UNISBARUNISBAR

One moment, please...One moment, please...

Studi ini menggunakan masa audit sebagai variabel moderasi untuk mengkaji bagaimana pengalaman industri auditor, biaya audit, dan stabilitas keuangan memengaruhi laporan keuangan palsu. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk menganalisis data sekunder dari laporan tahunan sektor infrastruktur Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2021–2024. Sampel terdiri dari 36 observasi melalui pengambilan sampel yang bertujuan (purposeful sampling). Metode statistik yang digunakan meliputi regresi moderat dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya audit menguntungkan laporan keuangan palsu, tetapi spesialisasi industri auditor merugikannya. Tidak terdapat korelasi antara stabilitas keuangan dan laporan keuangan palsu. Masa audit belum terbukti melemahkan hubungan antara stabilitas keuangan, biaya audit, dan spesialisasi industri auditor dengan laporan keuangan palsu.

Pertama, spesialisasi industri auditor memiliki pengaruh negatif dan signifikan ini menunjukkan bahwa auditor yang memiliki keahlian khusus di bidang industri tertentu mampu menjalankan tugasnya secara lebih efektif dalam mendeteksi serta mencegah terjadinya manipulasi laporan keuangan.Kedua, audit fee berpengaruh positif signifikan terhadap fraudulent financial statement.Ketiga, stabilitas keuangan tidak berpengaruh terhadap fraudulent financial statement.Keempat, audit tenure tidak mampu memoderasi pengaruh spesialisasi industri auditor, audit fee, dan stabilitas keuangan terhadap fraudulent financial statement.

Berdasarkan hasil penelitian, terdapat beberapa saran penelitian lanjutan yang dapat dikembangkan. Pertama, penelitian selanjutnya dapat memperluas cakupan sektor industri yang diteliti, tidak hanya terbatas pada sektor infrastruktur, untuk mendapatkan gambaran yang lebih komprehensif mengenai pengaruh variabel-variabel tersebut terhadap kecurangan laporan keuangan. Kedua, penelitian dapat menggali lebih dalam mengenai peran budaya perusahaan dalam memoderasi hubungan antara spesialisasi auditor dan kecurangan laporan keuangan, dengan mempertimbangkan bahwa budaya perusahaan yang kuat dapat meningkatkan kesadaran etika dan mengurangi peluang terjadinya kecurangan. Ketiga, penelitian dapat menguji pengaruh faktor-faktor lain yang belum diteliti dalam studi ini, seperti kualitas sumber daya manusia auditor, sistem pengendalian internal perusahaan, dan pengawasan oleh dewan komisaris, terhadap kecurangan laporan keuangan, sehingga dapat memberikan pemahaman yang lebih holistik mengenai fenomena tersebut.

Read online
File size467.66 KB
Pages20
DMCAReport

Related /

ads-block-test