WYMWYM

Jurnal Bina AkuntansiJurnal Bina Akuntansi

Peran stratejik industri pariwisata dalam pembangunan perekonomian Indonesia semakin diperhitungkan. Agrowisata memiliki potensi memberikan kontribusi yang signifikan dalam memajukan pariwisata Indonesia. Potensi agrowisata Indonesia sangat besar karena didukung oleh kekayaan dan keanekaragaman pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, dan kehutanan. Penelitian ini dilakukan di Curug Cibereum yang terletak di kawasan Taman Nasional Gede Pangrango, Jawa Barat, Indonesia. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi tata kelola Curug Cibereum berdasarkan indikator kinerja Sapta. Kebaruan dari penelitian ini adalah merumuskan indikator Sapta Pesona Curug Cibereum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran QUAN qual. Data diambil dengan menggunakan multistage sampling dengan Concurrent Triangulation Strategy, melibatkan 560 responden penelitian dan 16 informan. Dengan menggunakan analisis Performance – Importance didapati 11 indikator Sapta Pesona yang perlu segera diperbaiki. Kinerja unsur Aman, Kenangan, Ramah dan Bersih dari Sapta Pesona harus lebih ditingkatkan untuk menjawab kebutuhan wisatawan. Fungsi tata kelola yang masih perlu mendapat perhatian untuk ditingkatkan adalah Pengawasan, Manajerial, Kepatuhan dan Pemantauan.

Hasil penelitian mendapati adanya 11 indikator yang memerlukan pembenahan segera.Dari 7 unsur sapta pesona, kinerja 4 unsur yaitu Aman, Kenangan, Ramah dan Bersih masih dirasa belum mampu menjawab kebutuhan wisatawan.Dari 11 indikator tersebut, 6 indikator terkait dengan unsur Aman, 2 indikator terkait dengan unsur Kenangan, 2 indikator terkait dengan unsur Ramah dan 1 indikator terkait dengan unsur Bersih.Kinerja empat unsur Sapta Pesona yaitu Aman, Kenangan, Ramah dan Bersih dinilai masih belum mampu menjawab kebutuhan wisatawan secara memuaskan.Dari keempat unsur Sapta Pesona yang masih kurang, yang paling tidak mampu menjawab kebutuhan wisatawan adalah unsur keamanan yang menjadi salah satu pertimbangan utama wisatawan selain keamanan dan kepastian.Hasil penelitian mendapati dari tujuh fungsi tata kelola pada Kawasan Wisata Air Terjun Cibeureum fungsi-fungsi yang masih perlu memperoleh perhatian untuk peningkatan kinerja adalah fungsi-fungsi Pengawasan (kepekaan petugas terhadap kesulitan pengunjung, pelayanan yang sigap, pelayanan yang membantu), Manajerial (inovasi pengelola, tenaga kerja), Kepatuhan (poliklinik, dokter jaga, Toilet, pos informasi, tempat parkir) dan Pemantauan (informasi promosi).Dalam penelitian ini evaluasi kinerja tata kelola di Curug Cibereum didasarkan atas penilaian dari perspektif wisatawan.Untuk memperoleh evaluasi yang lebih utuh, dapat dilakukan penelitian lanjutan yang melibatkan evaluasi dari pihak pengelola sehingga diperoleh gambaran kinerja tata kelola yang saling melengkapi dan dengan demikian dapat memberi masukan yang lebih komprehensif dalam pembenahan tata kelola di Curug Cibereum.

Untuk meningkatkan kinerja fungsi Pengawasan, perlu dilakukan peningkatan rasa empati petugas terhadap pengunjung. Disamping itu, peningkatan empati dari petugas terhadap pengunjung juga semestinya dapat menjawab keluhan pengunjung yang membutuhkan pelayanan yang sigap dan pelayanan yang membantu. Untuk meningkatkan kinerja fungsi Manajerial sehubungan masih dirasa lemahnya inovasi pengelola, perlu dilakukan studi banding terhadap destinasi-destinasi wisata yang memiliki kemiripan dengan agrowisata Curug Cibereum namun yang pengelolanya sudah maju. Pada era dengan kemajuan teknologi yang pesat ini, inovasi yang dibutuhkan tidak hanya diarahkan untuk menjawab kebutuhan pengunjung yang hadir secara fisik saja namun juga harus mampu menjawab kebutuhan di dunia maya sehingga baik calon pengunjung maupun pengunjung dapat dijawab kebutuhannya dan memperoleh kepuasan yang menjadi penentu ketahanan dan kesinambungan agrowisata Curug Cibereum. Untuk meningkatkan kinerja fungsi Kepatuhan terkait kelemahan sehubungan poliklinik, dokter jaga, Toilet, pos informasi, tempat parkir, perlu dirancang secara seksama baik kecukupan jumlah maupun kualitas dalam layanan sehubungan indikator-indikator tersebut. Dengan rentang wilayah yang sedemikian luas dan sedemikian banyaknya pengunjung setiap waktunya, yang pasti dari segi kuantitas tidak memadai, terlebih pada hari-hari sibuk yang pada umumnya terjadi pada akhir minggu maupun hari libur nasional, padahal kebutuhan akan kecukupan kuantitas dan kualitas poliklinik dan dokter jaga yang mumpuni sangatlah penting bagi keamanan, keselamatan dan kepastian wisatawan. Untuk mencapai efektifitas dan efisiensi penyelenggaraan, pihak pengelola dapat menjalin kerja sama dengan aparat setempat maupun rumah-sakit pendidikan dari institusi-institusi pendidikan di tanah air. Selain itu pengelola dapat merancang pos informasi berbasis teknologi komunikasi sehingga meskipun jumlah petugas secara fisik kurang memadai namun setidaknya dampak risiko dapat dimitigasi oleh sistem komunikasi yang mumpuni. Dalam hal ini pengelola dapat memberdayakan sistem informasi yang cocok menjawab kebutuhan pengunjung. Selain itu beberapa fasilitas menjadi sorotan pengunjung yakni toilet dan tempat parkir juga harus ditingkatkan ketersediaan dan kebersihannya. Peneliti masih mendapati toilet yang digenangi oleh air dan beberapa tempat sampah yang penuh yang dipandang oleh pengunjung menjadi kelemahan kinerja pengelola terkait kesehatan and kebersihan. Untuk meningkatkan kinerja tata kelola sehubungan fungsi Pemantauan dalam rangka meningkatkan kinerja kesinambungan Curug Cibereum sehubungan masih dirasa lemahnya informasi promosi, pihak pengelola dapat menggandeng mitra yang mumpuni dengan memberdayakan teknologi informasi yang sejauh ini telah mengalami kemajuan yang pesat. Pihak pengelola harus meyakinkan akan ketersediaan konten yang dapat berguna bagi informasi promosi. Upaya tersebut selain meningkatkan kinerja aspek informasi promosi juga makin menjadikan calon pengunjung makin mengenal kondisi lokasi di Curug Cibereum sehingga saat mereka berkunjung secara fisik ke Curug Cibereum sudah lebih mempersiapkan segala sesuatunya terutama terkait aspek keamanan, keselamatan dan kepastian.

Read online
File size340.53 KB
Pages21
DMCAReport

Related /

ads-block-test