IPDNIPDN

Jurnal Politik Pemerintahan Dharma PrajaJurnal Politik Pemerintahan Dharma Praja

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguraikan mengenai modalitas pemenangan Pramono-Rano pada Pemilihan Kepala Daerah Provinsi Daerah Khusus Jakarta tahun 2024. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, dengan desain penelitian studi kasus. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi; observasi dan wawancara. Teknik analisis data menggunakan model analisis interaktif yang meliputi: reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa kemenangan Pramono-Rano dipengaruhi oleh modal sosial, ekonomi, budaya dan simbolik. Modal sosial ditunjukan melalui keterlibatan berbagai elemen mulai dari tokoh masyarakat, maupun ormas yang ada di Provinsi Daerah Khusus Jakarta dalam setiap momen kampanye Pramono-Rano. Modal ekonomi muncul melalui pengelolaan sumber daya seperti; uang, tenaga, waktu, hingga ide yang dijalankan oleh tim pemenangan. Modal budaya tercermin dari penggunaan ornamen dan simbol khas Betawi seperti ondel-ondel. Sedangkan modal simbolik terbentuk dari pengalaman Pramono-Rano melalui kiprahnya di pemerintahan, sehingga mampu memberikan rasa percaya dari masyarakat Daerah Khusus Jakarta.

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis di atas maka secara keseluruhan dapat disimpulkan bahwa kemenangan Pramono-Rano pada Pilkada Daerah Khusus Jakarta didukung oleh modal sosial, ekonomi, budaya dan simbolik.1) Secara praktis, para kandidat dalam pemilihan kepala daerah ke depannya perlu untuk membangun basis sosial (modal sosial) dengan melibatkan berbagai elemen, tidak terbatas pada tokoh masyarakat dan ormas, melainkan civil society lainnya.Hal ini dapat dilakukan dengan pendekatan isu yang dapat dimasukan sebagai materi kampanye untuk menarik simpati dari berbagai kelompok sosial yang ada baik di Daerah Khusus Jakarta maupun daerah lainnya.2) Secara teoritis, studi ini memberikan rekomdasi kepada para peneliti selanjutnya untuk berfokus pada salah satu aspek khususnya modal sosial kandidat dalam pemenangan Pilkada.Mengingat bahwa modal sosial menjadi dasar untuk memperkuat modal ekonomi dan modal simbolik yang dimiliki oleh para kandidat.Di sisi lain, fenomena Pilkada Daerah Khusus Jakarta tahun 2024 juga menunjukan bahwa, modal politik yang dimiliki pasangan calon tidak dapat dijadikan faktor penentu kemenangan jika tanpa didukung oleh basis sosial yang kuat.

Dalam penelitian lanjutan, penting untuk mengeksplorasi peran media sosial dalam membangun modal sosial kandidat, terutama dalam konteks pemilu daerah. Selain itu, perlu dilakukan analisis lebih mendalam mengenai bagaimana faktor ekonomi, seperti distribusi sumber daya dan kebijakan fiskal, memengaruhi preferensi pemilih. Terakhir, penelitian juga bisa fokus pada dinamika simbol-simbol budaya lokal dalam memperkuat identitas politik kandidat, terutama dalam daerah dengan keragaman budaya seperti Jakarta.

Read online
File size386.35 KB
Pages18
DMCAReport

Related /

ads-block-test