YAMASIYAMASI

Jurnal Kesehatan Yamasi MakassarJurnal Kesehatan Yamasi Makassar

Kulit buah labu kuning (Cucurbita moschata) mengandung antioksidan seperti α-karoten, β-karoten, pektin, vitamin A dan C, dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kulit buah labu kuning dapat diformulasikan menjadi sediaan biskuit yang stabil secara fisikokimia serta mengetahui konsentrasi berapa sediaan biskuit tepung kulit buah labu kuning (Cucurbita moschata) memiliki ini yaitu fisikokimia yang baik. Jenis penelitian eksperimental dengan menggunakan empat formula biskuit, yaitu F1 (20%), F2 (24%), F3 (30%), dan F4 (34%). Data yang diperoleh terdiri atas data kualitatif dan kuantitatif. Data kualitatif dari uji organoleptik warna, aroma, rasa, dan tekstur menggunakan uji Kruskal-Wallis, dilanjutkan dengan uji Mann-Whitney apabila terdapat perbedaan. Data kuantitatif meliputi kadar lemak, kadar abu, kadar air, kadar karbohidrat dianalisis menggunakan One Way ANOVA, dilanjutkan dengan uji Duncan apabila menunjukkan perbedaan. Hasil uji Kruskal-Wallis menunjukkan bahwa perbedaan konsentrasi tepung kulit buah labu kuning tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap parameter warna (p=0,407), aroma (p=0,348), rasa (p=0,848), dan tekstur (p=0,357). Uji kadar lemak (p=0,122), kadar abu (p=0,913), dan kadar air (p=0,542) tidak berbeda signifikan. Kadar karbohidrat menunjukkan perbedaan yang signifikan (p=0,018), sehingga dilakukan uji Duncan, dimana formula F1 berbeda nyata dengan F3 dan F4. Hasil uji organoleptik memperlihatkan bahwa formula F1 memperoleh nilai rata-rata tertinggi pada parameter warna (3,63), aroma (3,57), rasa (3,37), dan tekstur (3,67). Kesimpulan penelitian ini bahwa tepung kulit buah labu kuning (Cucurbita moschata) dapat diformulasikan menjadi biskuit dengan karakteristik fisikokimia yang stabil dan F1 konsentrasi tepung 20% merupakan formula terbaik karena memperoleh tingkat kesukaan panelis tertinggi pada pengujan organoleptik.

Formulasi biskuit dari tepung kulit buah labu kuning (Cucurbita moschata) dapat diformulasikan menjadi sediaan biskuit yang stabil secara fisik.Formula F1 dengan konsentrasi tepung kulit buah labu kuning 20% merupakan formula terbaik karena memperoleh tingkat kesukaan panelis tertinggi pada parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur.

Berdasarkan hasil penelitian, disarankan untuk melakukan analisis lebih mendalam mengenai profil zat gizi lainnya, seperti kadar protein total. Selain itu, penelitian lanjutan dapat fokus pada pengembangan biskuit dengan variasi konsentrasi tepung kulit buah labu kuning yang lebih tinggi, untuk mengeksplorasi potensi manfaat kesehatan yang lebih besar. Terakhir, studi komparatif antara biskuit dengan dan tanpa tepung kulit buah labu kuning dapat dilakukan untuk membandingkan secara langsung karakteristik fisikokimia dan organoleptik keduanya, sehingga dapat memberikan gambaran lebih komprehensif tentang manfaat penggunaan tepung kulit buah labu kuning dalam biskuit.

  1. PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT... journal.upgris.ac.id/index.php/jiphp/article/view/11934PERAN PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN SEBAGAI PENGENDALI FUNGSI DALAM PEMBANGUNAN LANJUTAN LABORATORIUM B2P2TOOT journal upgris ac index php jiphp article view 11934
  2. Pumpkin Peel Flour Extracts Obtained by an Ultrasound-Assisted System as a Rich Source of Bioactive Compounds... doi.org/10.19026/ajfst.14.5981Pumpkin Peel Flour Extracts Obtained by an Ultrasound Assisted System as a Rich Source of Bioactive Compounds doi 10 19026 ajfst 14 5981
Read online
File size662.42 KB
Pages19
DMCAReport

Related /

ads-block-test