BSIBSI

Jurnal Abdimas Ekonomi dan BisnisJurnal Abdimas Ekonomi dan Bisnis

Desa Patak Banteng memiliki keunggulan sebagai sentra penghasil sayuran di provinsi Jawa Tengah dengan komoditas utama kentang. Produktivitas pertanian didukung dengan kelompok tani, namun pada tahun 2020 jumlah kelompok tani mengalami penurunan karena kualitas sumber daya manusia yang belum maksimal. Tujuan dari PKM ini adalah untuk meningkatkan ekonomi agar upaya yang dilakukan pemerintah lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Metode yang digunakan adalah dengan melakukan penyuluhan atau sosialisasi dan pendampingan pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE), serta pendampingan dan evaluasi. Dari hasil evaluasi yang dilakukan dengan cara diskusi dan wawancara yang mendalam, pemahaman para anggota kelompok terkait dengan pentingnya KUBE meningkat sebesar 70% dari 20% menjadi 90%. Dengan adanya peningkatan pemahaman tersebut akan membuka jalan dalam menciptakan pertanian yang berkelanjutan dan inklusif melalui peningkatan akses sumber daya, skala ekonomi, menyediakan pelatihan dan pendampingan bagi petani, melakukan pemasaran bersama, dan terbentuknya diversifikasi usaha.

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) melalui pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Desa Patak Banteng telah berhasil meningkatkan pemahaman petani mengenai pentingnya lembaga kolektif dalam pengelolaan pertanian secara berkelanjutan.Para anggota kelompok tani kini memahami aspek teknis dan manajerial pengelolaan lembaga serta mendorong partisipasi dalam pelatihan dan praktik pertanian.Namun, diperlukan pendampingan lanjutan terutama dalam pengelolaan keuangan KUBE agar kemandirian kelompok dapat tercapai secara berkelanjutan.

Pertama, perlu dikaji bagaimana penerapan sistem pencatatan keuangan digital dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan KUBE di Desa Patak Banteng, mengingat saat ini masih terbatasnya pemahaman petani terhadap manajemen keuangan formal. Kedua, perlu diteliti efektivitas pelatihan bisnis berbasis risiko bencana bagi petani anggota KUBE, mengingat wilayah tersebut memiliki indeks kerentanan bencana yang tinggi dan berdampak pada produktivitas pertanian. Ketiga, perlu dieksplorasi model diversifikasi usaha pertanian yang sesuai dengan kondisi agroekosistem dataran tinggi, terutama dalam mengintegrasikan tanaman kentang dengan komoditas bernilai tambah tinggi secara berkelanjutan, sehingga dapat meningkatkan ketahanan ekonomi petani di luar musim panen utama.

  1. Efektivitas Kelompok Usaha Bersama (KUBE) di Desa Banglas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan... doi.org/10.25299/jiap.2021.vol7(2).7185Efektivitas Kelompok Usaha Bersama KUBE di Desa Banglas Kecamatan Tebing Tinggi Kabupaten Kepulauan doi 10 25299 jiap 2021 vol7 2 7185
Read online
File size353.52 KB
Pages10
DMCAReport

Related /

ads-block-test