UMDUMD
Jurnal Ilmiah CakrawartiJurnal Ilmiah CakrawartiKabupaten Badung sebagai salah satu daerah yang menerapkan otonomi daerah membentuk suatu kebijakan akomodasi pariwisata yang tertuang dalam Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2016 tentang Standarisasi Usaha Pondok Wisata. Peraturan ini merupakan tindaklanjut dari penataan dan pengawasan pembangunan jasa akomodasi di Kabupaten Badung, sebagai persyaratan teknis untuk jasa akomodasi dengan lahan sempit dengan mengikuti standar dari usaha pondok wisata. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimanakah implementasi, strategi implementasi serta faktor penghambat dan faktor pendukung implementasi Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2016 tentang Standarisasi Usaha Pondok Wisata. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Untuk memperoleh data, peneliti melakukan observasi serta wawancara dengan narasumber yang berhubungan dengan implementasi peraturan tersebut. Hasil dari penelitian ini adalah implementasi peraturan ini belum berjalan secara optimal, terjadi pelanggaran dalam penyelenggaraan dan perijinannya. Dinas Pariwisata sebagai pelaksana terkesan mengabaikan hal tersebut, dikarenakan pemerintah menginginkan peningkatan pendapatan daerah yang diterima dari penetapan pajak pada usaha sebesar 10%. Strategi pelaksanaan dikonsepkan ke Desa Wisata, namun untuk pelaksanaan dilapangan tidak sesuai. Faktor pendukung pelaksanaan peraturan ini ialah adanya komunikasi dan kerjasama yang baik antara aktor pelaksana, potensi penataan tata ruang, dan potensi meningkatkan pendapatan asli daerah Kabupaten Badung. Sedangkan faktor penghambatnya ialah keragaman perilaku kelompok sasaran dan tingkat komitmen dan keterampilan aparat pelaksana.
Implementasi Peraturan Bupati Nomor 6 Tahun 2016 secara umum belum berjalan optimal karena masih terjadi pelanggaran oleh pengusaha dan pembiaran oleh pemerintah demi meningkatkan pendapatan dari pajak usaha.Strategi pelaksanaan yang dirancang dalam konsep desa wisata tidak selaras dengan kondisi di lapangan.Faktor pendukung utama meliputi komunikasi dan kerja sama antar lembaga serta potensi peningkatan pendapatan asli daerah, sedangkan faktor penghambat utama adalah keragaman perilaku pengusaha dan rendahnya komitmen serta keterampilan aparat.
Pertama, perlu diteliti bagaimana efektivitas konsep desa wisata sebagai strategi implementasi kebijakan standarisasi usaha pondok wisata dalam konteks tata ruang dan partisipasi masyarakat lokal di Kabupaten Badung, agar dapat diketahui faktor-faktor yang menyebabkan ketidakselarasan antara perencanaan dan realitas di lapangan. Kedua, perlu dikaji bagaimana sistem perizinan berbasis digital dapat meningkatkan kepatuhan pengusaha pondok wisata terhadap peraturan, khususnya dalam hal kemudahan akses informasi dan pengurusan dokumen, guna mengurangi praktik pembangunan terlebih dahulu sebelum izin dikeluarkan. Ketiga, penting untuk mengevaluasi pengaruh insentif fiskal, seperti diskon pajak atau bantuan teknis, terhadap partisipasi aktif pengusaha dalam mengikuti standar usaha pondok wisata, sebagai alternatif pendekatan yang lebih mendukung dibandingkan penegakan sanksi semata.
| File size | 180.96 KB |
| Pages | 5 |
| DMCA | Report |
Related /
UKIPUKIP Selain itu, integrasi dengan agen travel memungkinkan pemilihan paket wisata yang beragam, proses pemesanan yang efisien, dan panduan perjalanan yang lebihSelain itu, integrasi dengan agen travel memungkinkan pemilihan paket wisata yang beragam, proses pemesanan yang efisien, dan panduan perjalanan yang lebih
UPI YAIUPI YAI Wisata menggeliat, maka taraf hidup masyarakat meningkat. Pokdarwis Segarjaya sudah terbentuk, tetapi dalam perjalanannya mengalami banyak permasalahan.Wisata menggeliat, maka taraf hidup masyarakat meningkat. Pokdarwis Segarjaya sudah terbentuk, tetapi dalam perjalanannya mengalami banyak permasalahan.
UMDUMD Kemudian faktor-faktor yang mendorong penyelesaian secara perdamaian adalah karena pihak itu sendiri sadar dan datang untuk meminta maaf, kemudian dikarenakanKemudian faktor-faktor yang mendorong penyelesaian secara perdamaian adalah karena pihak itu sendiri sadar dan datang untuk meminta maaf, kemudian dikarenakan
UNTADUNTAD Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara kepada dinas pariwisataPenelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara kepada dinas pariwisata
AREAIAREAI Skripsi menunjukkan bahwa Pemerintah Manggarai Barat serta masyarakat Desa Tanjung Boleng sudah melakukan upaya serta strategi dalam meningkatkan PendapatanSkripsi menunjukkan bahwa Pemerintah Manggarai Barat serta masyarakat Desa Tanjung Boleng sudah melakukan upaya serta strategi dalam meningkatkan Pendapatan
UPNYKUPNYK Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka diperoleh kesimpulan dari Pengaruh Jumlah Wisatawan, Jumlah Hotel, Jumlah Restoran dan Rumah Makan, danBerdasarkan hasil analisis dan pembahasan maka diperoleh kesimpulan dari Pengaruh Jumlah Wisatawan, Jumlah Hotel, Jumlah Restoran dan Rumah Makan, dan
UIGMUIGM Rekomendasi penelitian ini meliputi kolaborasi antara pihak swasta, investor, dan Dinas Pariwisata dalam pengembangan kawasan, pengelolaan objek wisataRekomendasi penelitian ini meliputi kolaborasi antara pihak swasta, investor, dan Dinas Pariwisata dalam pengembangan kawasan, pengelolaan objek wisata
AKRABJUARAAKRABJUARA go.id, persoalan penggunaan jaringan internet yang bermasalah dan belum terlalu memadai di kantor sehingga menjadi penghambat, dan juga mengenai alokasigo.id, persoalan penggunaan jaringan internet yang bermasalah dan belum terlalu memadai di kantor sehingga menjadi penghambat, dan juga mengenai alokasi
Useful /
UKIPUKIP Sistem ini juga meminimalkan potensi intervensi dan penyimpangan karena seluruh proses terdokumentasi secara digital. Namun demikian, keterbatasan infrastrukturSistem ini juga meminimalkan potensi intervensi dan penyimpangan karena seluruh proses terdokumentasi secara digital. Namun demikian, keterbatasan infrastruktur
UKIPUKIP Proses pengembangan sistem mengikuti konsep MVC (Model-View-Controller) di dalam Phoenix Framework, sedangkan algoritma Content-Based Filtering diterapkanProses pengembangan sistem mengikuti konsep MVC (Model-View-Controller) di dalam Phoenix Framework, sedangkan algoritma Content-Based Filtering diterapkan
PUBLINEPUBLINE Penelitian ini menekankan perlunya pendekatan multifaset yang mencakup pendidikan maternal, diversifikasi diet, sanitasi, dan peningkatan akses layananPenelitian ini menekankan perlunya pendekatan multifaset yang mencakup pendidikan maternal, diversifikasi diet, sanitasi, dan peningkatan akses layanan
E SIBERE SIBER Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kompetensi guru, kurikulum independen, dan sistem informasi manajemen dalam meningkatkan kualitas pendidikan.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kompetensi guru, kurikulum independen, dan sistem informasi manajemen dalam meningkatkan kualitas pendidikan.