ISLAMICATEINSTITUTEISLAMICATEINSTITUTE
Journal of Economicate StudiesJournal of Economicate StudiesPerkembangan pesat teknologi keuangan Islam (Sharia Fintech) menawarkan peluang dan tantangan baru dalam menggabungkan prinsip-prinsip iman dengan inovasi digital. Makalah konseptual ini mengeksplorasi persimpangan antara literasi keuangan syariah dan persepsi keamanan digital sebagai dimensi kunci yang membentuk kepercayaan pengguna dalam ekosistem fintech Islam. Dengan menarik dari kerangka etika Islam dan teori penerimaan teknologi, studi ini berpendapat bahwa literasi yang berorientasi iman dan persepsi keamanan bersama-sama membangun fondasi moral dan psikologis kepercayaan pengguna dalam platform digital yang sesuai dengan syariah. Makalah ini mengusulkan hubungan konseptual di mana iman berfungsi sebagai kompas moral, kepercayaan sebagai mekanisme psikologis perantara, dan teknologi sebagai penguat inklusi keuangan. Wawasan yang disajikan bertujuan untuk berkontribusi pada diskusi teoritis tentang keuangan digital yang etis dan menyediakan fondasi untuk penelitian empiris masa depan di bidang fintech Islam.
Studi ini menyimpulkan bahwa literasi keuangan syariah, yang berakar pada pemahaman iman, mempengaruhi kepercayaan pengguna dalam platform fintech Islam.Literasi yang kuat dalam keuangan syariah memungkinkan pengguna untuk menilai keaslian produk fintech dan menghindari layanan yang tidak etis atau tidak sesuai dengan syariah.Sebaliknya, pengetahuan terbatas tentang keuangan Islam dapat menyebabkan ketidakpastian dan skeptisisme, mengurangi tingkat adopsi digital.Dengan demikian, literasi yang didorong iman bertindak sebagai jembatan edukatif dan psikologis antara nilai-nilai spiritual dan kepercayaan teknologi.Selain itu, persepsi keamanan digital telah menjadi komponen yang mendefinisikan kepercayaan pengguna dalam fintech.Kekhawatiran tentang pelanggaran data, pencurian identitas, dan pelanggaran privasi telah meningkat secara global, menyebabkan pengguna mengevaluasi kredibilitas platform digital berdasarkan arsitektur keamanannya.Dalam konteks fintech Islam, keamanan digital bukan hanya masalah teknis, tetapi juga kewajiban moral - bentuk amanah digital (kepercayaan yang dapat dipercaya).Platform yang memastikan transparansi, melindungi data pengguna, dan mematuhi syariah menciptakan rasa aman secara spiritual dan digital secara bersamaan.Oleh karena itu, persepsi keamanan digital berfungsi sebagai penentu rasional dan etis kepercayaan pengguna (Bakhrudin, & Sugiono, 2023).Kepercayaan adalah batu penjuru dari setiap transaksi keuangan, dan dalam keuangan Islam, itu memiliki makna yang lebih dalam.Kepercayaan (amanah) adalah kebajikan sentral dalam Islam, mewakili kesetiaan, keandalan, dan integritas dalam semua urusan.Ketika diterjemahkan ke dalam konteks digital, kepercayaan mencakup kepercayaan pengguna pada keaslian platform syariah, keandalan teknologi, dan transparansi etika.Platform fintech Islam yang dipercaya tidak hanya mematuhi standar hukum, tetapi juga menumbuhkan keyakinan spiritual yang selaras dengan keyakinan pengguna.Interaksi antara iman dan kepercayaan menjadi penentu kritis bagaimana pengguna berinteraksi dan tetap setia pada layanan fintech yang sesuai dengan syariah (Mohamad & Basah, 2024).Penelitian sebelumnya tentang adopsi fintech telah berfokus pada penerimaan teknologi, manfaat yang dirasakan, dan kemudahan penggunaan, menarik dari model seperti TAM atau UTAUT.Namun, kerangka kerja ini sering mengabaikan dimensi agama dan moral yang unik yang tertanam dalam perilaku keuangan Islam.Studi yang menggabungkan literasi keuangan syariah, kepatuhan, dan persepsi keamanan digital tetap terbatas dan terfragmentasi (Alsmadi, 2024).Selain itu, model konseptual yang mengeksplorasi secara eksplisit bagaimana iman membentuk persepsi teknologi dan keamanan dalam fintech Islam masih jarang.Kesenjangan konseptual ini menekankan kebutuhan untuk mengembangkan pemahaman holistik tentang hubungan triadic antara iman, kepercayaan, dan teknologi (Irimia & Ullah, 2023).Untuk mengatasi kesenjangan ini, makalah ini mengusulkan eksplorasi konseptual tentang bagaimana literasi keuangan yang berorientasi iman dan persepsi keamanan digital bersama-sama mempengaruhi pembentukan kepercayaan dalam ekosistem fintech Islam.Daripada mengandalkan data empiris, studi ini mensintesiskan wawasan dari etika keuangan Islam, teori kepercayaan digital, dan literatur tata kelola fintech.Dengan mengintegrasikan perspektif ini, makalah ini bertujuan untuk membangun kerangka kerja yang mencerminkan realitas spiritual dan teknis adopsi fintech Islam (Ajouz, 2023).Pendekatan ini memungkinkan pemahaman yang lebih dalam tentang bagaimana keyakinan dan persepsi pengguna berinteraksi dalam lingkungan keuangan digital.Akhirnya, itu berkontribusi pada diskusi akademik yang sedang berlangsung tentang arsitektur moral teknologi di ekonomi yang berorientasi iman.
Berdasarkan latar belakang, metode, hasil, dan keterbatasan penelitian ini, berikut adalah tiga saran penelitian lanjutan:. . 1. Mengembangkan model empiris yang menyelidiki hubungan antara literasi keuangan syariah, persepsi keamanan digital, dan kepercayaan pengguna dalam ekosistem fintech Islam. Model ini dapat menguji hipotesis tentang bagaimana literasi yang kuat dalam keuangan syariah dan persepsi keamanan yang positif mempengaruhi kepercayaan pengguna dan adopsi fintech Islam. Penelitian ini dapat menggunakan survei atau wawancara dengan pengguna fintech Islam untuk mengumpulkan data empiris.. . 2. Menganalisis dampak literasi keuangan syariah pada perilaku keuangan pengguna dalam konteks fintech Islam. Penelitian ini dapat mengeksplorasi bagaimana literasi keuangan syariah mempengaruhi keputusan keuangan pengguna, seperti pemilihan produk keuangan, pengelolaan risiko, dan perilaku investasi. Dengan memahami bagaimana literasi keuangan syariah mempengaruhi perilaku keuangan pengguna, kita dapat mengembangkan strategi pendidikan keuangan yang lebih efektif untuk meningkatkan literasi keuangan syariah dan kepercayaan pengguna dalam fintech Islam.. . 3. Mengeksplorasi peran teknologi dalam memperkuat kepercayaan pengguna dalam ekosistem fintech Islam. Penelitian ini dapat menyelidiki bagaimana teknologi, seperti blockchain, dapat meningkatkan transparansi dan keamanan dalam transaksi keuangan Islam. Dengan memanfaatkan teknologi yang sesuai dengan syariah, kita dapat meningkatkan kepercayaan pengguna dan mendorong adopsi fintech Islam yang lebih luas. Selain itu, penelitian ini dapat mengidentifikasi tantangan dan peluang yang terkait dengan implementasi teknologi dalam ekosistem fintech Islam.
| File size | 331.15 KB |
| Pages | 16 |
| DMCA | Report |
Related /
ISLAMICATEINSTITUTEISLAMICATEINSTITUTE Pada saat yang sama, ketersediaan dan keragaman sumber daya keuangan secara signifikan mempengaruhi prioritas institusional dan keputusan strategis mengenaiPada saat yang sama, ketersediaan dan keragaman sumber daya keuangan secara signifikan mempengaruhi prioritas institusional dan keputusan strategis mengenai
ISLAMICATEINSTITUTEISLAMICATEINSTITUTE Bagian ini telah membahas bagaimana kepercayaan dan autentisitas membentuk persepsi psikologis dan spiritual, sekaligus memperkuat identitas destinasiBagian ini telah membahas bagaimana kepercayaan dan autentisitas membentuk persepsi psikologis dan spiritual, sekaligus memperkuat identitas destinasi
PIPI Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi interaksi dinamis antara transformasi digital dan dimensi operasional, regulasi, serta etika dari sistem akuntansiStudi ini bertujuan untuk mengeksplorasi interaksi dinamis antara transformasi digital dan dimensi operasional, regulasi, serta etika dari sistem akuntansi
JIMF BIJIMF BI Studi ini memberikan wawasan tentang bagaimana keuangan Islam dan transformasi digital berkontribusi pada stabilitas keuangan. Studi ini menyelidiki dampakStudi ini memberikan wawasan tentang bagaimana keuangan Islam dan transformasi digital berkontribusi pada stabilitas keuangan. Studi ini menyelidiki dampak
ISLAMICATEINSTITUTEISLAMICATEINSTITUTE Ekspansi cepat keuangan syariah di Indonesia telah menandakan pergeseran dinamika ekonomi nasional, yang didorong sebagian oleh peran meningkatnya instrumenEkspansi cepat keuangan syariah di Indonesia telah menandakan pergeseran dinamika ekonomi nasional, yang didorong sebagian oleh peran meningkatnya instrumen
ISLAMICATEINSTITUTEISLAMICATEINSTITUTE Bisnis dapat menerapkan keadilan berbasis biaya, penetapan harga etis berbasis nilai, dan strategi non-predatory berbasis persaingan. Penelitian ini secaraBisnis dapat menerapkan keadilan berbasis biaya, penetapan harga etis berbasis nilai, dan strategi non-predatory berbasis persaingan. Penelitian ini secara
ISLAMICATEINSTITUTEISLAMICATEINSTITUTE 7 Tahun 1989 tentang Pengadilan Agama, salah satunya adalah wewenang Pengadilan Agama untuk mengadili sengketa perbankan syariah. Sehingga penulis menemukan7 Tahun 1989 tentang Pengadilan Agama, salah satunya adalah wewenang Pengadilan Agama untuk mengadili sengketa perbankan syariah. Sehingga penulis menemukan
AHMADDAHLANAHMADDAHLAN Hasil analisis menunjukkan bahwa rasio-rasio seperti NPF, ROE, NI, BOPO, dan CAR berada dalam kategori sehat dan sangat sehat, yang mencerminkan efektivitasHasil analisis menunjukkan bahwa rasio-rasio seperti NPF, ROE, NI, BOPO, dan CAR berada dalam kategori sehat dan sangat sehat, yang mencerminkan efektivitas
Useful /
ISLAMICATEINSTITUTEISLAMICATEINSTITUTE Perspektif ini memperbaiki pandangan sebelumnya yang memperlakukan kemiskinan sebagai masalah ekonomi murni dan menekankan urgensi bergeser menuju paradigmaPerspektif ini memperbaiki pandangan sebelumnya yang memperlakukan kemiskinan sebagai masalah ekonomi murni dan menekankan urgensi bergeser menuju paradigma
JIMF BIJIMF BI Hipotesis 1, yang menyatakan hubungan positif antara kinerja ESG dan nilai merek dalam saham patuh Syariah, didukung di Malaysia dan Indonesia, di manaHipotesis 1, yang menyatakan hubungan positif antara kinerja ESG dan nilai merek dalam saham patuh Syariah, didukung di Malaysia dan Indonesia, di mana
ISLAMICATEINSTITUTEISLAMICATEINSTITUTE Merek konvensional menekankan diferensiasi dan koneksi emosional, tetapi merek Islam mengintegrasikan nilai-nilai etis seperti kejujuran, keadilan, danMerek konvensional menekankan diferensiasi dan koneksi emosional, tetapi merek Islam mengintegrasikan nilai-nilai etis seperti kejujuran, keadilan, dan
JQWHJQWH Dengan dilakukannya continuity of care sejak masa kehamilan didapatkan hasil bahwa perlakuan tersebut berhasil menurunkan angka kejadian sectio secareaDengan dilakukannya continuity of care sejak masa kehamilan didapatkan hasil bahwa perlakuan tersebut berhasil menurunkan angka kejadian sectio secarea