werianggi, Kampung Werabur dan Kampung Idor.Pengumpulan data di lapangan dilakukan selama 7 hari dengan luasan kawasan mencapai 8. 000 ha meliputi Kampung Werianggi, Kampung Werabur dan Kampung Idor.
UNIPAUNIPA Tahap pengujian yaitu uji penduga, uji penetap, dan uji pelengkap. Selanjutnya dilakukan pewarnaan Gram, uji gula-gula, dan uji biokimia. Hasil pengujianTahap pengujian yaitu uji penduga, uji penetap, dan uji pelengkap. Selanjutnya dilakukan pewarnaan Gram, uji gula-gula, dan uji biokimia. Hasil pengujian
UNIPAUNIPA Dalam kajian ini, pengumpulan informasi terkait bentuk kerusakan hutan dilakukan melalui kegiatan tracking dan mengidentifikasi bentuk-bentuk kerusakanDalam kajian ini, pengumpulan informasi terkait bentuk kerusakan hutan dilakukan melalui kegiatan tracking dan mengidentifikasi bentuk-bentuk kerusakan
UMAUMA Penilaian terhadap 14 unsur pelayanan publik mengidentifikasi dua unsur dengan mutu rendah (tanggung jawab petugas dan kewajaran biaya) serta dua unsurPenilaian terhadap 14 unsur pelayanan publik mengidentifikasi dua unsur dengan mutu rendah (tanggung jawab petugas dan kewajaran biaya) serta dua unsur