MORIPUBLISHINGMORIPUBLISHING

One moment, please...One moment, please...

Pulau Bangka, yang terletak di pesisir timur Sumatra, merupakan bagian dari warisan geologi Indonesia yang unik dan beragam. Meskipun memiliki potensi, banyak dari situs geologi pesisir di pulau ini kurang terekspos dan dikelola dalam hal nilai geowaris dan pengembangan geoturisme. Studi ini berfokus pada Pantai Pasir Padi, Pangkalpinang, dengan tujuan untuk mengevaluasi potensinya sebagai situs geoturisme menggunakan pendekatan terpadu yang terdiri dari survei lapangan, penilaian inventaris situs geologi, dan analisis petrografi batu kapur oksida dari Formasi Tanjung Genting. Pengamatan menangkap struktur riak modern yang terpelihara dengan baik dan proses garis pantai dinamis yang mencerminkan proses sedimentasi pesisir aktif, menawarkan pengetahuan berharga untuk pendidikan dan penelitian. Aksesibilitas situs, dikombinasikan dengan fitur geologi masa lalu dan modernnya, menunjukkan potensi sebagai laboratorium lapangan alami untuk sedimentologi dan geomorfologi pesisir. Selain itu, pengembangan geoturisme di wilayah ini membawa dampak positif dalam mendukung ekonomi lokal melalui keterlibatan masyarakat dan praktik pariwisata berkelanjutan. Hasil penelitian mendukung dimasukkannya Pantai Pasir Padi ke dalam perencanaan geowaris Pulau Bangka dan merekomendasikan upaya lebih lanjut menuju konservasi situs, interpretasi, dan integrasi ke dalam strategi pariwisata lokal menuju menjadi laboratorium geopedagogi.

Penilaian Pantai Pasir Padi mengungkapkan potensi kuatnya sebagai situs geowaris dengan nilai multifaset.Secara ilmiah, situs ini menyajikan lingkungan pesisir yang dinamis dan mudah diakses yang menampilkan struktur riak yang terpelihara dengan baik dan eksposur batu kapur oksida, berharga untuk studi sedimentologi dan geomorfologi.Meskipun penggunaan pendidikan saat ini masih terbatas, ada peluang yang jelas untuk pengembangan melalui program geopedagogi terstruktur dan infrastruktur interpretasi.Secara ekonomi, Pantai Pasir Padi memiliki potensi luar biasa sebagai tujuan geoturisme, menawarkan manfaat berbasis masyarakat yang signifikan dan peluang untuk pengembangan lokal yang berkelanjutan.Signifikansi budaya dan rekreasi situs lebih lanjut meningkatkan nilai intrinsik dan tambahnya, mendukung relevansinya yang lebih luas di luar geologi saja.Namun, peningkatan aktivitas manusia di wilayah tersebut menggarisbawahi urgensi penerapan langkah-langkah konservasi untuk melindungi fitur alamnya.Pembentukan rencana pengelolaan situs khusus, jangkauan pendidikan, dan keterlibatan pemangku kepentingan akan sangat penting untuk memastikan penggunaan situs geowaris ini secara berkelanjutan.

Berdasarkan penelitian ini, beberapa saran penelitian lanjutan dapat diajukan untuk lebih memahami dan mengembangkan potensi geoturisme di Pantai Pasir Padi. Pertama, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh perubahan iklim terhadap dinamika garis pantai dan sedimentasi di area tersebut. Hal ini penting untuk memprediksi dampak jangka panjang perubahan iklim terhadap situs geowaris dan merumuskan strategi adaptasi yang tepat. Kedua, penelitian mengenai karakteristik geokimia dan mineralogi batu kapur oksida di Formasi Tanjung Genting dapat memberikan wawasan baru mengenai kondisi lingkungan pengendapan pada masa lampau. Informasi ini dapat digunakan untuk merekonstruksi sejarah geologi wilayah Bangka Belitung secara lebih komprehensif. Ketiga, pengembangan program geopedagogi yang melibatkan masyarakat lokal dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi geowaris dan mendorong partisipasi aktif dalam pengelolaan situs. Program ini dapat berupa pelatihan pemandu wisata lokal, pengembangan materi edukasi interaktif, atau penyelenggaraan kegiatan edukasi di lapangan. Dengan menggabungkan ketiga saran ini, diharapkan Pantai Pasir Padi dapat menjadi model pengembangan geoturisme berkelanjutan yang memberikan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat setempat.

  1. The Mapping Of Shoreline Change Caused By Accretion And Abration As An Impact Of Tin Minning In Pangkalpinang... doi.org/10.21107/jk.v17i3.24969The Mapping Of Shoreline Change Caused By Accretion And Abration As An Impact Of Tin Minning In Pangkalpinang doi 10 21107 jk v17i3 24969
  2. Geosite identification in Karangbolong High to support the development of Karangsambung-Karangbolong... iopscience.iop.org/article/10.1088/1755-1315/118/1/012014Geosite identification in Karangbolong High to support the development of Karangsambung Karangbolong iopscience iop article 10 1088 1755 1315 118 1 012014
  3. Geopark Belitong : Environment Based Tourism Branding in Belitung Island - IOPscience. geopark belitong... doi.org/10.1088/1755-1315/926/1/012075Geopark Belitong Environment Based Tourism Branding in Belitung Island IOPscience geopark belitong doi 10 1088 1755 1315 926 1 012075
Read online
File size2.12 MB
Pages15
DMCAReport

Related /

ads-block-test