UBUB

Brawijaya Journal of Social ScienceBrawijaya Journal of Social Science

Tujuan penulisan artikel ini adalah mengeksplorasi budaya kuliner Kolak Goblok sebagai bagian warisan budaya kuliner Desa Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Secara spesifik penelitian mengkaji lebih dalam sejarah, proses pembuatan, serta nilai budaya dan sosial yang terkandung dalam Kolok Goblok. Kolok Goblok merupakan kuliner tradisional yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan sosial yang mendalam. Hidangan berbahan dasar labu yang dikukus bersama parutan kelapa dan gula merah, tidak hanya sekadar makanan, tetapi memiliki peran penting dalam ritual adat dan perayaan masyarakat. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara mendalam dan dokumentasi. Tiga belas responden terlibat dalam proses pengumpulan data, mereka diantaranya adalah 3 orang Pokdarwis, 2 orang lembaga adat, 1 orang perangkat desa, 1 kepala desa, 2 orang tokoh masyarakat, 3 orang masyarakat pelestari kuliner, dan 1 orang pembuat Kolok Goblok. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif, yang bertujuan untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai eksistensi dan makna dari Kolok Goblok bagi masyarakat Poncokusumo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kolok Goblok bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga simbol identitas daerah yang merepresentasikan nilai-nilai budaya setempat. Hidangan ini menjadi bagian dari ekspresi budaya yang diwariskan secara turun-temurun dan masih dijaga hingga kini. Selain itu, Kolok Goblok memiliki potensi besar dalam mendukung pariwisata berbasis budaya di Kabupaten Malang.

Kolok Goblok merupakan kuliner tradisional khas Desa Poncokusumo yang memiliki nilai budaya, sejarah, dan sosial yang mendalam, serta bukan sekadar hidangan tetapi juga bagian dari tradisi turun-temurun yang berkaitan dengan ritual penghormatan terhadap hewan ternak.Seiring waktu, makanan ini berkembang menjadi daya tarik pariwisata budaya yang mendukung ekonomi lokal, berkat upaya pelestarian oleh masyarakat, khususnya melalui Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis).Hidangan ini mencerminkan nilai kebersamaan, rasa syukur, dan pentingnya menjaga warisan budaya di tengah arus modernisasi.

Pertama, perlu penelitian lebih lanjut yang mengkaji persepsi generasi muda Desa Poncokusumo terhadap Kolok Goblok, khususnya dalam konteks keterlibatan mereka dalam pelestarian tradisi, agar dapat diketahui faktor-faktor yang mendorong atau menghambat minat mereka terhadap warisan budaya ini. Kedua, sebaiknya dilakukan studi tentang peran perempuan dalam proses pembuatan dan pewarisan Kolok Goblok, mengingat mereka sering menjadi aktor utama dalam praktik kuliner harian namun kurang terwakili dalam narasi penelitian saat ini. Ketiga, penting untuk mengevaluasi dampak ekonomi dari keberadaan Kolok Goblok sebagai produk pariwisata kuliner, termasuk potensi pengembangannya menjadi komoditas bernilai tambah melalui pelabelan, kemasan budaya, atau sertifikasi warisan, agar pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan kesejahteraan masyarakat lokal secara berkelanjutan.

  1. Peran Kuliner Tradisional dalam Mendukung Pemajuan Kebudayaan di Destinasi Pariwisata Prioritas Yogyakarta... e-journal.unair.ac.id/MOZAIK/article/view/29444Peran Kuliner Tradisional dalam Mendukung Pemajuan Kebudayaan di Destinasi Pariwisata Prioritas Yogyakarta e journal unair ac MOZAIK article view 29444
Read online
File size421.65 KB
Pages14
DMCAReport

Related /

ads-block-test