UNWIRUNWIR

Bahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra IndonesiaBahtera Indonesia; Jurnal Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia

Penelitian ini membandingkan gaya bahasa cerpen angkatan 66 dengan angkatan 2000, melalui analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya bahasa cerpen angkatan 66 lebih banyak menggunakan gaya bahasa hiperbola dan metafora, sedangkan angkatan 2000 lebih banyak menggunakan gaya bahasa pleonasme dan simbolik.

Gaya bahasa cerpen angkatan 66 dan angkatan 2000 memiliki perbedaan dalam penggunaan gaya bahasa.Angkatan 66 lebih banyak menggunakan gaya bahasa yang lebih klasik, sedangkan angkatan 2000 lebih banyak menggunakan gaya bahasa yang lebih modern dan ekspresif.

Penelitian ini dapat dilanjutkan dengan membandingkan gaya bahasa cerpen angkatan 66 dan angkatan 2000 dengan angkatan lainnya, serta menganalisis pengaruh gaya bahasa terhadap makna dan kesan pembaca. Selain itu, penelitian ini juga dapat diintegrasikan dengan teori-teori sastra lainnya, seperti teori strukturalisme dan teori poststrukturalisme, untuk memperoleh wawasan yang lebih mendalam tentang gaya bahasa cerpen.

  1. #pengaruh gaya#pengaruh gaya
  2. #struktur gaya bahasa#struktur gaya bahasa
Read online
File size991.79 KB
Pages27
Short Linkhttps://juris.id/p-2oV
Lookup LinksGoogle ScholarGoogle Scholar, Semantic ScholarSemantic Scholar, CORE.ac.ukCORE.ac.uk, WorldcatWorldcat, ZenodoZenodo, Research GateResearch Gate, Academia.eduAcademia.edu, OpenAlexOpenAlex, Hollis HarvardHollis Harvard
DMCAReport

Related /

ads-block-test