UMIUMI

Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDIJurnal Pengabdian Pada Masyarakat METHABDI

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) merupakan pilar strategi pembangunan ekonomi pedesaan Indonesia, namun kapasitas pelaporan keuangan yang tidak memadai di kalangan manajernya terus mengikis akuntabilitas organisasi dan kredibilitas tata kelola. Kegiatan pengabdian masyarakat ini mengatasi tantangan tersebut melalui program pembimbingan partisipatif tiga fase yang melibatkan 25 manajer BUMDes dari tiga desa di Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, yaitu BUMDes Marsada Tahi, BUMDes Hutanamora, dan BUMDes Saoloan. Intervensi berjalan secara bertahap melalui Forum Group Discussion (FGD) penilaian kebutuhan, workshop intensif berfokus pada SAK EMKM selama dua hari, dan empat putaran pembimbingan langsung di lapangan. Efektivitas diukur menggunakan desain pre-test-post-test satu kelompok dan dianalisis dengan uji t sampel berpasangan. Temuan menunjukkan peningkatan signifikan secara statistik dalam skor pengetahuan rata-rata dari 42,6 menjadi 79,3 (kenaikan 86,2%; t = −18,42; p < 0,001; df = 24). Pada akhir program, 88% peserta telah secara mandiri menghasilkan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM, mencakup laporan laba rugi dan laporan posisi keuangan. Observasi lapangan kualitatif memperkuat pergeseran signifikan dari pencatatan buku kas sederhana menuju praktik pencatatan double-entry yang teratur. Hasil ini membenarkan efektivitas pembimbingan terstruktur, berfase, dan berbasis praktik sebagai strategi penguatan kapasitas untuk entitas ekonomi pedesaan serta menawarkan model yang dapat diterapkan untuk perbaikan tata kelola keuangan di BUMDes di Sumatra Utara.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini menerapkan program pembimbingan partisipatif tiga fase untuk 25 manajer BUMDes di tiga desa mitra di Kabupaten Samosir, Sumatra Utara, dengan tujuan utama membangun kompetensi pelaporan keuangan berbasis SAK EMKM.Program menghasilkan kemajuan signifikan secara statistik (skor rata-rata.p < 0,001), dan 88% peserta menghasilkan laporan keuangan yang sesuai dengan SAK EMKM pada akhir program.Bukti lapangan kualitatif mendukung peralihan jelas dari pencatatan berbasis kas yang tidak formal menjadi praktik pencatatan double-entry yang terstruktur.Program berfase yang menggabungkan FGD penilaian kebutuhan partisipatif, workshop praktis intensif dua hari, dan empat putaran pembimbingan di lapangan terbukti efektif dalam menjembatani kesenjangan antara perolehan pengetahuan dan implementasi pelaporan keuangan.Pada tingkat organisasi, program menghasilkan kemajuan tata kelola yang nyata.dua BUMDes kini mempertahankan kumpulan dokumen SAK EMKM yang lengkap, dan ketiga BUMDes memiliki infrastruktur akuntansi dasar yang diperlukan untuk akuntabilitas pemangku kepentingan dan akses ke saluran pembiayaan formal.Hasil ini memperkuat dasar bukti yang mendukung pembimbingan berfokus pada praktik dan berkelanjutan sebagai moda paling efektif untuk membangun kompetensi akuntansi di lembaga ekonomi pedesaan, dan kerangka tiga fase yang dikembangkan di sini menawarkan model yang dapat direplikasi untuk reformasi tata kelola keuangan BUMDes di Sumatra Utara dan sekitarnya.

Penelitian lanjutan perlu menginvestigasi dampak jangka panjang program pembimbingan terhadap praktik keuangan BUMDes untuk memastikan keberlanjutan hasil. Selain itu, studi dapat mengkaji integrasi alat akuntansi digital untuk meningkatkan kepatuhan terhadap SAK EMKM dan mengurangi beban kognitif manajer tanpa latar belakang akuntansi. Terakhir, penelitian dapat mengeksplorasi pengaruh program terhadap akuntabilitas pemangku kepentingan dan akses ke pembiayaan formal di berbagai konteks geografis dan institusional.

Read online
File size869.61 KB
Pages9
DMCAReport

Related /

ads-block-test