WPCPUBLISHERWPCPUBLISHER

Jurnal Farmasi SYIFAJurnal Farmasi SYIFA

Diabetes mellitus merupakan penyakit autoimun dimana terdapat gangguan metabolisme tubuh kronis ditandai dengan fungsi insulin yang tidak mencukupi, berakibat pada meningkatnya kadar gula darah serta gangguan metabolisme dari karbohidrat, lipid, dan protein. Komplikasi dan kompleksnya penanganan yang dialami pasien dapat mempengaruhi status psikologis pasien. Salah satu hal yang bisa muncul adalah stres. Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui gambaran dan hubungan antara tingkat stres pengobatan dan kadar gula darah pada pasien diabetes di Puskesmas Kota Kediri dengan menggunakan metode observasi analitik dan cross sectional. Data dikumpulkan secara prospektif menggunakan alat bantu pengambilan data berupa kuesioner. Penelitian ini menggunakan teknik sampling jenis quota sampling. Dengan menggunakan SPSS25 untuk menganalisis data, ditemukan bahwa 7 orang (8%) memiliki tingkat stres berat, 41 orang (47,2%) memiliki tingkat stres sedang, 39 orang (44,8%) tidak memiliki tingkat stres, dan 25 orang memiliki darah buruk. kadar gula darah (28,7%), 26 orang (29,9%) dengan kadar gula darah sedang dan 36 orang (41,4%) dengan kadar gula darah baik. Uji korelasi Spearman rho rank memberikan nilai signifikansi P-value 0,000 < 0,05 dan nilai koefisien korelasi 0,76 dari hasil tersebut disimpulkan bahwa antara 2 variabel yang diteliti memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat korelasi hubungan yang kuat.

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan beserta analisis dan pembahasan pada penelitian ini dapat disimpulkan mengenai gambaran tingkat stres pengobatan pada penderita diabetes melitus tipe dua di puskesmas Kota Kediri mayoritas adalah kategori stres sedang dengan presentase 47,2%, kategori tidak stres memiliki presentase 44,8% dan kategori stres berat memiliki presentase 8%.serta gambaran kadar gula darah sebagian akbar penderita diabetes melitus tipe 2 pada puskesmas kota kediri artinya dalam kategori kadar gula darah baik dengan presentase 41,4%, kategori kadar gula darah sedang mempunyai presentase 29,9%, kategori kadar gula darah buruk mempunyai presentase 28,7%.dan ada hubungan antara tingkat stres pengobatan terhadap kadar gula darah di penderita diabetes melitus tipe 2 di puskesmas kota kediri dengan signifikasi Pvalue = 0,000 < 0,05 dapat ditarik kesimpulan bahwa H0 ditolak serta H1 diterima, hal ini memiliki arti diantara 2 variabel yang diteliti terdapat korelasi yang bermakna dan koefisien hubungan yang didapat 0,76 yang berarti keeratan korelasi berasal dua variabel tadi pada kategori kuat.

Penelitian lanjutan dapat mengkaji pengaruh intervensi psikologis seperti terapi kognitif-behavioral pada pasien diabetes tipe 2 untuk menurunkan tingkat stres pengobatan dan memperbaiki kontrol gula darah. Selain itu, perlu dilakukan studi longitudinal untuk memahami dinamika hubungan antara stres kronis dan fluktuasi kadar gula darah dalam jangka panjang. Penelitian juga dapat mengembangkan alat pemantauan stres berbasis teknologi yang terintegrasi dengan sistem pengelolaan diabetes, sehingga memungkinkan pengelolaan kondisi secara real-time dan personalisasi terapi.

Read online
File size139.59 KB
Pages4
DMCAReport

Related /

ads-block-test