E SIBERE SIBER

Siber International Journal of Digital Business (SIJDB)Siber International Journal of Digital Business (SIJDB)

Penelitian ini menganalisis hubungan antara akuntansi hijau, tekanan pemangku kepentingan, pengungkapan informasi lingkungan, dan penghindaran pajak karbon dengan menggunakan pendekatan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui perangkat lunak SmartPLS. Data penelitian diperoleh melalui penyebaran kuesioner terstruktur kepada 280 perusahaan dari berbagai sektor industri di Indonesia. Analisis dilakukan dalam dua tahap: pengujian model pengukuran untuk memastikan reliabilitas dan validitas konstruk, serta pengujian model struktural untuk mengevaluasi efek langsung, tidak langsung, dan mediasi menggunakan teknik bootstrapping dengan 5.000 resample. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akuntansi hijau dan tekanan pemangku kepentingan memengaruhi pengungkapan lingkungan, yang menegaskan pentingnya kedua faktor tersebut dalam meningkatkan transparansi perusahaan. Pengungkapan lingkungan ditemukan memiliki efek negatif terhadap penghindaran pajak karbon, yang menunjukkan bahwa tingkat transparansi yang lebih tinggi dapat mengurangi perilaku oportunistik perusahaan dalam penghindaran pajak karbon. Namun, akuntansi hijau tidak memiliki efek langsung terhadap penghindaran pajak karbon; melainkan, akuntansi hijau memberikan pengaruh tidak langsung melalui efek mediasi pengungkapan lingkungan. Sebaliknya, tekanan dari pemangku kepentingan memiliki dampak langsung terhadap upaya penghindaran pajak karbon tanpa melalui mekanisme perantara. Temuan-temuan ini memperkaya literatur akuntansi keberlanjutan dengan mengintegrasikan praktik akuntansi internal dan dinamika pemangku kepentingan eksternal dalam menjelaskan perilaku kepatuhan pajak perusahaan.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa akuntansi hijau dan tekanan pemangku kepentingan memainkan peran penting dalam meningkatkan pengungkapan lingkungan, yang merupakan elemen fundamental dalam mendorong perilaku korporasi yang bertanggung jawab secara lingkungan dan berkelanjutan.Akuntansi hijau menyediakan dasar kuantitatif untuk mempersiapkan laporan lingkungan yang lebih akurat, sistematis, dan kredibel.Sementara itu, tekanan pemangku kepentingan memperkuat akuntabilitas korporasi melalui peningkatan harapan sosial, persyaratan regulasi, dan tuntutan publik untuk praktik bisnis yang berkelanjutan.Penelitian ini juga menunjukkan bahwa pengungkapan lingkungan secara signifikan mempengaruhi penghindaran pajak karbon.Transparansi korporasi yang lebih tinggi terkait dengan kecenderungan yang lebih rendah bagi perusahaan untuk terlibat dalam praktik penghindaran pajak karbon.Dengan demikian, pengungkapan lingkungan berfungsi sebagai mekanisme tata kelola yang efektif yang mendorong perilaku korporasi yang etis dan memperkuat kepatuhan terhadap peraturan lingkungan.Meskipun akuntansi hijau tidak memiliki efek langsung yang signifikan pada penghindaran pajak karbon, temuan penelitian mengungkapkan bahwa pengaruhnya ditransmisikan secara tidak langsung melalui pengungkapan lingkungan.Hasil ini menunjukkan bahwa akuntansi hijau menjadi lebih efektif ketika disertai dengan praktik pelaporan lingkungan yang transparan, kredibel, dan berkualitas tinggi.

Berdasarkan hasil penelitian, ada beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian dapat fokus pada pengembangan standar pelaporan keberlanjutan yang terintegrasi dengan sistem pajak karbon dan mekanisme pemantauan lingkungan. Integrasi ini penting untuk memastikan bahwa pelaporan lingkungan tidak hanya menjadi latihan simbolis, tetapi juga sebagai mekanisme tata kelola yang berarti yang dapat meningkatkan kepatuhan korporasi terhadap peraturan lingkungan dan fiskal. Kedua, penelitian dapat mengeksplorasi peran pengungkapan lingkungan dalam memperkuat kepercayaan investor, legitimasi organisasi, dan mengurangi risiko reputasi dan regulasi. Ketiga, penelitian dapat menganalisis bagaimana perubahan kerangka regulasi dan tekanan institusional mempengaruhi hubungan antara akuntansi hijau, pengungkapan lingkungan, dan kepatuhan pajak karbon dalam jangka panjang. Dengan demikian, penelitian lanjutan dapat memberikan kontribusi lebih lanjut terhadap pemahaman kita tentang praktik tata kelola lingkungan korporasi dan kepatuhan pajak karbon di negara-negara berkembang seperti Indonesia.

  1. Vol. 4 No. 1 (2026): (SIJDB) Siber International Journal of Digital Business (July - September 2026)... review.e-siber.org/SIJDB/issue/view/52Vol 4 No 1 2026 SIJDB Siber International Journal of Digital Business July September 2026 review e siber SIJDB issue view 52
Read online
File size418.05 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test