IFTKLEDALEROIFTKLEDALERO

Jurnal LedaleroJurnal Ledalero

Esai ini melihat perdagangan manusia sebagai sisi gelap dari ekonomi global yang tidak diatur. Menggunakan data yang dikumpulkan oleh PBB dan studi yang dilakukan oleh institusi penelitian independen, pola perdagangan global diuraikan sebelum fokus pada Asia Tenggara, sebuah pusat penting dalam bentuk perbudakan modern ini. Karakteristik dan motivasi kunci diuraikan dengan mengacu pada definisi dan legislasi PBB di Asia Tenggara. Perhatian diberikan pada kebutuhan global akan tenaga kerja murah, pekerja seks, dan perdagangan anak yang meluas. Kemudian, fenomena ini dilihat melalui mata iman dengan menarik pada empat sikap Alkitab yang kunci: menegakkan martabat manusia (perlindungan), mencapai ke hati (pencegahan), menamai dosa (penuntutan), dan memperluas komunitas Injil (berkemitraan).

Perdagangan manusia adalah faktor penentu yang sering tak kelihatan dari ekonomi global yang tidak diatur.Perdagangan itu adalah sebuah usaha bisnis yang bermilyaran dollar besarnya dan sebuah usaha yang semakin berwajah perempuan dan menyentuh hak azasi yang fundamental.Perjalanan yang mudah dan yang dapat dikatakan murah, kemampuan perusahaan-perusahaan untuk beralih kepada sumber-sumber dan produsen-podusen yang lebih murah, tanpa rasa kecemasan moral, telah bercampur dengan berubahnya para pekerja migran menjadi komoditi yang lebih murah, lebih baik dan lebih cepat.Loyalitas antara majikan dan pekerja dalam satu perusahaan yang menjamin keamanan finansial dan kondisi kerja yang minimal, sudah lama hancur.Bumi sudah menjadi sebuah pasar untuk menjual dan membeli tanpa henti.Berhadapan dengan transaksi komersial yang semakin kompleks, perdagangan manusia menjadi satu bagian yang rumit.Kemauan politis untuk mengakhiri perbudakan global ini sungguh tidak ada.Namun demikian, bukti yang obyektif cukup kuat semakin bertambah.Apa yang sesungguhnya dapat dilaksanakan oleh pelaku-pelaku yang bukan pemerintah, seperti jaringan yang berbasis iman, anggota-anggota tarekat-tarekat misi, jika memang mungkin dapat dilakukan sesuatu.Haruslah dinyatakan dengan lantang dan jelas bahwa kekuasaan untuk mengubah relasi-relasi terletak pada mereka yang kita layani, ialah para korban dan mereka yang terluputkan dari trafficking.Jika ketakutan sudah lenyap, lantas harapan dan kegembiraan ganti keputusasaan dan depresi, maka ketidakberdayaan akan meminggir untuk suatu kekuatan batin yang baru.Ketika mereka yang terjerat dalam jaringan trafficking itu mulai memahami situasi mereka, dan bagaimana mereka telah tiba di situ, dan mulai memahami panorama ekonomi dan politik, maka akan terjadi perubahan – dalam diri mereka sendiri, dalam keluarga mereka dan dalam komunitas-komunitas mereka.Yang mengadakan perjalanan bersama mereka adalah para biarawan-biarawati yang sungguh hadir, penuh kesabaran yang mendalam dan ketekunan yang tenang.Sungguh hadir bersama para korban di tempat mereka terikat dalam kerja paksa dan eksploitasi.dengan sabar membina relasi penuh kepercayaan mengikuti irama korban itu sendiri, masuk ke dalam relasi yang tidak terbayangkan sebelumnya, dan dengan tenang bertekun di hadapan risiko-risiko, bahaya-bahaya dan hebatnya kengerian.

Untuk mengatasi perdagangan manusia, diperlukan pendekatan komprehensif yang melibatkan berbagai pihak. Pertama, perlu ada upaya untuk melindungi dan memberdayakan korban perdagangan manusia, serta memberikan dukungan psikologis dan rehabilitasi. Kedua, penting untuk mencegah terjadinya perdagangan manusia dengan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang hak-hak azasi manusia dan dampak negatif dari perdagangan manusia. Ketiga, diperlukan kerja sama lintas negara dan lembaga untuk mengidentifikasi dan menindak jaringan perdagangan manusia, serta memastikan bahwa para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal. Selain itu, penting untuk mengembangkan ekonomi alternatif yang adil dan berkelanjutan, serta mempromosikan praktik bisnis yang etis dan bertanggung jawab. Dengan demikian, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih inklusif dan adil, di mana setiap individu memiliki kesempatan untuk berkembang dan hidup dengan martabat.

Read online
File size307.32 KB
Pages24
DMCAReport

Related /

ads-block-test