UMGUMG

Jurnal Perikanan Pantura (JPP)Jurnal Perikanan Pantura (JPP)

Aktivitas perikanan tangkap di Desa Banjarkemuning didominasi oleh nelayan skala kecil yang memanfaatkan alat tangkap pasif berupa jaring insang (gillnet). Karakteristik alat tangkap ini berkaitan dengan tingkat selektivitas tangkapan, dampak terhadap habitat perairan, serta keberlanjutan sumber daya ikan. Penilaian tingkat keramahan lingkungan alat tangkap dilakukan untuk menggambarkan kesesuaian praktik penangkapan dengan prinsip pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan November hingga Desember 2025 melalui observasi lapangan dan wawancara terstruktur terhadap 30 orang nelayan pengguna jaring insang. Penilaian dilakukan menggunakan metode skoring berdasarkan sembilan kriteria yang mengacu pada pedoman Code of Conduct for Responsible Fisheries dari Food and Agriculture Organization. Hasil penilaian menunjukkan bahwa alat tangkap jaring insang memperoleh nilai total sebesar 28,73 dari rentang skor maksimum 36 sehingga termasuk dalam kategori sangat ramah lingkungan. Komposisi hasil tangkapan terdiri atas delapan jenis ikan yang meliputi enam jenis tangkapan utama dan dua jenis tangkapan sampingan. Operasional jaring insang di wilayah penelitian menunjukkan karakteristik penggunaan yang tidak merusak habitat perairan serta menghasilkan kualitas hasil tangkapan yang baik.

Alat tangkap gillnet yang digunakan nelayan memiliki panjang sekitar 100–150 meter dengan ukuran mata jaring 2,5–3 inci berbahan nylon monofilament, dan dioperasikan di perairan dangkal sejauh 2–5 mil laut dari pantai untuk menangkap ikan pelagis kecil seperti kembung, tongkol, dan layang.Berdasarkan penilaian terhadap sembilan kriteria alat tangkap ramah lingkungan, diperoleh nilai rata-rata 28,7 yang mengindikasikan bahwa gillnet termasuk kategori sangat ramah lingkungan.Nilai tertinggi terdapat pada aspek keselamatan nelayan dan kualitas hasil tangkapan, sedangkan nilai terendah terdapat pada aspek selektivitas alat tangkap, yang menunjukkan masih adanya tangkapan spesies non-target sehingga diperlukan pengaturan ukuran mata jaring untuk meningkatkan selektivitas dan mendukung keberlanjutan sumber daya ikan.

Berdasarkan hasil penelitian, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk mengkaji pengaruh ukuran mata jaring terhadap komposisi tangkapan dan tingkat selektivitas gillnet, serta dampaknya terhadap keberlanjutan populasi ikan target. Selain itu, penelitian mengenai efektivitas penggunaan rumpon sebagai alat bantu penangkapan dalam meningkatkan hasil tangkapan dan mengurangi tangkapan sampingan juga perlu dilakukan. Pengembangan sistem monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap praktik penangkapan ikan dengan gillnet, termasuk aspek keramahan lingkungan dan dampaknya terhadap ekosistem perairan, menjadi penting untuk memastikan pengelolaan perikanan yang berkelanjutan dan bertanggung jawab.

Read online
File size707.91 KB
Pages17
DMCAReport

Related /

ads-block-test