UINSAUINSA

OECONOMICUS Journal of EconomicsOECONOMICUS Journal of Economics

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi biaya lingkungan yang timbul di industri rambak Tulungagung serta pemahaman mereka dalam pelaporan biaya lingkungan dalam laporan keuangan. Biaya lingkungan terkait pengelolaan limbah industri, yaitu limbah padat berupa bulu hewan dan limbah cair berupa sisa minyak goreng serta air kapur di industri rambak Tulungagung. Konsep pengakuan biaya lingkungan dan perlakuannya menggunakan Standar Akuntansi Keuangan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK-EMKM) serta konsep akuntansi hijau. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus kualitatif, data diperoleh dari wawancara dengan tiga informan yang merupakan pemilik industri rumahan rambak di Tulungagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa industri rambak Tulungagung telah menerapkan biaya lingkungan untuk biaya pencegahan dan deteksi lingkungan, seperti biaya halal, PIRT, biaya pengiriman, biaya karung, dan biaya sapiteng. Kesimpulan pelaporan biaya lingkungan tersebut masih dilakukan dengan konsep akuntansi konvensional dan belum menggunakan akuntansi hijau.

Industri rambak di Kabupaten Tulungagung telah mengelola biaya lingkungan terkait pencegahan dan deteksi lingkungan, seperti biaya halal, PIRT, pengiriman, karung, dan sapiteng.Namun, pelaporan biaya lingkungan tersebut masih menggunakan konsep akuntansi konvensional dan belum menerapkan prinsip akuntansi hijau.Penelitian ini terbatas pada satu jenis industri di sekitar Sungai Ngrowo, sehingga penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perlakuan biaya lingkungan pada industri tekstil di area Sungai Ngrowo.

Penelitian lanjutan dapat mengeksplorasi perlakuan biaya lingkungan pada industri tekstil di sekitar Sungai Ngrowo untuk membandingkan praktik akuntansi konvensional dan akuntansi hijau. Selain itu, perlu diteliti dampak jangka panjang penerapan akuntansi hijau terhadap kinerja keuangan dan lingkungan industri rambak. Terakhir, penelitian juga dapat mempelajari faktor-faktor yang mendorong atau menghambat adopsi akuntansi hijau oleh industri kecil dan menengah di daerah pedesaan.

  1. GREEN ACCOUNTING : PEMAHAMAN DAN KEPEDULIAN DALAM PENERAPAN (STUDI KASUS PADA PABRIK KECAP LELE DI KABUPATEN... journals.usm.ac.id/index.php/solusi/article/view/2999GREEN ACCOUNTING PEMAHAMAN DAN KEPEDULIAN DALAM PENERAPAN STUDI KASUS PADA PABRIK KECAP LELE DI KABUPATEN journals usm ac index php solusi article view 2999
  2. ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN PADA BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (BRSUD) TABANAN | KRISNA:... doi.org/10.22225/kr.9.2.480.85-95ANALISIS PENERAPAN AKUNTANSI LINGKUNGAN PADA BADAN RUMAH SAKIT UMUM DAERAH BRSUD TABANAN KRISNA doi 10 22225 kr 9 2 480 85 95
Read online
File size222.37 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test